
Dalam salah satu episode game “Gundam” yang saya mainkan, dalam sebuah pertempuran para pilot baik dari pihak Federation (pihak protagonis) maupun dari pihak Zeon (pihak antagonis) berjuang dengan segala kemampuan mereka. Pada saat pihak Zeon sepertinya mulai menguasai lapangan pertempuran dan kekalahan Federation sudah di ambang pintu, muncullah tiga cahaya di langit. Cahaya itu adalah “flare” yang ditembakkan sebagai signal untuk mundur.
“Mundur ? Saat kemenangan sudah di ambang pintu ?” begitulah mungkin yang ada di benak pikiran para tentara Zeon. Tetapi apa boleh buat, perintah adalah perintah, dan tugas semua prajurit untuk mentaati perintah.
Dalam episode itu dikisahkan bahwa ternyata pihak Federation ternyata main curang, mengeluarkan rudal-rudal berhulu ledak nuklir yang sudah disepakati dilarang untuk digunakan untuk sepanjang masa. Apabila para serdadu Zeon tidak mundur, tentunya mereka semua sudah mati terpanggang nuklir. Sisanya mungkin akan hidup cacat seumur hidup. Sedihnya untuk selamanya mereka hanya akan “memaki” para jenderal mereka karena menarik mereka mundur di ambang kemenangan. Mereka tidak akan pernah tahu bahwa para jenderal mereka menyelamatkan nyawa mereka dari bom nuklir ataupun dari dampak radiasinya.
Kadang kala dalam kehidupan kita sehari-hari kita juga melihat tiga cahaya di langit saat kemenangan sepertinya sudah di ambang pintu. Tetapi kita harus sadar bahwa tiga cahaya langit kadangkala ditembakkan Tuhan untuk melindungi kita dari bahaya-bahaya yang mungkin tidak akan pernah kita ketahui.
Satu hal yang pasti dalam setiap hal, tetapi khususnya saat tiga cahaya di langit itu nampak, setidaknya itu adalah signal untuk kita kembali dekat kepada Tuhan. Bila itu terjadi, kembali ke Goa, menyembah Tuhan dan relax, DIA adalah penjaga kita. Amin !!!