
Cerita ini dimulai 5-6 tahun yang lalu, ketika saat itu saya masih memakai Nokia 6110 pemberian sebuah jemaat gereja di Taiwan setelah saya melayani di sana. Background cerita sedikit, sebenarnya ponsel pemberian Tuhan ini adalah ponsel hasil pungut di jalan. Seorang jemaat gereja itu menemukan ponsel ini di jalan, lalu dilaporkan ke polisi. Rupanya ada batas waktunya, setelah sekian lama tidak dilaporkan hilang oleh pemiliknya maka menjadi hak milik orang yang menemukannya. Oleh orang yang berbaik hati ini kemudian diberikan kepada saya. Pada saat itu ponsel ini sudah bisa dibilang ketinggalan jaman karena saat itu sedang masanya ponsel tanpa antenna sedang booming, khususnya Nokia 3310.
Ada seorang rekan pelayanan yang adalah anak seorang pengusaha yang suka sekali bercerita tentang bagaimana Tuhan memberkati dia secara finansial secara luar biasa. Jadi kira-kira setelah setahun saya menggunakan ponsel itu, dia bercerita bahwa dia akan mengganti Nokia 3210 nya dengan Communicator 9000i.
Pada saat itu, biarpun status Hamba Tuhan, kemanusiaan saya keluar juga. Saya langsung teriak, “Saya beli aja deh, saya pengen banget punya handphone tanpa antenna”. Nah yang mau saya share kan disini, mukanya langsung berubah, sangat amat tidak enak hati, dan menolak dengan halus “Aduh maaf ya saya sudah janji ini akan saya berikan ke salah satu staff saya”.