Rekan-rekan yang terkasih,
Saya sendiri sebagai seorang rohaniwan Kristen, dan seorang agen asuransi yang adalah mitra masyarakat dalam menyediakan dana untuk pengobatan mendukung diluruskannya masalah ini dan kebenaran yang sejati diungkapkan.
Dengan prinsip Fair and Balance kami dengan senang hati akan memuat komentar dari pihak Sdri Prita langsung, RS Omni Tangerang maupun pihak lain yang berwenang.
Kami percaya komentar-komentar Anda adalah komentar yang berisi dan dewasa.
Per 8 Juni 2009 komentar yang tidak senonoh khususnya yang mengandung kata-kata makian tidak akan kami edit tetapi akan langsung kemi delete.
Terima kasih, TUHAN YESUS memberkati kita semua. Amin!
—————————-
Dari detikcom
Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca
Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Read the rest of this entry »
Berdasarkan apa yang saya pelajari tips-tips berikut dapat menangkal hipnotis :
- Mengucap Syukur. Saat di angkot, menunggu teman, di restoran dll dimana Anda tergoda untuk “bengong”, lakukan terapi ucapan syukur. Bersyukur secara aktif (diucapkan, di-”mainkan” dalam pikiran dll) selain bagus untuk
- mendekatkan diri pada Tuhan (Christian Style),
- mengucap syukur memaksa frekuensi otak Anda tetap positif (Law Of Attraction),
- Membuat tubuh relax dan memulai proses penyembuhan diri dan detoksifikasi (Biologi / Biorhytm), dan
- menurut para ahli membuat Anda tersadar sehingga tidak mudah dipengaruhi pendapat dari luar (NLP)
- Mengucap Syukur termasuk juga bernyanyi, memuji TUHAN dengan kata-kata, termasuk juga berkarunia lidah. Itu semua membuat Anda terfokus pada kebaikan Tuhan
- Menurut para ahli “alam roh”, orang yang bersyukur cenderung tidak bisa disantet. Sementara orang yang down, menggerutu dan negatif sangat gampang untuk diganggu roh-roh jahat.
Bila tips-tips ini kurang, silakan simak cara menangkis hipnotis menurut seorang ahli hipnotis (ilmiah) dibawah ini.
Dear rekan-rekan yang Tuhan Yesus kasihi,
Setelah menghubungi pihak-pihak yang terkait, mereka memutuskan untuk dapat menerbitkan dengan resmi komik Injil MESSIAS : Yang Diurapi, edisi khusus Pelayanan Maleakhi dengan harga yang khusus pula yaitu seharga Rp.17.000.000,- untuk 1000 buah buku, kurang dari separuh harga retail yang sebesar Rp.53.000,-

