Pertama-tama, GONG XI FAT CHOI, selamat tahun baru Imlek bagi Anda! Semoga berkat dari Tuhan Yesus Kristus menyertai Anda semua di tahun yang baru ini dan di tahun-tahun kedepan!

Beberapa rekan gereja yang saya kirimi SMS tahun baru Imlek menjawab saya dengan kalimat “Maaf saya tidak merayakan Imlek karena sudah percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Shio saya adalah shio Kristus, dan saya ikut tahun baru Kristen yaitu 1 Januari”.

Saya menghargai pendapat, iman dan kepercayaan teman-teman. Tetapi ada beberapa fakta yang ingin saya utarakan:

  1. Kata IMLEK diambil dari bahasa Hokkian yang sederhana saja berarti Kalender Bulan
  2. Kalender Bulan versi “China” ini tidak sama dengan kalender Hijriah atau Kalender Gregorian karena tidak diciptakan untuk menghormati agama tertentu, tetapi murni berdasarkan ilmu perbintangan asia kuno.
  3. Kalender Gregorian, walaupun disahkan oleh para biarawan dari Ordo Gregorian dan diberi nama AD (Anno Domini atau Penanggalan Tuhan), bukanlah kalender “Kristen” karena diambil dari kalender pemujaan berhala yang sudah ada sebelumnya. Sejak jaman perjanjian baru penanggalan dalam konteks agama menjadi tidak relevan.
  4. Tahun baru dengan kalender bulan dirayakan bukan hanya di China atau oleh orang China saja tetapi juga di Taiwan, Hongkong, Macau, Jepang, Mongolia, Tibet, Vietnam, Thailand dll.
  5. Tahun baru Imlek dirayakan sebagai tahun baru negara (bukan tahun baru religius) di China, Taiwan dll
  6. Hari Raya Imlek dirayakan di Indonesia sebagai hari raya bagi seluruh suku, agama, ras dan golongan secara resmi sejak Pemerintahan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dan dikukuhkan sebagai hari libur nasional (tanggal merah) oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Jadi tahun baru Imlek ini bukan hanya milik kaum tertentu, atau milik para pencinta J-Culture saja dengan merayakan festival Harajuku, pameran mainan dan lain sebagainya, tetapi bagian dari kita semua, termasuk mereka yang sudah masuk agama Kristen atau agama lain diluar Konghucu.

Akhir kata, bagi gereja-gereja khususnya di Kelapa Gading yang saya lihat spanduk-spanduknya mengadakan kebaktian Awal Tahun di hari raya Imlek, Congratulations!!! Saya percaya Anda menangkap hati Tuhan dalam hal ini. LUAR BIASA!!!

(Di posting pertama di www.maleakhi.com pada 16 Januari 2009)

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: February 13, 2010, 4:23 pm | 4 Comments »

20  Dec
KKN yang Baik

Di era seperti sekarang ini banyak yang anti KKN. Di lingkungan saya juga ada KKN, tapi untungnya KKN yang baik.

Ceritanya begini, sekitar 20 tahun yang lalu kawasan tempat saya tinggal sekarang masih berupa perbukitan. Satu persatu orang-orang Semarang yang punya uang membeli tanah di kawasan ini luas-luas, karena harga tanahnya yang murah. Sementara lokasinya yang dekat (diatas) kawasan elite Semarang yaitu kawasan Candi membuat lokasi disini cukup menjanjikan. Sisi negatifnya, karena ini kawasan perbukitan biasa dan bukan perumahan maka semua penduduk harus membuat fasilitas umum sendiri-sendiri. (Bahasa dunia komputernya mirip Unix/Linux). Jadi kalau membangun rumah di suatu tempat, maka dia membuat jalan aspal sendiri setidaknya sampai ke depan rumahnya.

Demikian pula dengan keamanan lingkungan, para warga membuat sendiri sistem keamanan lingkungan. Ditunjuklah seorang pemuda untuk menjadi kepala keamanannya. Supaya lingkungan aman dan tertib diputuskan supaya pemuda ini diberi fasilitas khusus : Diberi sepetak tanah untuk tempat tinggal sekaligus diberi ijin ekslusif untuk membuka toko kelontong disana. Jadi, biarpun bila di masa depan nanti ada warga yang ingin membuka toko kelontong di rumahnya maka tidak akan diijinkan. (Ade Sugeng Wiguno – www.maleakhi.com)

Pasti Anda menduga-duga, kalau begitu karena ada ijin monopoli ini maka harga toko itu gila-gilaan, toh lingkungan tempatnya berapa adalah lingkungan orang berada semua. Ternyata, dugaan ini salah!

Read the rest of this entry »

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: December 20, 2009, 12:22 pm | 4 Comments »

03  Sep
Hak Penjual

Pembeli adalah raja. Itu pasti!

Tetapi bagaimana kalau calon pembeli yang tidak kunjung membeli? Apakah orang itu juga harus dianggap raja?

Di sebuah toko grosir pakaian di daerah Mangga dua, ada kejadian yang cukup lucu. Seorang bapak datang bertanya pada si Mbak. Lucunya pada setiap pertanyaan jawaban si Mbak selalu “habis”. Akhirnya bapak ini naik pitam juga, sepertinya barang yang ditanya si Mbak ada di depan mata tetapi dijawab “habis” juga.  Nah yang lucu nih, si Mbak balik marah-marah, katanya “Bapak ini sudah sebulan nanyaaaa terus, tapi gak beli-beli. Belinya sama toko sebelah terus. Udah beli di sebelah aja Pak, disini gak ada barang buat Bapak.”.

Rupanya si bapak itu hanya mau membandingkan harga. Saya jadi ingat, untuk produk-produk yang cukup rumit seperti elektronik atau produk jasa keuangan, tidak sedikit yang suka minta penjelasan pada yang kompeten tetapi kemudian membeli pada teman atau bahkan saudaranya sendiri. Lalu dengan bangga mereka berpikir bahwa mereka sudah berjasa membantu teman atau saudaranya yang “lemah” dan tidak kompeten tadi.

Padahal sebenarnya yang kompeten “dikerjain”, yang tidak kompeten yang dapat untung. Jadi mereka menghargai yang tidak kompeten dan malas (karena malas untuk belajar sehingga jadi kompeten), dan menghukum mereka yang bekerja keras dan bekerja lebih keras lagi untuk menjadi kompeten. Apakah ini sesuai dengan hukum kasih Kristus? Atau sesuai dengan hukum “keadilan” yang universal?

Banyak calon pembeli beranggapan dia itu raja. Tetapi ingat, Anda berhak tidak membeli di toko tertentu, sama seperti toko itu berhak untuk tidak menjual ke Anda. Tidak ada hukum yang memaksa seseorang untuk menjual barang, sama seperti tidak ada hukum yang memaksa Anda membeli ke sebuah toko bukan!

Jadi ingat, sebagai calon pembeli pun ada etikanya. Bukankah dengan “ngerjain” toko tertentu berarti Anda tidak punya kasih Kristus?

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: September 3, 2009, 12:22 pm | 3 Comments »

Yang ini adalah HG Mechanic GP03D. Jaman susah dulu HG GP03 Dendrobium jadi impian. Nggak nyangka Ulang Tahun gue tahun 2005 ada yang beliin. Jauh banget lagi dari Australia yang ngirimin (Thanks Von!!!)

Skala HG Mechanic ini 1:550. Buat perbandingan aku foto diatas case mika ukuran 6 pin. Jadi nggak besar-besar amat.



Karena nggak se detail EX Model, jadi yang bisa dilakukan untuk mempercantik cuma permainan decal aja. Ini pakai decal dari Bandai asli karena ukurannya gak begitu besar. Moncong Mega Cannon diberi shading biar kelihatan kotor. Setelah difoto baru sadar I Field Generator lupa di lining ha ha ha ha …. Di dalamnya ada GP03S yang bisa dicopot, ngecatnya setengah mati karena kecilnya amit amiiiiiit !!!!

Di dalam paket ini juga sudah included sebuah Gerbera Tetra. Thank God bentuknya lebih besar daripada GP03S, jadi lebih mudah di cat dan di lining. Foto paling kiri, itu pose Gerbera sesaat sebelum terburai ha ha ha ha …. Pengen banget deh kalau ada yang jual HGUC Gerbera Tetra ha ha ha ….

Sugeng

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: August 10, 2009, 2:52 pm | 2 Comments »

Prita Bebas

Prita Bebas

Rekan-rekan semua,

Pada pukul 11.22 hari ini Kamis 25 Juni 2009, kami menerima kabar bahwa Sdri. Prita Mulyasari bebas tanpa syarat. Karel Tumpu, Ketua majelis hakim PN Tangerang sendiri yang membacakan vonis tersebut.

Terima kasih!

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: June 25, 2009, 10:26 am | 1 Comment »

« Previous Entries