Rekan-rekan yang terkasih,

Saya sendiri sebagai seorang rohaniwan Kristen, dan seorang agen asuransi yang adalah mitra masyarakat dalam menyediakan dana untuk pengobatan mendukung diluruskannya masalah ini dan kebenaran yang sejati diungkapkan.

Dengan prinsip Fair and Balance kami dengan senang hati akan memuat komentar dari pihak Sdri Prita langsung, RS Omni Tangerang maupun pihak lain yang berwenang.

Kami percaya komentar-komentar Anda adalah komentar yang berisi dan dewasa.

Per 8 Juni 2009 komentar yang tidak senonoh khususnya yang mengandung kata-kata makian tidak akan kami edit tetapi akan langsung kemi delete.

Terima kasih, TUHAN YESUS memberkati kita semua. Amin!

—————————-

Dari detikcom

Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca



Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh)

Posted by Administrator, filed under Daily Walk. Date: August 27, 2008, 12:47 pm | 439 Comments »

439 Responses

  1. armita Says:

    Laporkan ke Polisi saja apa yang Prita alami.

  2. micky andriansyah Says:

    mal praktek..lapor saja

  3. Beytra Says:

    Super!

  4. Lera Says:

    Where I may find more information?

  5. Sayti Says:

    I did not know, that it colud be possible..

  6. Duclia Says:

    That is so amazing for me! Thanks!

  7. Victory Says:

    Real data, thanks!

  8. Miru Says:

    Your information is very interesting! Thanx!

  9. Blog Says:

    I believe, maleakhi.com is much real blog! Thank you very much!

  10. Rina Says:

    How can I find more info about this topic, except maleakhi.com?

  11. Ruina Says:

    There is very interesting =)

  12. tukang ngomel Says:

    sekarang mbak prita-nya malah dituntut hukuman penjara, duh, UU di Indonesia kenapa ya?
    :(

  13. dobelden Says:

    info terbaru ibunya dah berurusan dengan pencemaran nama baik?

  14. E-ll-Y Says:

    sayang skrg malah Prita’nya yg nginep di LP tuh.
    semoga ada keadilan untuk Prita.

  15. adi Says:

    kok mbak prita malah masuk penjara sih, dan yang salah RS OMNI nya malah jadi pihak yg benar.
    Gak bakalan masuk OMNI deh.

  16. FridrihLop Says:

    Good article, the advertisment is sold?

  17. vivi Says:

    hanya karena surat seperti ini omni kemudian menuntut prita dan menjebloskannya ke penjara?OMG….rs omni harus lebih bijak lagi mengambil tindakan, malah jadi makin takut jadi pasien rs omni nih..stay away

  18. FokusLopss Says:

    Good article, Thanks. Thanks.

  19. Atetamom Says:

    apakah ini benar postingan Ibu Prita, kok saya baca di media komunikasi dan keluhan , katanya bukan postingan asli?alias sudah di re-write

  20. Bali Says:

    Mudah2an jgn ada lagi RS di Indonesia dengan kualitas mental dokter yg sgt buruk spt dokter2x di RS OMNI Tangerang …

  21. Barata Nagaria Says:

    Prihatin atas Kriminalisasi Pasien oleh RS Omni International Alam Sutera.

    Terus terang kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kriminalisasi pasien yang dilakukan oleh Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera. Apapun alasan kriminalisasi terhadap pasien tersebut, entah itu (terutama) melalui jalur pencemaran nama baik atau pun alasan lainnya, dipastikan akan menjadi bumerang yang sangat buruk bagi rumah sakit tersebut.

    Seperti diketahui, Prita Mulyasari (32) warga Villa Melati Residence Serpong, Tangerang Selatan yang memiliki anak masing-masing 3 tahun dan 1 tahun 3 bulan mengeluh atas pelayanan Rumah Sakit Omni International Alam Sutera (dikelola oleh PT Sarana Mediatama International).

    Keluhan Prita sebenarnya adalah pengalaman pribadinya sendiri ketika berobat di rumah sakit internasional tersebut. Namun karena merasa dipingpong dan tidak mendapat jawaban yang memuaskan soal penyakitnya, Prita kemudian mengirimkan email kepada sahabatnya, yang kemudian menyebar luas di berbagai mailing list.

    Pihak rumah sakit rupanya marah dan mengadukan masalah ini kepada pihak yang berwajib. Akibatnya Prita yang masih menyusui anaknya itu dijebloskan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang, sejak pertengahan Mei 2009.

    Pertanyannya, pantaskan rumah sakit mengadukan pasiennya, padahal dia mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari pasien ? Bukanlah jika keluhan kecil dari Prita jika ditanggapi secara professional, tidak akan menimbulkan keluhan yang lebih besar ? Bukankah respon yang dilakukan oleh pihak RS Omni Internasional bisa merusak citra rumah sakit secara keseluruhan ?

    Kami salut dan memberikan penghargaan yang baik terhadap Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) dan Dewan Pers yang mengangap bahwa penanganan RS Omni International Alam Sutera terhadap keluhan Prita terlalu berlebihan. Mudah-mudahan, kasus yang buruk seperti ini hanya yang pertama dan yang terakhir yang dilakukan oleh rumah sakit.

    Pada kesempatan yan baik ini kami menghimbau agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk turun tangan menangani persoalan rakyat ini. Bahkan jika perlu, para aktifis konsumen, aktifis perempuan dan anak, serta lembaga bantuan hukum untuk rakyat segera melakukan koordinasi dan komunike bersama untuk menuntaskan persoalan ini secara lebih adil dan lebih beradab.

    Barata Nagaria
    Koordinator
    Solidaritas Anti Kriminalisasi Pasien Indonesia (SAKPI)
    http://anti-kriminal.blogspot.com
    email : barata.nagaria@yahoo.co.id

  22. Episode RS Omni International dengan Pasiennya - victor’s weblog Says:

    [...] lain seperti Ndorokakung, Tikabanget, masgolek, restlessangel, ardifa, ibu venus, galeskha, maleakhi, karimuddin, dan masih banyak lagi. Tags: Omni International, Prita Mulyasari, UU [...]

  23. Muhammad Says:

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,
    kalau gara-gara posting ini akhirnya dipenjara, maka memang keadilan menjadi sangat relatif….

  24. nitnotzz Says:

    Tolong bantu prita yang saat ini sudah dipenjarakan oleh RS Omni international Tangerang karena tulisan dia diatas.. http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/06/01/brk,20090601-179289,id.html

  25. andi Says:

    buat ibu Prita, moga cepat sembuh dan semoga Alloh membalas anda dengan kebaikan, pd omni moga diberikan petunjuk, hmm, hal ini makin menguatkan pameo: “Dokter=orang yang membunuh anda dengan pil/obat/suntukan/infus/diagnosa, lalu membunuh anda dengan Tagihan”,

    Hanya Alloh-lah yang memberi kesembuhan dengan sempurna dan tidak meninggalkan rasa sakit.

  26. ika Says:

    terima kasih telah bergabung di cause mendukung ibu Prita :)

  27. dewi Says:

    pengalaman skaligus pelajaran yg penting bgt

  28. sugentho dkk Says:

    ya inilah akibat banyaknya rumahsakit abal-abal yg nampung dokter abal-abal. nyawa manusia jadi kelinci percobaan. dokter-dokter sampah spt diatas dirazia ajalah.. :D

  29. andi krishna Says:

    aku dukung kasus gini diusut tuntas.. benci banget ama Rumah sakit yang begono.. biar bangkrut sekalian

  30. Evi Says:

    Wah saya juga pernah mengalami….ini rumah sakit International juga…..dokter kandungan…..hahahahh…dia ga bisa apa2….kita dah bayar MAHAL utk cek…eh dia saranin untuk cek ke dokter lain……dia sendiri ga tahu apa2…..International di daerah Bintaro….

  31. funna Says:

    I have been there in 1996 for medical…you know what its really such aSucked Hospital…never ever go there anymore…

  32. Febri Says:

    Sngt memalukan, di era informasi yg sdh ckp canggih, mentalitas masih seperti org tdk bermoral, rasa tanggung jwb, kepedulian & keimanan sdh tergadai o/pundi2 uang yg memenuhi benak. Kumpulkan semua data/dokumen terkait dan kronologis kejadian, berikan ke LBH

  33. terserah Says:

    1. ingat lagu nya bung Iwan Fals – Kembang Pete.
    2. Ada Hukum Menindas tapi tak ada hukum Untuk tidak di tindas di negeri ini (bagi rakyat kecil).
    3.Nasehat ..selain bersabar (karena itu yang kita punya ) coba lah ke LBH .

    Semoga Bermanfa’at
    maaf klo komment ya gak nyambung

  34. achmad choiron Says:

    Wah saya no comment deh… nanti kalau saya ngomong kalau rumah sakit nih jelek, tidak profesional, dan kapitalis sejati, bisa kenak undang-undang ITu dan pencemaran nama baik. Apalagi kalau terus aku ngomong kalau dokter-2nya juga brengsek dan tidak profesional… wah tambah ngeri. Bisa-2 aku dipenjara seperti Mbak Prita.

  35. Dondi Says:

    Manajemen Rumah Sakit yang keblinger, bukan jadi customer feedback malah dipenjara, yang tidak berhati nurani lagi itu manajemen dan lawyer sudah kayak monster menjarain ibu2 anak dua yang mengungkapkan customer feedback. Ditambah kejaksaan yang dongo…… lengkaplah negeriku….

  36. teteh Says:

    kalau sudah begini YLKI kemana ya? bener bener konsumen dirugikan

  37. elang Says:

    laporkan saja ke polisi……. dan dinkes ……… karena tidak mencerminkan jiwa dan semangat pancasila serta kepribadian bangsa indonesia …yang dianut rs omni kan yahudi …………. tutup rs omni sekarang juga sebelum terjadi mal praktek oleh dr omni yang yahudi terhadap warga negara indonesia

  38.   Bebaskan Ibu Prita Mulyasari! by nuri!123 Says:

    [...] PENGALAMAN SDRI. PRITA MULYASARI DI RS OMNI TANGERANG (maleakhi.com) [...]

  39. ade Says:

    tx for the info… next kita mmg hrs lbh hati2..

  40. Dubai Says:

    Polisi & Kejaksaan keterlaluan. Sebaiknya Kepala kantor polisi & kejaksaan terkait mengundurkan diri…. http://www.detiknews.com/read/2009/06/02/163231/1141546/10/ylki-kriminalisisi-konsumen-kontraproduktif

  41. Mirdad Says:

    Laporkan saja ke polisi…
    saya juga gk setuju dngn apa yg saudari alami…
    saya hanya bisa kasih saran untuk laporin ke polisi…
    makasih info x…

  42. Tina Says:

    mmh,…yang sabar mbak, cepat lambat pasti dibalas semua perbuatan manusia-manusia yg tidak punya hati.

  43. ray Says:

    betul2 jadi kelinci percobaan, tapi koq justru korban yang dipenjara?????????????????

  44. raiderhost Says:

    semoga bisa menjadi pelajaran dan diambil hiukmahnya

  45. obakesama Says:

    ko malah ibu Prita Mulyasari yg ditahan?
    aneh…LAWAN MAL PRAKTEK!!!!!!

  46. ry Says:

    innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…

    smoga bu prita dan keluarga dapat tabah menghadapi cobaan ini, keep spirit yah bu prita! smoga Allah SWT melimpahkan azab yg setimpal buat dokter2 yg impolite dan gak bertanggung jawab tsb, di dunia dan akhirat…. amiiin….

  47. Baskoro Says:

    Semoga Allah SWT mengangkat sakit nya ibu dan mengampuni dosa2 ibu Prita. Semoga Allah SWT membukakan hati orang2 yang telah melukai ibu.

  48. dewi Says:

    dokter itu ya sekarang gak beda layaknya caleg….”keluar modal di awal untuk biaya sekolah dan balik modal setelah jadi dokter”…saya sedih sekali, problem mba tidak hanya sedikit yang memiliki cerita yang sama…bagaimana ya, yang memiliki kemampuan membayar saja dipermainkan, apalagi yangtidak…saya rasa universitas tempat di lantiknya dr2 yang tidak bertanggung jawab tersebut pun perlu dan harus di audit!!apalagi yang udah praktek!

  49. kubu Says:

    rumah sakit ***** beserta dokter-dokter nya.. setan duit semua *******… makan lah api neraka buat kau

  50. rizard Says:

    kenapa mesti ada tuntunan hukum…
    ini cuma blog yang tertulis curhatan seseorang yang dituliskan dalam sebuah blog.

    mudah2an jalan terbaik yang diberikan ALLAH SWT..

    Kebenaran itu akan terungkap dengan sendirinya, karena kuasa tuhan.

    mari berdoa bersama bu Prita.
    amien

  51. Anung Says:

    Akhirnya disalah gunakan juga UU ITE, saya sangat menyesal dengan tindakan RS Omni yang memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat terhadap UU ITE.

    Dan harusnya dalam kasus ini lembaga perlindungan konsumen turun tangan untuk membela saudari Prita.

    Apa memang begini ya nasib menjadi konsumen di Indonesia????

  52. lina Says:

    Luar biasa Indonesia. Benar hukum sudah buta, hanya standar apa yang diajarkan. Tidak mau menggali masalah Vs hukum secara fakta. hakim adalah gambaran Tuhan di bumi. Seram.

    Mbak Prita, berdoa dan ampuni manusia yang kejam. Tuhan yang sesungguhnya tidak buta dan tidak tuli.
    Tuhan memberkati anda sebagai Ibu, istri dan korban.

  53. thisoe Says:

    sbenarnya pihak rumah sakit harus memberikan hak jawab ataw memanggil ibu Prita untuk menanggapi keluhan yang dsampaikannya bukannya melaporkannya ke pihak kepolisian……Ibu Prita sebagai konsumen berhak untuk memberikan keluhan bila merasa tidak puas….saya masih ingat beberapa bulan lalu saya sempat menonton di salah satu stasiun swasta yang menayangkan tentang seorang yang memiliki Laptop merek terkenal baru beberapa bulan pemakaian ternyata rusak dan orang tersebut menuntut ganti rugi tapi tidak ditanggapi oleh pihak tersebut akhirnya orang itu menghancurkan laptopnya tetapi sambil direkam dan rekamana itu ditampilkan di salat satu situs terkenal sehigga pihak dari Laptop itu pun menanggapinya bukan memenjarakan orang yang punya laptop………cobalah bercermin di kebesaran hati orang asing untuk bersedia di kritik dan mau memperbaikinya………..Bebaskan Ibu Prita………….

  54. Virgo Says:

    Memang udah bener2 buta mata hati orang2 yg menjarain bu PRita. Tetap sabar ya Bu. Tuhan memberkati..

  55. dyno Says:

    Banyak RS di kita yg pelayanannya buruk sekali…bahkan yg berlabel agama. Saya sendiri pernah merawat anak di sebuah RS, biayanya besar setelah kami komplain terhadap obat2 yg diberikan krn setahu kami tidak seperti itu eh bisa direvisi sampai ratusan ribu…ampun deh. RS-RS model gini dan dokter2 yg merusak citra mereka hrs dicatat agar kita hati2 dalam memakai jasa mereka.

  56. Indonesian furniture Says:

    Mudah-mudah cepat selesai.

    Best Design of Indonesian furniture

  57. mega hasibuan Says:

    plz beri konsumen kebebasan bersuara..bukankah konsumen adalah raja..kenapa mengeluh malah harus terancam..kemana hati nurani orang orang yang mengaku berpendidikan dan punya integritas..ironis sekali

  58. atok Says:

    itulah indonesia

  59. theo Says:

    here the alternative story

    http://indonesiathisday.blogspot.com

  60. ashoka Says:

    Rumah sakit itu orientasinya apa? Sosial atau Bisnis? Dokternya disumpah sebagai humanis atau pengusaha?

  61. ahmad r Says:

    Tetanggaku juga pernah merasa mendapat layanan yang mengecewakan dari RS ini.Akhirnya dia pindah ke RS lain.
    Kayakanya Pihak Developer Alam Sutera mesti USIR itu rumah sakit AGAR TIDAK MERUSAK CITRA Kemegahan Kawasan Alam Sutera. Sungguh tindakan yang amat memalukan dari pihak RS OMNI !!!…. moga2 ga ada yang berobat ke sana lagi …
    RS OMNI = Rumah Sipir …..

  62. ahmad r Says:

    Developer Alam Sutera nampaknya harus USIR itu Rumah Sipir ….eh Rumah Sakit heh . sebab itu tindakan dari pada pihak RS OMNI itu bisa merusak Citra dan Kemegahan Kawasan Perumahan Alam Sutera. hey kowe orang and manajemen OMNI kowe orang tidak layak beroperasi di kawasan elit Serpong heh … kowe RS OMNI mestinya operasi dikawasan pedalaman hutan sana … ME … MA …. LU …. KAN !!!

  63. Puspita S. Ningrum Says:

    Masya Allah.. Kasihan ibu Prita. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kelapangan pd keluarga Ibu Prita.

    Semoga masalah ibu Prita dapat diselesaikan dengan cara yang lebih beradab. Kita kan punya Undang- undang perlindungan konsumen, Kom perlindungan perempuan, n dan apalagi Ibu Prita sedang dimasa menyusui berarti bisa dilindungi oleh kom perlindungan anak.

  64. sam Says:

    Mari kita berdoa bersama, biar rumah sakit yang menzalimi pasiennya bangkrut sebangkrut-bangkrutnya…

    Media di exposs donk!!
    biar heboh kayak kasus manohara.

    atau keluaarga bu Prita datangi aja salah satu TV.

  65. Dinda Says:

    Tega banget sih, memenjarakan seorang ibu yang masih menyusui anak nya. Apa tujuan RS Omni? supaya ibu Prita jera..? saya pikir hal ini justru membuat smua orang tidak suka dan semakin berhati-hati dengan RS Omni. RS Omni, anda justru kehilangan simpati dan kepercayaan dari banyak orang. Sebuah RS itu kan menjual service. Inikah service yang anda berikan kepada pasien anda..?

  66. jesicca Says:

    ya nih gw bingung sama uud dinegara ni…
    cuma karena keluhan z di hukum…

  67. ade Says:

    kalo pasiennya jadi meninggal gara2 malpraktek or uji coba..jawabannya apa ayooo..truss..rumah sakitnya bisa dituntut ditutup gak….gakkk mungkin….paling minta maaff ini itu ..jalan damai…truss..bikin statement media….tolong dong hargai nyawa….
    duh negeriku..makin jelas…..maluuuu…donggg..kalo sampai berita ini tersebar keluar negeri..apa kata duniaaa..maluuuuuuu..masa pasien yang jadi uji coba malah dibilang kriminal sihhhhh…tobattt..ga akan mau gue berobat ke RS tersebut di daerah manapun…hmmmm…

  68. bee Says:

    benar benar tidak mengenal rasa yang seharusnya pihak Rumah Sakit harus menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. kalo sampai memenjarakan pasien mending buka pabrik senjata saja. biadab dan binatang.. itulah yang pantas bagi yang memenjarakan ibu Prita..

  69. tri Says:

    Sbar ya bu,doa orang yang teraniaya dikabulkan sm allah! Buat Pemilik OMNI dan OKNUM yang tidak bisa menerima kritik yang membangun, KE LAUUUUUUUTT AJAAA….

  70. Moon Child Says:

    ini sudah termasuk pelanggaran HAM atas kebebasan berekspresi dan memandulkan masyarakat sebagai kontrol sosial.lalu apa bedanya dengan sistem negeri komunis bila informasi menjadi langka bagi setiap warga negaranya.

    laopr ke KMONAS HAM saja dan uji publik UU ITE ke Mahkamah Konstitusi..bukan tambah maju negri ini, tambah menjadi tirani pemerintah negeri ini.

  71. andi Says:

    saya sangat prihatin kasus ibu prita sampai menjadi begini,
    karena kenyataannya memang banyak rumah sakit yang mengejar target/omzet dan membuat alasan untuk memperpanjang pengobatan.
    Saya sendiri pernah mengalami tidak puas dengan pelayan rumah sakit, & akhirnya tetap saja kita harus membayar biaya yg mahal sedangkan keluhan kita tidak ditanggapi.
    Yang jadi masalah lagi bahwa tadi pagi ada salah satu mentri berbincang disalah satu radio jakarta, bahwa departemennya tidak bisa membantu apa2 karena ini bukan soal kesehatan lagi tapi soal pencemaran nama baik. Dan dikatakan salahnya kenapa membuat keluhan dimedia internet/blog tidak kejalur seharusnya, padahal kita tahu bu prita telah lakukan keluhannya ke rs tsb.
    Jelas ungkapan mentri tsb seperti cuci tangan bahkan cendrung menyalahkan…
    kasihan ya kita sebagai konsumen hanya bisa menanggung kerugian saja, bahkan sampai tingkat pemerintahan ataspun terlihat mengelak.
    ya mudah2an komentar kita ini juga tidak dianggap sebagai pencemaran nama baik..

  72. hendrawan Says:

    Ada yang bisa mengorganisir untuk minta bantuan ke LBH dan lembaga konsumen, siapa tahu kasus ini bisa diajukan balik ke pengadilan, karena dengan data surat terbuka itu bisa ditelusuri kesalahan diagosanya dimana, yang sekarang nampak kelihatannya RS OMNI telah berlaku tidak adil, karena yang sakit dan keluar uang malah tambah disusahkan.

  73. maeskar Says:

    dukungan keluar untuk mba prita selalu ada bagi orang orang yang menyayangi

  74. akhmad yani Says:

    Saya ikut prihatin, tidak seharusnya Rumah Sakit notabene label internasional menggunakan cara-cara yang tidak seharusnya. Kenapa saya katakan itu ..? sebagai Rumah sakit itu fungsinya adalah bagaimana membuat pasien terpuaskan akan pelayanannya. Ingat bahwa orang sakit bila kondisi kejiwaannya tak puas dengan pelayanan, ini akan berpengaruh bagi proses penyembuhan. Unsur sugesti mempunyai peran 50 % mempercepat pasien sembuh. Semua pasien dan Rumah sakit tentu berharap waktu tinggal di rumah sakit lebih cepat, bukan cepat karena mati tapi sembuh gitu lo. Tentunya pendekatan ke pasien ini harus lebih arif dan bijaksana.
    Kita bisa lihat apa respon masyarakat atas sikap RS yang mengedepankan jalur Hukum ini ? Orang akan prihatin, dan tentu ngeri “kalau berobat kesitu ” . Pengen sembuh dari derita fisik malah ketambahan derita batin. Tentu penyakit yang diderita akan lebih cepat …. meluas, ketenangan jiwa orang sakit sangat-sangat berpengaruh terhadap upaya penyembuhan pasien.
    Saya pikir Ibu Prita mengeluh pasti ada sebabnya… mudah ditebak … tentang pelayanan rumah sakit, walaupun saya belum mendengat cerita lengkapnya. Apapun Pasien salah…. memang kondisi nya sakit… labil… ndak sabar…. minta dilayani cepat… dan sebagainya… sulit. Jadi orang yang bekarja dan membuka Rumah sakit harus siap menerima itu….dan harus bisa melayani sampai pasien itu yakin Rumah sakit ini bisa memberikan garansi.

    Saya kira bila Rumah sakit bisa menangani keluhan Bu Prita dengan baik, dan merasa terpuaskan, tentu tak sulit RS meminta Bu Prita menarik email yang pernah ditulisnya.
    Itu adalah pengalaman saya menangani pelanggan/pasien atas komplain pelayanan kita , dan sudah menulis di surat membaca sebuah surat kabar. Kita datanya ,kita bantu dan kita selesaikan apa yang menjadi keluhan.. sampai terpuaskan… . Dan apa yang terjadi selanjutnya tanpa diminta dia klarifikasi tulisan nya dengan tulisan yang lebih baik tentang kami.

    Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.dan Bu Prita mendapatkan perlindungan , amin

  75. maeskar Says:

    semoga mba selalu di beri kesabaran untuk mba prita.. amin mba ingat allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar kemampuannya jadi sabar selalu buat mba prita..

  76. dokter Says:

    Dokter juga manusia guys… terkadang dokter sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak yg lain gimana… tidak semua dokter seperti yg kalian asumsikan.. pribadi dokter pun menyimpan kesedihan terdalam.. yaitu tanggung jawab langsung ke pada Tuhan terhadap nyawa2 pasien yg di tanganinya…
    Dokter menguras uang pasien…? biaya oabat emang mahal, klian protes lah ke depkes ato menkes mengenai harga obat yg beredar di indonesia,, masalahnya klo sakit ringan obat pun masi murah,, klo sakitnya sudah parah biaya obat pun yg keluar semakmin banyak,, klo obat2 tersebut tidak digunakana pasien bisa mati,, yg salah siapa.. dokter serba salah,, ingin menolong kok malah di hujat,,
    MAKANYA JAGA KESEHATAN DOOONG GUYS

  77. Kreshna Iceheart Says:

    Inilah akibat dari ekonomi pasar bebas yang kebablasan. Terlihat bahwa Indonesia mulai menganut politik right-wing konservatif pro-kapitalisme seperti di Amerika, dimana konsumen boleh diinjak-injak oleh perusahaan-perusahaan besar. Seperti di Amerika, freedom of speech dan kebebasan individu ditindas dan diinjak-injak demi kepentingan kapitalisme.

    Seandainya gua tidak golput sekalipun, gua tidak sudi memilih Presiden dan Capres yang pro ekonomi pasar bebas.

    Eropa dengan sistem ekonomi terkontrol berhasil melindungi kebebasan warga -nya dari penindasan kapitalisme. Sementara itu kebebasan individu sangat dijamin (left-wing liberal). Beda banget dengan Amerika. Amerika membuat gua jijik dan pingin muntah.

    Pokoknya gua tidak mau memilih Presiden dan Capres yang pro-Amerika dan pro pasar bebas!

  78. Lilis Shohifa Says:

    kaget banget baca berita ini… jadi ngeri….

  79. Lilis Shohifa Says:

    udahlah… pake herbal aja… cari alternatif pengobatan yang kecil efek sampingnya. dokter ngobatin satu penyakit muncul lagi berbagai penyakit sampingan… ya biar prakteknya jalan teruzz… :)

  80. marinus pionam Says:

    mohon bantuan para praktisi atau lembaga hukum , agar kepolisian, kejaksaan maupun hakim yang menagani kasus ini supaya di periksa, karena ada indikasi yang sangat kuat telah terjadi penyalahgunaan wewenang & kolusi antara pihak RS. omni & aparat hukum.

  81. Sunggoro Trirahardjo Says:

    Hati-hati kalau berbicara lisan, nanti oleh teman bicara disampaikan ke orang lain, dan seterusnya dan seterusnya. Maka anda nanti akan dituntut secara hukum. Akibatnya nanti semua orang jadi paranoid, serba curiga dan sekaligus takut. Wah bagaimana negara ini, nanti semua jadi diam dan sediam-diamnya, ujung-ujungnya hilanglah keperdulian akan sesama. Saya kira semua itu bisa dibicarakan dengan sebaik-baiknya, kita bangsa ini bangsa Timur, yang memiliki kebesaran hati. Kecuali sudah terpengaruh nilai-nilai lain, yang dianggapnya lebih memunculkan eksistensi diri : kebendaan atau pemujaan akan harta.

  82. naufal solo Says:

    kini ibu dah merasakan pedihnya ditahan.mudah-mudahan ibu kelak dimasukan surganya Allah dan dapat menikmati smua yang diharap ibu. dukunganku untukmu ibu

  83. ulfa rosalina Says:

    mba prita..
    just go ahead..!!!

    big girls don’t cry…
    all people love what u have do…

  84. Ismail Siregar Says:

    Yg jelas
    kita didik UNTUK TIDAK DISIPLIN !!!
    TIDAK JUJUR
    yang pada akhirnya kita juga secara tidak langsung didokrin untuk MUNAFIK !!!….

    masih banyak kasus-kasus yang lain lagi selain yang telah dialami oleh Ibu Prita Mulyasari.
    Karena tujuan ibu Prita sangat mulia sekali, supaya rekan-rekannya tidak mengalami seperti apa yg dialami ibu Prita

    Ehhhh… malah… …..

    Dan masih banyak yg tidak selesai,

    kenapa ??? …..

    ha…

    karena TIDAK ADA KEPENTINGAN

    kepentingan apa ?….

    mungkin kita semua sudah tahu

  85. akuwong Says:

    Semoga Allah SWT menjadikan rumah sakit Omni Tangerang segera bangkrut dan menjadi sadar akan perbuatannya, akhirnya mereka menjadi manusia yang beriman. Amin

  86. chrisman bintoro siregar Says:

    Gila bener, masak hanya gara2 begitu aja dianggap pemcemaran nama baik???
    mending kita semua berobat ke PONARI aja atau alternatif, biar pada bangkrut RS2 karena ga ada yang mau dateng

  87. cobe Says:

    Saya seorang dokter, kayaknya ga semua kayak gitu. Kita sering kok melakukan aktiftas sosial. Ke daerah banjir dll… ga selalu mikir duit. Yang bermasalah tuh entah siapanya, yang jelas kayaknya dia punya uang triliunan yang bisa seenaknya memnjarakan seorang muslimah yang baik seperti bu prita.
    Anda semua bisa jalan2 ke rs pendidikan rata2 yang sekolah tuh yang punya uang dan terbiasa hidup dengan bergelimpang materi, ipk juga ga semuanya bagus. Di bagian tertentu di pusat pendidikan kedokteran spesialis di jawa ada lebih dari 50% sekolah dengan biaya dari orang tuanya. Orang kaya kadang rasa sosialnya kurag, walau ga smua. Jadi curhat nihh…
    Saya pengen sekolah aja ngumpulin uangnya lama banget.
    Buat tim pembela/advokat tolong bantu bu prita, Tim Pembela Muslim tolong bisa turun tangan….
    Emang harus hati2 juga kalo berobat, harus memilih rumah sakit dan dokter yang sehati dengan kita….

  88. mEmEy Says:

    Seharusnya Pihak RS Omni Tidak melakukan tindakan seperti itu? Seharusnya pihak RS Omni Tidak Melakukan itu Berarti RS tsb Mencemarkan nama baik pihak RS Omni Sendiri……./
    RS Omni Semoga Allah SWT membalas Atas Perbuatan kalian……

  89. dayat Says:

    doa qu slalu untuk mu ,

    smoga dapat keadilan dan sjujur2nya

    berjuang truz MAMI untuk masyarakat INDONESIA

  90. nikEN Says:

    DuaSAr RS **** *** **** ***

  91. Agata Says:

    Menyelesaikan permasalahan dengan kekeluargaan mungkin lebih bijaksana daripada mengorbankan nasib seorang ibu dengan 2 batita utk masuk penjara.

  92. jaja maharja Says:

    Rs Omni Tangerang, itu bukan layanan masyarakat, tapi layanan *******, RS hanya mencari keuntungan bisnis, dokter ny saya kira juga Goblok2 tahunya gaji besar tapi gak profesional,, sebaiknya pemerintah juga harus belajar dari kejadian ini, jgn hanya mengeluarkan ijin tapi dak pernah kasih penyuluhan tentang bagaimana membantu masyarakat, regulasi di negri ini lama2 rusak mentalnya, ada uang seminggu ok, gak ada uang setahun gak selesai,

  93. Penegak Keadilan Says:

    OMNI HOSPITAL adalah sarang penyamun…lawan-boycott… biar mampus..!!!

    Dr. HENGKY GOSAL, SpPD dan Dr. GRACE HILZA YARLEN NELA adalah ******* medik yang tidak punya otak dan integritas, cuman doyan duit… lawan-boycott… jangan pernah gunakan jasa mereka lagi…mampus kau setan2 durjana..!!!

    RISMA SITUMORANG, HERIBERTUS & PARTNERS adalah ******* hukum yang cuman doyan duit…lawan..bersihkan peradilan Indonesia dari setan2 durjana..!!!

  94. wanita Says:

    kok artikel surat pritanya dah diganti ya mas blogger, kemarin saya lihat masih ada,mohon ditampilkan lagi apa adanya,tidak perlu takut mas untuk menyuarakan kebenaran

    GBU

  95. hendry Says:

    kalo bisa di tuntut balik aja,…rumah sakit apa tuh,bukannya menyembuhkan malah mematikan,..

  96. christon Says:

    sudah saatnya hospital tidak diterjemahkan menjadi rumah sakit

  97. edy santoso Says:

    semoga setelah memenjarakan pasiennya sendiri,rs omni jadi sepi pasien,siapa yg tdk berpikir 2x kalau mau masuk kesana??? Lbh dimana kalian???

  98. nova Says:

    hukum di indonesia?

  99. Ronny Says:

    Saya kira YLKI dan IDI harus terlibat membantu sdri Prita Mulyasari membuktikan keluhan yang dia alami selama menjadi pasien di rumah sakit OMNI. Jika memang terbukti Rumah Sakit OMNI salah dalam melakukan penanganan pasien terhadap Prita Mulyasari, maka sdri Prita tidak bersalah, sehingga harus dipulihkan nama baiknya. Tentu, pihak rumah sakit harus bertanggungjawab. Jadi, kasus Prita tidak boleh langsung dialamatkan ke soal Pencemaran Nama Baik.

    Salam
    http://www.ronny-hukum.blogspot.com
    saksi ahli uji UU ITE di Mahkamah Konstitusi

  100. beelast Says:

    alhamdulilah akhirnya bu prita bebas euy..nih bs jadi pelajaran buat qt semua guys jgn trlalu percaya sama rs.internasional di surabaya jg ada yg spt itu di daerah nginden bener sich bagus tp dokternya mata duitan semua maaf3 kalo ada yg tersinggung
    peace man…

  101. ulfa Says:

    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil
    pahitnya menjadi rakyat kecil

  102. putri Says:

    SELAMET YAE………………………………………

    tk bak Prita….

    tenang ajah mbak…. benerny tuh salah rs omni ndiri…..
    jgn krn ini mbak jd tkt mengeluh……

    oke…………………….

  103. Minta Keadilan Says:

    Ayo mari semua kita kompak untuk tidak menggunakan jasa atau berobat di rumah sakit rumah sakit yg arogan dalam hal ini adalah Rumah Sakit Omni International Alam Sutera..

  104. Minta Keadilan Says:

    Bengkel mobil yg spare partnya benda mati saja mau koq di komplen,,,
    masa Rumah Sakit Omni International Alam Sutera.. yg notabene berurusan dgn organ tubuh manusia yg sensitive dan ciptaan TUHAN YME tidak mau di kritik ????

    Lulusan mana tuh dokter² di Rumah Sakit Omni International Alam Sutera..

    Gak Qualified banget ????? jadi dukun aja mendingan ,,,,,,,,

  105. --=BangsBro=-- Says:

    Wah kalo hukum gampang dibayar yah kayak gini deh jadinya, yang lemah semakin terpojok. Yang kuat semakin menjadi-jadi. Wahai yang punya perusahaan gede, janganlah semena-mena dengan orang sipil, janganlah arogan, mentang-mentang bisa membayar mahal aparat. Tobatlah, hentikan arogansimu, semakin kamu arogan, semakin terlihat TOLOL!!!

  106. Hendro Says:

    semoga pihak2 Rs Omni yg terkait dpt mencabut tuntutannya,berilah mereka kesadaran dan pencerahan bahwa yg mereka lakukan it salah dan dpt menimbulkan suatu konflik yg lbih merugikan semua pihak….Amiin
    g bsa dibayangkan ank yg msih menyusui harus dipisahkan dri orngtuanya wlaupun sekejap….

  107. balck Says:

    Ada yang bisa kita lakukan, sebagai masyarakat, sebagai pengguna media internet :
    1. Bila sakit pergi ke RS lain selain OMNI. Masih banyak RS yang lebih baik.
    2. Ubah isi UU agar tidak disalahgunakan untuk menekan pihak yang lemah.
    3. Tuntut balik RS Omni, atas nama konsumen, atas nama masyarakat umum.
    4. Periksa pihak berwenang yang terlibat, apakah ada faktor lain yang menyebabkan ibu prita di hukum seperti itu.

  108. Arya Says:

    Sungguh keterlaluan Rs omni. Saya dukung ibu prita.

  109. Soetjahjono Says:

    Di Indonesia ini yang kaya (banyak uang) akan menag. Ingat BLBI apakah ada yang (sudah) dihukum. Saya dukung atas keberanian IbuPrita, dan saya bertanya tanya tanya tanya tanya apakah Hakim masih ikut Uang ????????

  110. wali Says:

    Semoga Allah melindungi ibu prita, saya mohon ibu prita banyak-banyak berdoa, karena doa orang teraniaya sangat didengar oleh Allah SWT. Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang tidak diridhoi Allah SWT, amin.

  111. sunendar Says:

    yes saya sebagai perawat juga setujumbak prita harus bebas demi hukum dan itu sebagai pelajaran buat OMNI

  112. Minta keadilan Says:

    GEMPUR SAJA RS OMNI SEPERTI BEGITU LEMPARI BATU…. SAMA PENDUDUK SEKITAR, JANGAN ADA DITANGGERANG MEMALUKAN DAERAH KAMI… USIR USIR SAJA DARI TANGGERANG SETUJUUUU LEMPARI BATU…. DIATAS BANYAK KOMENTAR YANG LEBIH MENJATUHKAN NAMA RUMAH SAKIT AYO ADUKAN LAGI KEPOLISI BERAPA ORANG TUH YANG DIPENJARA, ASAL MAIN LAPOR SAJA DASAR RS KEPARAT…. AYO BLOKIR DAN USIR DARI T A N G G E R AN G….

  113. Hendra Says:

    Kepada ibu prita harap sabar dan mengikhlaskan semua yang terjadi. Itulah namanya hidup yang harus kita jalani. Biarlah itu menjadi pelajaran buat kita unuk brsikap sabar dan tegar. Jadikan kejadian yang ibu jalani sbagai pengalaman hidup dan masa lampau ibu. Pikirkan aja Masa depan, so mana tau masalah yang ibu jalani berat daripada kjadian yang ibu jalani sekarang, kan kita ngak tahu masa depan itu seperti apa? Hanya tuhanlah yang tahu. so ibu jangan trlalu dipikirkan. AYO…… BU……… MANA SEMANGATNYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  114. terminator T-600 Says:

    tutup aja RS OMNI. . . .I’ll be back!!!

  115. sINTING Says:

    RS OMNI ITU DI KELOLA ORANG ORANG SINTING, ….. AYO ADUKAN LAGI, BIAR KE PENJARA LAGI, YANG NULIS INI DIREKTURNYA TAHU….. BENERKAN SINTING

  116. Ali Mustofa Says:

    yang di lakukan prita hanya mengadukan keluhannya ke teman2nya, e malah jadi masalah besar. dan celakanya pihak PN tangerang sendiri kayaknya juga ngga faham hukum atau karena ada kepentingan sehingga menjatuhkan hukuman yang tidak semestinya.

  117. Administrator Says:

    @Minta Keadilan (112) tenang Pak, jangan provokatif. Yang kita semua inginkan keadilan dan perbaikan, bukan kerusuhan atau penutupan RS. Bagaimanapun juga masyarakat Indonesia masih butuh RS, yang manusiawi tentunya.

  118. Cahyo Says:

    Inilah salah satu bukti ketidak profesionalnya manajemen RS Omni.Utk penegak hukum,tindak tegas yg salah & jgn bela yg gk benar,jgn terbuai dg materi..kt hdp cm sbntar..ya to..bravo!!! penegak hukum yg jujur!

  119. RSD Tgr Says:

    Setuju usirlah dari Tanggerang atau meminta ke Pa Bupati agar diubah nama jadi rumah sakit Pemerintah… Tolonglah pak Bupati warga Tanggerang masuk Tahanan…

  120. TEGANIAN Says:

    SE ORANG IBU DITAHAN DIPENJARA GARA GARA SEPERT ITU…. KETERLALUAN AMAT,….. MENDENGARNYA SAJA SAYA MARAH…
    BEGO AMAT SIH…..

  121. hadi Says:

    sebagai lembaga pelayan masyarakat RS OMNI seharusnya menanggapi keluhan dgn lapang dada, bukannya gusar lalu memenjarakan ibu prita,itu menunjukan tidak profesionalnya sebuah rumah sakit,bahkan bisa jadi buah simalakama,semoga kejadian ini jadi pelajaran berhrga bagi kita serta lembaga penyedia kesehatan lain agar bekerja dgn profesional tanpa merugikan siapapun.
    semoga ALLAH SWT mengampuni kita (amin)

  122. aris sugiarto Says:

    masak sih masih ada dokterrr yang GOBLOCCCK kayak gitu he he heand pengacaranya tuh juga kliatane jg goblokkk .masak kasus kok gak konbten ma masalahnyaaaaaa. pripun menikoo BU MENTERIIII ………

  123. putrajakarta Says:

    Untuk kasus ini…
    1. sekarang sudah ada media elektronik dan banyak yang komplain melalui media ini, dan menurut saya kalau itu berlebihan, mengapa “prita” masih berani maju tanpa mencabut komplainnya..
    2. ga semua dokter kaya gitu… gua yakin… tapi mungkin karena pengen jadi dokternya aja buang duit banyak, makanya gantinya juga harus lebih banyak..
    3. pemerintah harusnya berkaca dan memperbaiki diri… ingat uang yang kalian pakai adalah uang rakyat…
    4. untuk yang “memanfaatkan” keadaan ini ingan TUHAN diatas sana mengawasi anda… (omni pasti sanggup b***** besar)..
    5. pis lop n gaul… semoga menjadi bahan pelajaran dan perbaikan… TUHAN maha mengetahui

  124. tutup aje Says:

    Mohon dipersilahkan RS Omni tutup sajalah maluuuu…….pemda tgr

  125. prita Says:

    sungguh bejat prilaku semua tersebut karena dia telah menyakiti orang yang lagi sakit, sungguh tidak manusiawi dan tidak mempunyai pikiran manusia.

    kasus ini menjadi peringatan bagi dokter dan rumah sakit lain moga tidak melakukan hal yang merugikan pasien

  126. Tukang Ronda Says:

    he..he..namanya juga rumah sakit, kalo masuk rumah sakit ya hasilnya pasti tambah sakit. kalo mo sehat ya masuk aja rumah sehat pasti jadi lebih sehat…..

    btw hanya karena keluhan seperti ini kita bisa di ancam penjara. Apakah berarti kita tidak bisa mengeluh atas layanan publik ??
    Bagi mereka yg telah jadi langganan RS tersebut, mohon diingat JANGAN PERNAH MENGELUH ATAS LAYANANNYA, salah2 bisa dipenjara

    Dan ini adalah arogansi yang memanfaatkan UU, UU tersebut harus direvisi lagi

    Thanks

  127. dyah Says:

    sebetulnya kita sering baca surat pembaca yang komplain tentang pelayanan publik, dan ditanggapi dengan baik oleh pihak HUMAS-nya. Jadi ANEH aja kalau keluhan mbak prita langsung ditinjaklanjuti dengan tindakan PELAPORAN KE POLISI dan PENAHANAN, kayaknya ini udah pake hukum rimba deh..

    Untuk PENGELOLA RS OMNI dan kuasa hukumnya, pakailah hati nurani, CERDAS SEDIKIT bisa nggak sih? Jangan mikirin duit melulu,

    Salut buat media yang telah mem blow up kasus ini sehingga mbak prita bisa mendapatkan dukungan/simpati dari berbagai pihak. Untuk mbak Prita selamat berkumpul dangan keluarga kembali dan JANGAN TAKUT email-an lagi ya,,

  128. zaman ratu adil Says:

    sangat memalukan,……. mau berobat malah dipenjarakan, ibu Prita sabar ya yakinlah ratu adil ada bersama ibu, kami semua mendukungmu, mereka akan menerima karma perbuatan sendiri,

  129. Tokoh Masy Tgr Says:

    TOLONG….. BEBASKAN Ibu YANG DIPENJARA ITU kalau tidak…. Kurang Lebih MASSA 20 RW MASYARAKAT AKAN TURUN….. Beribu ribu massa turun malam ini juga AWASSSS Kami Menuntut BALIK…. KAMI MENGANCAM……..

  130. when justice come to INDONESIA?? Says:

    RS nya hebat bgt deh. SALUT BUAT RS OMNI ! ;)
    JAGO MEMUTAR BALIKKAN FAKTA. yg salah siapa.. yg di laporin siapa.
    aduh kasian korbannya kl gt
    harusnya itu jadi MASUKKAN YG POSITIF BUAT RS biar GA ADA KORBAN LAGI !
    tp tnyata RS tidak bersikap baik..
    TIDAK BISA MENYIKAPI KRITIK dr pasiennya. apakah itu pola pikir orang” besar di RS Int’l tsb ??

    wew.. i want to ask again : WHEN JUSTICE COME TO INDONESIA ???

  131. TWOH Mania Says:

    Sebenarnya keluhan semacam itu SEHARUSNYA DITANGGAPI DENGAN MENINGKATKAN MUTU DAN PELAYANAN DARI RS OMNI tersebut, bukannya malah DIPERKARAKAN. Hal tersebut menunjukkan ketidakmampuan RS OMNI untuk menyelesaikan masalah sepele, bahkan walaupun RS OMNI menang dalam kasus ini, hal itu MALAH AKAN MEMPERBURUK CITRA RS OMNI di masyarakat.

  132. Koleksi Says:

    Diatas banyak nama nama yg mencemarkan RS OMNI, kumpulin namanya terus adukan lagi ke polisi berapa ratus orang tuh…. langsung penuh penjara…. ada yg susah nangkepnya soalnya nulis comment nya di warnet, POLISI BINGUNG HABIS DI ONGKOS NYARI NYARI BURON DI SEKITAR WARNET,gara gara pencemaran RS Omm! Iyalah lebih parah dari ibu Prita….

  133. ardian rahman Says:

    bismillahirahmannirahim…..,, mmmnnn,,,,, menurut saya peran pemerintah disini dapat mendidik masayarakatnya mengenai kejujuran dengan membuat lembaga atau apalah yang bisa menampung dana hibah dari masyarakat mampu kepada yang kurang mampu untuk mereka yang memang benar2 membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih bagus,, mungkin dengan metode pengelolaan manjemen tanggung renteng or seperti penampungan dana untuk membantu org arab yang mau menikah d karenakan mas kawin wanita org arab mahal…..,,, wkkkkkkkk…………,,, karena masalah sebenarny dari kasus ibu prita ini adalah masalah mengenai perlindungan konsumen dan kode etik kedokteran….,, hohoho……..,,, dan sisi lain dari keadaan ibu prita adalah pertumbuhan anakny yang saya liat dan saya dengar dari mediamasa mala menjadi anak yang cepat emosional setelah ibunya masuk lapas…………,,,,,, hehehehehehehehehe………………………………..,,,,,
    dan bukankah Rasullah Muhammad S.A.W selalu mengajak qt agar belomba2 dalam kebaikan…….,,,, :p weh……..,,,,,, ^^!?v ‘pisss…………,,,,,

  134. mastok Says:

    Maakk…. aku ogah cakittt… ngeri maakkk..

  135. kla sb yod Says:

    Bu Prita tenang.. anda benar… saya ada dibelakang mu….

  136. Aku Cinta produk Indonesia Says:

    Ya sudah kita ambil pelajarannya saja
    Kita hidup di negara namanya Indonesia
    Mustinya kita2 ini yang harus “care” terhadap negeri ini, dari urusan yang sepele sampai yang penting sejatinya kita semua wajib dan bangga akan negara kita ini.

    Gunakanlah produk Indonesia, yang kerja orang kita duitnya nggak akan lari keluar negeri karena “franchise” kita semua jadi sejahtera.
    Apalagi yang suka berobat ke Singapura….. TERLALU…..

    I love my country… INDONESIA

    Wright or wrong is my country….

  137. Enan Says:

    Sekarang semua tahu, sebenarnya siapa yang mencemarkan nama baik? Dengan mengkriminalisasi pihak pasien, bukannya menanggapi keluhan dengan semestinya, Pihak OI sudah mencemarkan nama baiknya sendiri, karena semua orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu apa yang terjadi. Dengan pemunculan berita secara besar2an di berbagai media orang yang tadinya tidak tahu tentang keluhan Ibu Prita (termasuk saya) akan tergelitik untuk mengetiknya di GOOGLE, sehingga sampailah menemukan salah satunya blog ini…. Bukankah sebenarnya ini menjadi bumerang bagi pihak OI sendiri?
    Kepada semua pihak hendaknya berfikirlah dengan jernih tentang segala hal, gunakan hati nurani selama kita masih punya…..

  138. PEMUDA PANTURA Says:

    dimana UU Indonesia yah??? Harusnya Bu Prita yang dilindungi!!! Bukan RS OMNI… Dan sah-sah saja warga negara berkeluh kesah. Tindakan Aparat sangat berlebihan. Atau beginikah hukum? Melindungi yang punya duit dan kuasa dan menindas rakyatnya sendiri?????
    Ya Tuhan.. berilah kekuatan untuk Ibu Prita.
    BOIKOT RS OMNI INTERNATIONAL!!!!! BELALAH ORANG KECIL PAK POLISI!!!!

  139. eko dompet jogja Says:

    ini benar2 keterlalual.sal;am hangat buat mbak prita.buat pihak berwenang:usut tuntas!!.buat para elite politik/pilpres:ini kasus real yang mesti anda tanganni dan tuntaskan!!!

  140. odoel Says:

    ampun deh omni.., kga bakal ksono gua..

  141. Sharon Says:

    Sabar ya Mbak Prita..
    Orang sabar pasti didengar doanya oleh Tuhan. Tapi HUKUM HARUS TETAP DITEGAKKAN!! Lawan RS OMNI spy jangan ada lagi Prita2 yg lain.

  142. Al Fahmi Says:

    Ass….Ibu Prita dan kluarga.
    “Kebenaran Akan Muncul dan Kebathilan akan hancur”.
    Syukur Alhamd4JJI… Kita panjatkan hari ini Ibu Prita telah ditunjukkan Kebenaran itu dan bisa kumpul kembali bersama Kluarga, Mdh2an ini merupakan titik awal sinyal dari kebenaran yg ibu Prita dan kluarga perjuangkan dari RS yg telah dipercayakannya.
    Yakinlah Ibu Prita dan kluarga,Kebenaran yg Ibu cari akan muncul dan kesalahan yg dilakukan pada Ibu Prita dan Kluarga akan Hancur.
    semoga Masyarakat Mau dan Bisa Belajar dari Masalah yg menimpa Ibu Prita dan keluarga.
    Wass…

  143. Serakah Says:

    itu RS Goblog yang suka jeblosin ke penjara calon presiden jk, mega jg sby geleng geleng kepala denger Rumah Sakit seperti itu, pengelola RS nya Tolol…….

  144. jantje Says:

    Where is our president or this is neoliberal system??

    To : Bp. Omi
    Dimana hati nurani mu?

  145. Leendha Says:

    inilah cerminan sebagian besar ORANG yang kita anggap pintar hampir menyerupai DEWA….. saking pintarnya semua bisa dipermainkan (HEBAT!!!) bahkan nyawa orangpun dipermainkan hanya untuk UANG!!! ga ada peri Kemanusiaannya sama sekali…. saran saya : CABUT IJIN PRAKTEK DOKTER2 YANG TERKAIT TERSEBUT!!!

  146. ungu Says:

    terlalu belebihan, email serupa dan surat pembaca jg banyak,knpa omni heboh bgt ya?
    manajemen rs hrs lbh profesional.

  147. betto Says:

    Ini adalah bukti, kalau aparat penegak hukum di Indonesia, terutama kejaksaan, isinya lebih banyak ****** dan ***** dengan chasing manusia

  148. Arogan kuningan jkt Says:

    Sudah tutup saja RS seperti itu, jelas tidak manusiawi, seorang ibu masuk penjara…! gara gara seperti itu…. GILA AMAT…. BEGO KALI DIREKTURNYA…..(warnet)

  149. asepso Says:

    tindakan RS OMNI untuk membersihkan nama baiknya dengan memejarakan ibu Prita Mulyasari ini sangat keliru, bahkan malah membuat citra dari rs itu semakin terpuruk karena sekarang seluruh indonesia mengetahui keburukan dari rs tersebut, alangkah bijaknya jika rs mencabut tuduhannya lalu diselesaikan secara kekeluargaan serta meminta maaf kepada ibu prita dan memberi penjelasan kepada seluruh masyarakat saya rasa itu tindakan yg bijak dan akan memperbaiki citra dari rs omni.

  150. Petruk Says:

    Manajemen omni lucu ya ?eh coba deh skali2 prgi ke RS Negeri,mlah pasien waktu dftar aja sering dimarahi,amit2 jabang bayi

  151. bertanggunjawab Says:

    Inilah hukum di indonesia……setelah digempur oleh publik akhirnya ditahan kota aja…jadi saya yang sekolah hukum jadi bingung….kita ini menganut sistim apa? juri bukan ….eropa kontinental…eh gampang goyah….!
    lepas dari masalah mbak Prita, tanggung jawab aparat penegak hukum juga harus ada, jangan asal tangkap,asal dakwa,asal putus…tapi kemudian jika tidak terbukti…lepas tanggungjawab…gak ada gantirugi atau sanksi buat aparat penegak hukum……saya lebih salut sama penjual nasi kucing yang pelangganya keracunan makanan yang dijual siap dihukum dan mengganti rugi…..gimana pak polisi,jaksa dan pak hakim…..tidak ada profesi yang bebas dari berbuat salah…..kalau salah harus ada sanksi/hukuman…..mohon buat anggota DPR-RI segera digodok peraturannya.

  152. zull Says:

    sesuatu yang benar pasti akan menang, tinggal tunggu saatnya.

    kota tangerang kayaknya memang belum punya lembaga peradilan buktinya ada kasus spt mba Prita.

  153. dr. falat shofiudin Says:

    Jangan malah tambah menghujat.Belum tentu RS Omni yang salah. Dokter juga manusia, bisa membuat kesalahan dalam diagnosis. Dan upaya pengobatan juga hasil kerjasama tim, bukan hanya dr. Hengky saja. Bsa saja pemeriksa laboratorium yang salah dalam pemeriksaan.RS ini menghidupi banyak orang, dan berhak memberikan perlawanan bila dihujat. Indonesia negara hukum,silakan hukum yang menyelesaikannya. Di Indonesia sudah lama dibentuk Konsil Kedokteran, bila ada komplin dengan tindakan dokter silakan lapor ke lembaga itu. Kapan Indonesia maju kalau masyarakat selalu berpikir bila kegagalan pengobatan idem dengan malpraktek. Dokter hanya memperikan upaya pengobata, tetapi kodrat iradat hanya kepunyaan Allah.

  154. Ferryale Says:

    Rumah sakit *******, ***** *****, ***** ******! Buat pembaca yang lain, sebaiknya mengikuti kejadian ini, karena bisa jadi anda yang akan terkena permasalahan ini, Ingin sehat & sembuh tapi kok malah dirampok rumah sakit makin buruk keadaannya!

    Sebaiknya buat kta semua harus semakin melek tentang kesehatan, jangan percaya 100% apa yang diomongin dokter2! Semakin berani menuntut hak kita untuk mendapatkan informasi kesehatan yang jelas!

    Alhamdulillah kalo kasus Mbak Prita sekarang sudah mendapatkan perhatian dari para petinggi negara. jangan menyerah, Mbak Prita!

  155. ahmadi Says:

    ih ngeri deh berobat kerumah sakit kaya gitu udah sakit dipenjara lagi !!!

  156. Ferryale Says:

    walah, komentar gua dipakein bintang. Huehuheuheuheuheu… esmosi jiwa neh gara2 rakyat semakin gak mendapatkan perlindungan di negara ini. Semakin banyak aparat hukum yang gebleg, gak tau hukum secara jelas & pengetahuan umumnya masih cetek banget!

  157. chyta tribudi Says:

    gile bener …..tuh RS ….pasien sakit malah di penjara??? keterlaluan tuh…..! tuntut balik dong…..setiap yang benar pasti berakhir dengan kemenangan………….

  158. Ronny, M.Kom, M.H Says:

    Atas kasus yang menimpa sdri. Prita Mulyasari, saya sebagai saksi ahli dalam uji materi Pasal 27 ayat (3) UU ITE di Mahkamah Konstitusi R.I menyampaikan pendapat hukum pada : http://www.ronny-hukum.blogspot.com

    Selamat membaca.

  159. Ferryale Says:

    153.dr. falat shofiudin Says:
    June 3rd, 2009 at 8:42 pm
    Jangan malah tambah menghujat.Belum tentu RS Omni yang salah. Dokter juga manusia, bisa membuat kesalahan dalam diagnosis. Dan upaya pengobatan juga hasil kerjasama tim, bukan hanya dr. Hengky saja. Bsa saja pemeriksa laboratorium yang salah dalam pemeriksaan.RS ini menghidupi banyak orang, dan berhak memberikan perlawanan bila dihujat. Indonesia negara hukum,silakan hukum yang menyelesaikannya. Di Indonesia sudah lama dibentuk Konsil Kedokteran, bila ada komplin dengan tindakan dokter silakan lapor ke lembaga itu. <<<< Bukannya udah ada banyak kejadian yang nyata2 suatu hal terjadi karena malpraktek, tapi oleh lembaga tersebut malahan tidak ada tindakan sama sekali? Malahan membela dokter yang telah melakukan kesalahan (sengaja maupun tidak).

    Saya juga sering & banyak mendapatkan cerita mengenai dokter yang sangat tidak rasional & bernurani, asal mangap aja mulutnya di depan pasien, misalnya dalam hal diagnosis & pemberian obat. Contoh, pembantu saya pernah mengalami sakit di bagian dada dekat ketiak, dibawa ke dokter langsung dinyatakan menderita radang paru akut (padahal belum ada pemeriksaan lanjutan. sakti banget ini dokter! & pembantu saya itu masih bisa jalan dengan normal), setelah dibawa ke dokter lain, & diperiksa lebih teliti, ternyata cuma efek samping dari pemakaian suntik kb! Ada juga sewaktu istri saya sedang menderita diare, eh malahan dikasih obat yang efek sampingnya akan mencret2! (untungnya istri saya masih mau membaca brosur obat tersebut. kalau langsung diminum, bisa2 dia dehidrasi berat!)

    Tapi untungnya sekarang ini, masih ada sebagian (kecil, sedikit sekali) dokter yang mempunyai nurani & masih mau berpikir & bertindak rasional, misalnya memberikan informasi sejelas mungkin mengenai penyakit yang diderita seroang pasien & obat2 yang diberikannya. Memberikan obat2 yang memang ditujukan untuk mengobati penyakit tsb (bukan memberikan obat tambahan untuk panu ke pasien penderita jantung)

  160. noname Says:

    kalo memang rumah sakit nya ngga bagus,..kenapa juga ngga di tutup..?! hanya merugikan masyarakat,..alhamdulilah mbak prita masih bisa tertolong,..klo ngga,..apakah omni bisa tanggung jawab,.paling juga minta maaF,.saya jd ngeri klo itu terjadi pada saya atw keluarga saya,..salut buat mbak prita,..!!!

  161. Kakak Says:

    ironis sekali…..kita gk tau mana dokter yg bernurani & Pintar atau dokter ingin balik Modal….???
    hmmmm…..
    ak pny teman bermain yang Kul lulusan Dokter….
    dia jarang kuliah setiap ak ktmu ditmt nongkrong slalu ada dia…stiap ditanyain soal kuliah dia jwb ach gampang santai aja….kupikir dia Genius menggampangkan perkuliahan kedokteran…(pdhl ak pny sodara dokter Gigi dia Sibuk bgt kuliahnya) apalagi dokter Umum seperti temanku ini?????
    musim UAS (sy tau tmt dia kul) “ech lu 2morrow kan ada ujian, lu gk blj, ntar gk llus loch!?” dijawab “dosennya bawain TV aja nilai gue dah B” ich apa bener tuch?????
    smogha aja dia cm bercanda….
    dan dia lulus kata temen dekete “habis Mobil tuch”
    kalo beneran bagaimna????
    Smogha ajha cuma Becanda….
    Menakutkan kalo dokternya temen ak ini……Takhuuuuuuuuut

  162. taufik Says:

    sebagai suatu perusahaan rs omni seharusnya service oriented begitu ada keluhan ditanggapi secara positif dengan langkah yg d ambil sekarang hancur sudah image rs omni. lagian ‘aparat’harusnya pintar membedakan mana korban mana terdakwa

  163. Tary Says:

    It’s shocking!!!
    Jangan biarkan para (so called) professionals bertindak semena-mena!!!

  164. Keyman Says:

    melihat wajah ibu Prita yang polos (innocent) menangisi nasibnya ketika di dalam tahanan, sungguh membuat hati pilu. Saya tidak mengerti, bagian mana dari e-mail bu Prita yang menghina atau mencemarkan nama baik, sehingga saya melihat (dalam kasus ini) hukum tidak punya logika. Bagaimana bisa berharap dia bisa punya nurani dan pada akhirnya berkeadilan? Hanya kebebasan bu Prita yang bisa menawarkan pilu hati ini, untuk bisa percaya lagi pada hukum ‘positif’ di negeri ini.

  165. rahsa Says:

    semoga status prita cepat kembali seperti semula.para capres dan tim sukses,harap jangan ambil untung dr sini (telat neh…)

  166. Lassena Bruhn Says:

    Mendengar pengalaman Prita itu sangat menyayat hati saya. Itulah buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia..rata-rata…Waktu kami berlibur ke Indonesia tahun lalu, saya juga punya pengalaman buruk dengan pelayanan kesehatan di Indoensia. Waktu itu saya membawa suami saya ke dokter, karena waktu itu sehabis diving, telinga suami saya sakit..dan untuk menunggu sampai kami pulang ke negara asal kami masih ada 3 minggu, oleh sebab itu saya membawa suami saya ke dokter di daerah Depok…maka diperiksalah suami saya, lalu suami saya menanyakan ada apa dengan telinganya, mengapa sakit sekali? (Kami bicara dalam bahasa Indonesia) dokter itu tidak menjawab apapun, lalu saya mengulangi pertanyaan suami saya itu, tetapi dokter itu hanya terus memberikan resep. Suami saya sedikit tersinggung saat itu, apakah salah pasien menanyakan kondisinya, tetapi kami tidak mau mempersalahkan lebih lanjut, dan herannya juga, yang sakit telinga, kok yang diperiksa perut, suami saya juga agak bingung, karena suami saya juga seorang paramedis. Lalu setelah 5 menit dokter itu langsung menulis resep untuk suami saya itu, kami pun menanyakan obat apa ini. Tetapi dokter itu tidak menanggapi pertanyaan kami malah hanya memberikan informasi kalau berapa banyak sehari suami saya harus minum itu obat. Tentu saja dengan informasi yang tidak jelas, akhirnya kami memutuskan untuk tidak menebus obat yang diberikan, dan menunggu sampai kami kembali ke negara kami. Sangatlah disayangkan pelayanan kesehatan di Indonesia, tetapi tidak semua orang bisa menerima begitu saja sebuah resep obat tanpa penjelasan. Mungkin memang ya banyak orang tidak mengerti dunia kesehatan dengan bahasa kesehatan, tapi sangatlah baik bila mereka, para dokter mau menjelaskan apa yang terjadi dan ini obat apa dan untuk apa, jadi lebih jelas, KAMI INI BUKAN BINATANG…KAUM DOKTER!!! Setelah kami kembali ke negara asal kami, berangkatlah suami saya ke dokter di sini, sangat jauh berbeda, mereka tidak memberikan obat begitu saja. Ternyata telinga suami saya sakit itu dikarenakan ini baru pertama kali bagi suami saya untuk diving, itu bisa terjadi mungkin kesalahan teknik waktu dia diving, namun tidak fatal hanya memakan waktu saja untuk sembuh. Dan mereka tidak memberikan obat untuk suami saya minum, karena tidak perlu. Namun mereka memberikan jangka waktu, jika keadaan masih sakit, maka pemeriksaan dilanjutkan. Sekarang suami saya sudah sembuh dan diving terus lagi.

  167. Nancy Says:

    mba… sampai ditahan ya. kenapa tega bgt. harusnya diusut dl sampai tuntas. dicek kebenarannya. apabila ternyata mba tidak bersalah, tuntut aja r.s nya mba. jangan mau dijajah begitu. . Mohon kepada pemerintah, perhatikan masalah ini
    agar kebenaran terungkap. teimakasih. anonim

  168. yudi irawan Says:

    polisi dan jaksanya nya dapat sogok tuh!!!!!!!
    maju terus mbak prita !!!!!

  169. ajiw Says:

    itu dokter waktu masuk kuliahnya nyogok ya?
    dapet gelar dokter nyogok juga ya
    pantes aja bego..

    yang di peradilan juga sama aja…ga bisa bedain
    lulus es de gak tu orang pengadilannya

    sembrawuttt

  170. M.AGUS Says:

    TUNTU TERUS ..APA YANG TELAH DIPERBUAT DAN MERUGIKAN DIRIMU..

  171. reza Says:

    di indonesia yang benar yang masuk penjara ya…
    aduh-aduh…… kenapa bisa gini ya…

  172. ntah siapa Says:

    Mohon maaf para dokter disini..
    saya sudah baca comment diatas….
    umum nya mereka tidak marah ke dokter tapi lebih ke sikap rumah sakit yang menangani komplain pasien dengan memenjarakan nya.
    kita semua sadar koq dokter itu bukan tuhan, pasti kadang kadang gagal atau pun berhasil, tapi sikap lah yang kadang kadang membuat orang benci, berhasil atau tidak itu hal yang biasa, semua tau itu, yang penting berusaha, dokter adalah orang yang mengerti akan hal ini mencoba membantu, tapi sekali lagi, sikap dan perilaku sangat penting…..

  173. nonok Says:

    Ngak perlu di tutup RS-nya.Kayaknya tahun depan udah bangkrut (ngak ada pasien yg datang) dan klu kita saling mengingatkan sampai terus ….(krn kebisaan org indonesia sering lupa kesalahan orang).Contoh kasus kratindeng yg kafein 8x lipat dan kasus lainnya tetap aja minum kratindeng,klu gue smp sekarang ngak mau minum.kenapa? krn menurut gue perusahaan sudah bertaraf Internasional bisa2nya boongin konsumen (ngak bisa dimaafin) klu perusahaan abal2 gue ngak peduli.Itu pusnishman dr kita sbg konsumen.
    Taruhan dech..klu ada yg mau survey(terutama media massa) untuk liputan iseng ke RS pasti pasiennya jauh berkurang dari minggu2 sebelumnya.
    Dan klu bangkrut, RS yg lain jgn terima bekas dokter dan pegawai Omni.Krn dari kasus ini sdh terlihat jelas budaya perusahaannya.Dan budaya perusahaan sedikit banyak ada pengaruh kepada karakter personnya?Boleh dibuktikan.RS yg budaya yg baik pasti dari tukang pel s/d direkturnya pasti ramah.

  174. orangteknik Says:

    Enak benar profesi dokter, klu lg didpn pasien bak Dewa,klu pasien mate (apalg klu mal praktek) cuma ucap :”Maaf kami sdh berusaha,sdh takdirnya”.Isi kuliah cuma modal ngapelin&ngapelin istilah latin.Lalu klu di dpn yg bkn bidangnya merasa plg hebat aja.Jgn protes,.. utk diagnosis yg tpt pake alat ( USG, Ct-scan dll) yg nemuin sapa .?org teknik khan Dok?Makanya jgn mrasa plg hebat.Klu kayak Ibnu Sina bolehlah(nguasai hampir semua bidang)
    Lihat juga tuh jaksa (org hukum) modal cuma ngapelin pasal2 &istilah hkm udah merasa org lain tdk ngerti hkm.
    Gue bilang: klu mau 1 tahun gue bisa nguasai tuh ilmu kedokteran.Klu hukum ya .. 1bln lah.Mknya ilmu hrs dibarengi logika &nurani.Klu tdk cum hapalan.Pdhl 2 ilmu ini berhbhgn dgn makluk hdp bkn mesin.Org teknik aja dlm bikin alat, tetap aja mikrin yg jalankan alat manusia bukan robot.

  175. hrd Says:

    bubarkan saja rs omni, jangan hnya mengeruk keuntungan yg sebesar-besarnya dr pasien tp tidak peduli dgn kemanusiaan, keluhan malah ditanggapi dgn penjara.
    smoga omni cepat bangkrut……

  176. mimpiselangit Says:

    Bagaimana tentang perlindungan konsumen? bagaimana tentang kebebasan berpendapat di Indonesia, kok jadi begini..?:(
    Smoga mbak Prita dapat memenangkan kasus ini di pengadilan nanti ya…,

  177. auy Says:

    tuh dr tdk pantas berijazah dr, cabut aja ijin prakteknya, dep kesehatan and IDI ikut campur dong

  178. setyotw Says:

    SEMUA TV, MEDIA CETAK, INTERNET MUAT BERITA INI SETIAP HARI….AKU SUDAH TAHU SEKARANG….

    aku hanya ambil nafas panjang: ooo…ooo…
    Tuhan tolong mereka yang tidak bersalah…
    Aku tahu , kutukan dan kualat akan menimpa yang jahat…

  179. noname Says:

    perlu/patut diduga juga adanya konspirasi antara RS OMNI dgn pihak2 tertentu untuk memenjarakan ibu Prita, biasalah ada oknum2 terkait yang akhirnya lebih memilih lembar2 rupiah daripada mempertimbangkan sisi kemanusiaannya

  180. harry ls Says:

    Kapan keadilan dinegara ini ditegakan, siapa yang bisa dan mau menegakan..? Adakah diantara calon2 pemimpin kita..? Allah hu alam. Apapun yang terjadi Prita harus menuntut kerugian material dan immaterial, dan negara harus membantu mendapatkannya. Kasih pelajaran RS OB itu. Mentang2 bisa bayar lawyer, kami kaum proletar dihempaskan begitu saja. Kalau tidak RS-2 yang lain “mulut”nya sudah manganga dan siap menerkam Prita2 yang lain. Semoga usaha Prita berhasil.

  181. pura Says:

    saya prihatin dgn kasus ibu prita mulyani, dimana bercerita pengalaman pribadi serta kronologisnya malah di penjara, dimana kebebasan kita?
    wajar selaku konsumen atau selaku warga negara menyampaikan keluhannya jangankan ke RS omni ke negara pun saya pikir syah2 saja.
    karena kasus ini sdh menjadi besar dan menyangkut hukum, saya berdoa kpd ibu prita semoga niat baik ibu tidak sia2 dan trus perjuangkan hak2 jangan mudur dan kalau perlu tuntun balik pihak RS omni biar kapok dan ngga terulang pada pasien yg lain

  182. BlackList Says:

    Dokter-dokternya dapat gelarnya pasti dengan jalan beli sehingga hukum jg bisa mereka beli

  183. rahay Says:

    sesungguhnya memang benar, janganlah mengumbar nafsu untuk kepentingan komersil belaka………………….

    ingat seabagai seorang dokter jangan hanya kalian jadikan sebagai kedudukan yang mengambil nilai pretise nya saja, tapi tolong lebih pada nilai sosialnya.

    perilaku dan sikap keterbukaan dengan pasien itu sangat penting yang akan membawa pada titik kepercayaan jangan hanya mementingkan ego dengan menjalankan tugas tanpa disertai rasa tanggung jawab dan keikhlasan dalam mengabdikan diri, ingat janji kalian ketika disumpah jadi dokter ok…………………………

  184. Imansyach Says:

    Ga perlu takut memberi comment di posting,asal bukti nya akurat,dan bisa dipertanggung jawabkan, masyarakat punya hak tuk menyuarakan pendapat dan kejadian yang pernah dialami….ya toch

  185. ancu Says:

    orang mengeluh koq dipenjara sih? ada apa ya?

  186. kacong Says:

    Kasihan Mbak Prita
    Udah jatuh ketimpa tangga lagi masih ditambah kajatuhan genteng…….

  187. subur Says:

    usut tuntas semua yang terlibat dari RS OMNI – sampai kepenjara. Tunggu kehancuran RS OMNI jika tidak profesional

  188. Onale Says:

    bu prita.. kami semua dukung ibu. jgn menyerah. tuntut balik aja. jgn takut. semua penduduk indonesia mendukung ibu, dari mulai dunia nyata sampai dunia maya. silakan ibu cek. yg sabar ya bu, banyak2 berdoa.
    utk para dokter, hakim & jaksa: tunggu aja saatnya nanti, begitu ketemu gw, langsung gw tabrak lo. tunggu aja.. !!!! biar mampus sekalian.

  189. DUKUN Says:

    TUTUP RUMAH SAKIT OMMI, LABELNYA SAJA INTERNASIONAL….. SUDAH SAATNYA PENGELOLA JASA KESEHATAN HARUS DIVERIFIKASI ULANG..!DOKTERNYA PERLU DI PERIKSA JANGAN CEPAT PERCAYA PADA DOKTER..!MAJU TERUS MBAK PRITA….HUTANG NYAWA BALAS NYAWA …!!!

  190. Warga Serpong Says:

    dr. falat shofiudin Says:
    June 3rd, 2009 at 8:42 pm

    Jangan malah tambah menghujat.Belum tentu RS Omni yang salah. Dokter juga manusia, bisa membuat kesalahan dalam diagnosis. Dan upaya pengobatan juga hasil kerjasama tim, bukan hanya dr. Hengky saja. Bsa saja pemeriksa laboratorium yang salah dalam pemeriksaan.RS ini menghidupi banyak orang, dan berhak memberikan perlawanan bila dihujat. Indonesia negara hukum,silakan hukum yang menyelesaikannya. Di Indonesia sudah lama dibentuk Konsil Kedokteran, bila ada komplin dengan tindakan dokter silakan lapor ke lembaga itu.

    —>>> Masalah, banyak masalah Malpraktek yang dilaporkan tapi semuanya malah semuanya membenarkan tindakan dokter ybs, dengan memanfaatkan kebodohan pasien dan ketidaktauan pasien tentang hal2 kedokteran.
    —->>> Lagi pula, IDI adalah adalah pembela berat para dokter, terdiri dari pengurus dokter bejat untuk dokter bejat (yang kuliah dokter aja ga jelas, lulus juga ga jelas)…. Jadi sama saja, bahkan IDI menyatakan’ Jangan Kriminalisasi MalPraktek.. nanti dokter takut Praktek dan ambil tindakan media” … Pernyataan yang absurd dan mengada2…. hanya mau menang sendiri. Harusnya , Malpraktek disidik oleh polisi.. dengan saksi ahli para dokter atau ahli medis… buktikan di pengadilan… bukan seperti Konsul2 an… dokter bukan dewa/ bukan elite yang bebas hukum atau malpraktek… Bila memang salah, cabut izin praktek dokter atau skorsing atau sejenisnya sebagai tindakan pembelajaran bagi yang lain.

    —-> Jika memang itu merupkan hasil diagnosa team media, apa salahnya disampaikan ke pasien ybs dengan bahasa Indonesia yang jelas…. Bukankah pasien ybs berhak mendatakan Medikal Recordnya sendiri…Kenapa dalam hal ini dokter menghalang2 haknya….Bila Kalian (dokter) melakukan hal ini sama saja tindakan anda dengan tindakan RS Ommi sebagai lembaga…

    —-> Adalah sangat tidak profesional dan Smart sekali team CS RS dalam menangani complain. Sejak awal Ibu Prita sudah compalin ke pihak RS, dan selalu dipinpong.
    Kita para konsumen/pasien atau nasabah, bila tidak puas akan layanan yang kita dapat pasti akan komplain ke lembaga/perusahaan ybs pertama kali… dan trus dilakukan sampai mendapatkan jawabab yang memuaskan. Sudah sepatutnya Perusahaan/RS mengelola komplain ini dengan bijak dan smart demi kepentiangan jangka panjang perusahaan dan kepuasan konsumen/pasien. Adalah tindakan BODOH dan TOLOL… sikap yang defend, marah2, merasa benar atau menyalahkan pasien sendiri terhadap setiap kritik atau kompalin konsumen. Adalah langkah BLUNDER dan akan mematikan prospek
    RS di masa depan, seperti yang sekarang dilakukan oleh RS Ommi. Semua orang se Indonesia jadi mengetahui dan paham akan keberadaan RS ybs. RS Ommi sendiri yang melakukan pencemaran nama baiknya sendiri tentang kebobrokan layanan medis dan layan konsumen lainnya.

    ===> Untuk para penegak hukum
    Mohon jangan karena ada duit/suap sehingga rasa keadilan ditinggalkan.

    —> pangacara RS Ommi, sebagai profesi yang profesional, harusnya kalian smart, dan bijak dalam memandang kasus hukum secar holistik dan punya pemahaman hukum yang luas, dalam dan mumpuni. Jangan baru lulus dan dan dapat izin prakter sudah petantang petenteng seolah2 paling jago hukum.
    * kalian harusnya selusuri sejak awal muasal kasus ini terjadi. Jangan dari satu pihak saja. Bila sudah paham duduk persoalan, beri advis hukum ke pemberi kuasa. Jangan seperti kontraktor yang akan bekerja begitu SPK keluar dan harga cocok.
    * para polisi, harusnya juga cermat jangan hanya terima order lngsung jalan. Kapolri harusnya segera mngusut anak buahnya yang menangani kasus ini, yang dipasikan juga telah terima suap.
    * para jaksa, juga harus lebih paham UU dan hukum, masa UU ITE yang baru diundangkan 2008, sudah langusng diberlakukan. Bukankah semua UU yang telah diundangkan baru akan berlaku efektif 1 tahun kemudian. Dan bila kemudian memang UU ITE sudah berlaku efektif 2009, maslah hukum ibu Prita adalah surat pembaca bulan Agustus 2008, tidak ada UU Pidana yang berlaku surut.
    Untuk Kejagung, mohon diperiksa jaksa anak buah anda di Tangerang, jangan2 juga telah makan suap.

    Semuanya terlihat jelas Kongkaling antara RS, Polisi dan Jaksa dalam penahan Prita. Hanya karena kasus email yang dianggap mencemarkan nama baik … seorang ibu harus ditahan dengan alasan … karena sangsi hukuman di atas 5 tahun dan dikawatirkan menghilangkan barang bukti..
    –> barang bukti yang ada adalah email yang beredar di duniua maya. Bila akan dilakukan menghapuskan berapa biaya, waktu dan tenaga untukm melakukan itu.
    —> bila alasan masa sangsi hukum di atas 5 tahun, banyak para tersangka korupsi yang tidak ditahan mesti terkena sangsi humum lebih dari 5 tahun.
    —-> Bila sebelumnya, pihak keluarga mengajukan penagguhan penahanan dengan alasan anak2 yang masih harus diasuh oleh ibunya tidak digubris sedikitpun, masa rasa keadilan dan kemanuasiaan para aparat hukum tangerang. Yang pasti sudah tertutup oleh lembaran biru.
    —> Betapa rapuhnya hukum Indonesia, hanya karena adanya permintaan dari pejabat tertinggi dari negara, tahanan RUTAn bisa ditanggungkan dan ganti jadi Tahanan Kota. Hal ini terlihat juga, bahwa selama ini juga mungkin terjadi para Koruptor yang di RUTAN bisa bebas karena ada campur tangan dari RI-2.
    —> juga karena adanya campur tangan dari Capres yang datang ke RUTAN.
    —> Harusnya penanguhan dan penggantian menjadi Tahanan Kota adalah semata2 permohoan keluarga dan kemanusiaan, tidak ada alasan politis.
    —-> jadi semua terliha jelas ada DUIT yang bermain di sini

    dr. falat shofiudin Says:
    Kapan Indonesia maju kalau masyarakat selalu berpikir bila kegagalan pengobatan idem dengan malpraktek. Dokter hanya memperikan upaya pengobata, tetapi kodrat iradat hanya kepunyaan Allah.

    —-> Benar sekali, manusia hanya berusaha dan Allah yang menetukan umur.
    Tapi bukan berarti, dokter bisa main2 dengan kesehatan/nyawa orang hanya karena kebodohan dan ketidaktahuan pasien akan hal2 media.

    —-> Adalah sikap BODOH dan TOLOL dari saudara fala s yang mengaku sebagai dokter bahwa kegagalan pengobatan idem dengan Malprakter.
    Kegagalan pengobatan tidak selalu Malpraktek, tapi Malprakter bisa berakibat kegagalan pengobatan yang berakibat fatal bagi nyawa atau , penyakit tidak tersembuhan, malahan pasien mendapat oleh2 penyakit baru atau cacat tambahan.

  191. ezak_kacax Says:

    wuuuuuuuuuu…….
    Indonesia negara yang berlandaskan hukum, tapi sayang hukum masih berpihak pada yang berkuasa, ibarat hukum alam siapa yang kuat dia yang menang.
    buat mba Prita saya mendukung perjuangan anda, ingat Allah S.W.T tidak akan memberikan cobaan hidup kepada ummatnya diluar kemampuan kita dan suatu saat kebenaran akan berpihak kepada anda.

  192. dade Says:

    mampus dokter RS Omni !!!!!

  193. dody Says:

    saya ikut prihatin, semoga mbak Prita diberi kekuatan dan kebenaran pasti akan terungkap…Amien..

  194. Izhar Rifki Says:

    innalillah hi wainna ilaihiraziuun buat hukum di Indonesia…
    setelah membaca surat mba prita, saya sangat berduka atas hukum di negara kita tercinta ini. kok seenak nya aja para aparat penegak hukum yang berpihak kepada RS. Omni memenjarakan seorang ibu notabene hanya ingin mencari kebenaran dan keadilan eehhhh malah dipenjara. sungguh biadap orang yang berbuat seperti itu. udah jelas itu hak nya pasien kok malah dipermainkan habis itu dipenjara lagi…
    sabar ya mba Prita kebenaran akan berpihak kepada anda, semoga Allah senantiasa melindungi keluarga anda.. Amin…

  195. joejoe jajat Says:

    mba prita & keluarga sabar yah, sabar bukannya diam tp bertindak, berdo’a semua krn anda & kel sdg diuji & didzalimi, orang yg didzalimi do’anya insya Allah dikabul.
    Mohon Allahlah yang mengadili masalah ini.
    Smg mba prita n kel kuat menghadapini ini semua amin.

  196. pasien Says:

    Bagi yang memiliki kartu pasien OMNI, anda bisa mengembalikan kartu ke OMNI dengan DIGUNTING terlebih dahulu.

  197. Arif Says:

    Sayang ya… Rumah sakit bagus diisi orang2 yang tidak capable, tidak profesional dan rakus.
    Mestinya me-maintain client, kasih service berstandard international sampe bikin si client ngoceh kesana kemari atas kepuasannya berobat di RS Omni Tangerang.
    Eee.. malah kasih servis buruk, data tidak akurat sampe-sampe jeblosin client ke penjara. Sangat tidak membuat simpati masyarakat dan sangat contra productive utk sisi RS itu sendiri.
    Dengan kejadian ini, RS Omni Tangerang masuk dalam daftar RS nakal yang meng-exploitir pasien utk sebesar2nya keuntungan Rumah sakit.
    Apa dengan berhasil menjebloskan Ibu Prita ke penjara akan dapat merebut hati masyarakat utk mau berobat ke RS Omni Tgr? Yang terjadi malah masyarakat makin anti-pati.
    Yang dilakukan mestinya adalah permohonan maaf, memberikan ganti rugi sebagai kompensasi dan berjanji utk lebih profesional dalam melayani. Dipublikasikan lewat media cetak misalnya..
    Itu lebih productive dan masyarakatpun bisa memaafkan kejadian ini dengan berharap janji perbaikan pelayanan terealisir.
    Semoga pihak RS Omni Tangerang tidak melakukan kesalahan berikutnya dengan bernapsu utk menjebloskan ibu Prita ke penjara.
    Wassalam…

  198. arien Says:

    kami cuma prihatiin dgn kasus mb pritha..tp yg teramat miris adl sebuah kritik yg menjerumuskan konsumen” ke penjara.. apakah RS itu gak bisa membedakan pencemaran nama baik ..komplain ato apalah…
    tp klo gak mau dikritik sebaiknya RS tersebut intropeksi dulu aj .. n ntar klo dah clear baru di buka utk umum lagi… mungkin sabar dan pasrah dulu mbak..insya allah Allah Swt membantu umatnya

  199. Danu Supriyatno Says:

    Sungguh dzalim apa yang telah dilakukan RS Omni, dan Jaksa yang telah merubah dakwaan terhadap Sdr. Prita Mulyasari.

    Secara logis…RS Omni tersebut ternyata bukan bertaraf Internasional justru RS bertaraf “KAMPUNGAN” dan bagimana RS tersebut dgn Dokter2nya yg katanya bertaraf internasional ternyata hanya bertaraf “Dokter Hewan” dapat menyembuhkan orang sakit sedangkan mereka dapat berbuat dzalim kepada pasiennya.

    Syukur …Alhamdulillah, kebenaran dan keadilan dapat tegak dan menang di negeri ini, dan perlu adanya pengusutan terhadap pihak2 yg bertanggungjawab atas kejadian ini, hari ini status tahanan rutan telah dirubah menjadi tahanan kota, namun apa pun statusnya tahanan tetap mempunyai citra buruk.

    Karena itu, saya beranggapan agar Sdr. Prita M dapat menuntut balik terhadap pihak2 yang telah mencemarkan, mendzalimi, dan yang telah memisahkan kasih sayang ibu terhadap anak2nya yg masih balita.

    Yakinlah…Allah bersama orang2 yang benar, dan kebenaran pasti menang.

  200. Tono Says:

    Sekolah dokter aja dah mahal..lagian gak semua dokter itu pinter kok, ada juga dokter yg bego..malah hampir d droup out..masak dokter gituan yg nolongin nyawa manusia…ke Laut aja dech

  201. me, aku Says:

    RS OMNI akan mencabut gugatan dengan syarat ibu prita tidak meminta lagi hasil trombosit yg 27000….TANYA KENAPA????
    ada apa sebenarnya?????

  202. florence Says:

    kelemahan para dokter ada pada komunikasi.mereka sering sekali tidak merespon pertanyaan yang diampaikan. padahal yang namanya orang datang kepelayanan kesehatan butuh informasi tentang apa yang dialaminya saat ini, bukan cuma diberi resep trus masalahnya selesai.katanya pelayanan kesehatan sekarang lebih ditekankan pada promotif dan preventif tapi kenapa para dokter yang “pinter” tidak mengaplikasikannya? apa karena biaya yang harus dibayarkan pasien untuk kuratif lebih besar? untuk RS sekelas OMNI kenapa kayak orang kebakaran jenggot gitu, kalo emang prosedur yang dilakukan udah benar harusnya kan bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik. kalo udah kayak gini artinya mematikan pasaran diri sendiri dunk…
    untuk ibu prita, yang tabah ya. pasti ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini.

  203. ariesta Says:

    Indonesia mmg sistemnya bobrok,

    Sy jg sering kecewa jika berobat di RS, Tolong dibenahi, Dr menyangkut nyawa manusia, jadi yg otaknya tidak mampu, tdk bisa lulus tdk bisa praktek…

    Attention :

    Semua university kedoteran : lebih selektif dlm memberi kelulusan para mahasiswa/i nya, jgn terima sogok donk!!!

    Rumah sakit : tebih teliti dlm menerima Dr, jgn cuman penampilan yg di lihat, masa tidak bisa membedakan yg pintar & yg bodoh!!!

  204. Kecewa Says:

    Wah… wah… wah.

    Pihak Omni…
    Kami sangat prihatin terhadap tata cara pihak anda menangani keluhan customer. Sungguh sangat arogan atas apa yang anda lakukan. Alangkah baiknya jika pihak anda introspeksi agar pelayanan bisa lebih ditingkatkan di Rumah Sakit yang nota bene bertarap International.
    Bukankah customer itu raja ?
    Apakah anda pikir semua customer anda itu cuma mangsa agar rumah sakit anda mendapatkan income ?

    Ibu Prita semoga anda tabah menghadapi semua ini…

  205. fellani Says:

    wah.
    thx atas infonya.
    saya gk mungkin berobat ke rs. OMNI klo begitu..
    salah-salah saya bisa dipenjara.sombong banget pihak rumah sakit tersebut.
    sekarang banyak universitas yg sudah memiliki jurusan kedokteran di kampusnya. Bahkan,universitas2 dg peringkat tertinggi di negeri ini sudah banyak menyediakan jalur masuk dg biaya luar biasa mahal. Namun apakah dapat dijamin kualitas alumnusnya? masalahnya orang2 yg akan diluluskan tersebut nantinya akan melakukan pekerjaan yg menyangkut nyawa manusia.
    seharusnya jika ada masalah seperti yg dialami ibu Prita, pihak menejemen langsung dapat mengakomodir keluhan customernya. Pihak menejemen malah terlihat ketakutan karena langsung menuntut ibu Prita ke pengadilan.

    Saya yg tidak pernah membaca posting ibu Prita malah jadi tahu peristiwa ini melalui media elektronik dan surat kabar dan memiliki anggapan buruk terhadap rumah sakit. Yah, ketahuan deh bobroknya.

  206. eboy Says:

    karena uang yang lebih berkuasa

  207. dessy Says:

    wuihhh … kasian bgt ibu prita ini… dah jatuh ketiban tgga pula…

    rs omni bkal saya ingat selalu untuk saya tdk akan pernah berobat k sana….
    terlebih lagi klo dokter2 yg disebutkan bu prita masih bekerja di sana

    bwt bu prita, tenang aja Tuhan itu ga tidur ko

    GBU bu prita~!!!!!!

  208. anto Says:

    Banyak anak-anak bego tapi orang tuanya pengen anaknya jadi dokter, nah jadilah mereka dokter-dokter tolol tapi pengen cepet kaya. Naaah….mereka ini sekarang banyak sekali beredar, cuma penampilan dan tampilannya aja yang kaya orang pinter, padahal otaknya seukur pedagang kelontong.

  209. ichi Says:

    masyaallah …
    kok bisa sampe kaya gini ya…
    jahaaaaaaaaaaaaaaatttttt baaaaannnngggggggggeeeeeeetttttt…….
    nasib rakyat kecil kalo suruh lawan bos2 yang berduit memang tidak berdaya meskipun benar.
    apalagi sudah nglakuin mal praktek malah nuntut ganti rugi. gak salah tuh? sekarang korbannya malah dipenjara.
    you have my all support mba!
    maju terus.
    semoga keadilan bisa ditenggakkan!

  210. pemerhati Says:

    Dokter2 yg menangani Sdri. Prita agar diproses hukum dengan pasal-pasal maksimal.

  211. jiwa Says:

    Parah Banget tuch…..Rumah Sakit???????
    Bs Roboh dah tuch…….

  212. denniy Says:

    Semoga dokter dan staf disana gak tenang..mampus.RS memang boleh memberikan perlawanan tapi bukan dengan cara demikian. Itu kan juga sebagai masukan. Dasar bangsat pimpinan RS tersebut.

  213. Panas Says:

    Yang harus di hukum itu, orang” RS yg masukin bu Prita ke penjara……bukannya ibu prita…….!!!! Ngga’ adil bgt sich……..

  214. orangkaya Says:

    RS OMNI sebaiknya bikin pabrik ekstasi aja disitu, dijamin pasti dapat uang uang uang uang uang uang buanyaaaak banget.

  215. sanri yutardo Says:

    simpati dan doa yang banyak untuk ibu prita dan semua orang yang berpihak kepadanya viva keadilan dan kejujuran…

  216. abufarhan Says:

    mudah-mudahan dokter yang jahat tersebut cepet mati biar manusia yang lain tidak menjadi korbannya lagi

  217. abufarhan Says:

    untuk bak prita terus berjuang dan selamt selamat yah sudah bisa menghirup udara segar.
    saya harap dari aparat negara mau mencabut ijin praktek rumah sakit yang jahat agar tidak banyak lagi memakan korban. untuk rumah sakit OMNI saya sumpai kaga ada pasienny . biar bangkrut mmmaaammmmpussss …..luhhhh……………..

  218. raharja isdi Says:

    gugat balik itu RS Omen Internasional sekalian Kejaksaan Negeri Tangerang yang memenjarakan Bu Prita.
    Ada kemungkinan pelanggaran HAM berat dengan memenjarakan Bu Prita sampai tiga pekan lamanya.
    Siapa tahu ya, ada kekuasaaan uaaang berbicara di sini. Pak jaksa, berapa rupiah tambahan saldo tabungan anda?
    Eh, kalau mau tuntut saya,saya tunggu ya…?

  219. ninik Says:

    apa yang di alami ibu prita tdk jauh dari apa yang km alami,bedanya km g mau rame,pilih cabut aja dari RS.ceritanya begini:anak saya sakit panas.3 hari gak da perubahan.akhirnya km bawa keRS swasta,,krn km langganan d situ.anak km lgsng di tangani dr.spesialist anak,,dokternya tanya2 masalanya apa,,langsung cek darah.dlm diagnosis dokter,anak saya kena gejala malaria dan dbd,,untuk trombosit berapa kami lupa…di minta opnam.km gak mau…akhirny km plng..dg catatan,,jk keesok harinya msh panas,,langsung di bawa ke RS lg.keesok harinya emang msh panas dan langsung opname,,kemudian semua berkas di serahkan ke dokter jaga..krn dokter sblmny cm menengani rawat jln aja.anak sy lgsng d infus,,dan di kasih berbagai macam suntikan.sewaktu saya tanya pa mcm obatny.perawat blng.antibiotik,penurun panas,obt dbd .vtmn dan ntah apalg.stlah 2 hr di rwt mata anak saya bengkak.pipinya mkn tembem,kaki tangan jg bengkak.sy tanya ke dokter,skt anak sy apa jawababnya msah sama.pd hr ke.2/3 anak sy di ambl sampel drh lg.sy tanya ke susterny hslny gmnternyata anak saya kelebihan glubolin dan protein.dan diagnosis akhir adalah anak saya gondongen+mau tumbuh gigi(waktu sakit bln oktober 2008 anak saya berumur1,4th).waktu dokter saya tanya sakit apa..dia blng tunggu km analisis dl.tapi dokternya kalah cepet,sblm di analisis macam2 km dah tanya ke susternya,,dan kebetulan keluarga km bayak orang kesehatan,,jd apasih penyakit anak saya?rekam medis pake bahasa medis,dokter gak kasih tau,suster gak berani ksh tau,,setelah kami tau cuma gondongen,hari ke 4 km plng paksa,km suruh nunggu dokter.oke km tunggu sampai jam12 blm dtng,,jd tanpa persetujuan dokter km plng.ternyata anak saya ga.k da penyakit dbd ato malaria..capek dech dokter sekarang.yang penting DUIT msk ke kantong..profesionalisme no.sekian…padahal nih keluarga km ada yang kerja di diskes,dokter,perawat..

  220. rhs_macho Says:

    RS Omni Intersnasional berusaha mempertahankan dan menjaga nama baik (kalau memang punyaa) dengan cara menggugat perdata dan pidana Ibu Prita?
    Sama saja dengan berusaha memadamkan api dengan cara menyiram bensin.
    Begooooo….!
    Begooooo….!

  221. Harry Says:

    Assalamualaikum wr.wb

    Sebelumnya saya ucapkan selamat atas diubahnya status tahanan mbak Prita yg hanya jadi tahanan kota, walaupun saya jg sangat prihatin dg kejadian ini…

    Saya sendiri mengakui bahwa gak semua pekerja profesional itu emang bener bener “Profesional”…

    Saya sendiri sebagai seorang tim medis sering melihat dengan mata kepala sendiri, temen temen sejawat kami kadang kurang profesional dalam menangani sebuah kasus, tp emang masih dalam batas kewajaran dan belum sampe ke mal praktek…

    Tp yg saya sangat tidak setuju klu keprofesionalan kita itu dintervensi oleh bisnis yg hanya “money oriented”

    Saya jg pernah bekerja di salah satu RS di daerah Cibitung, yg juga memerintahkan untuk merawat inapkan sebanyak mungkin pasien yg datang keRS itu, dan kita jg melakukan itu( tp tentunya dg cara yg profesional dan dg tidak melupakan kode etik kita sebagai seorang tim medis)..

    Semoga kebenaran akan segera terwujud

    wassalam

  222. good man Says:

    hanya satu kata buat mereka….******** …

  223. indrianto nainggolan Says:

    Ibu Prita semoga tetap tabah ya, semoga suasana hatinya lekas pulih lagi. Untuk catatan saja, saya takkan pernah mau berobat ke RS OMNI Alam Sutra Tangerang, dan ini akan saya rekomendasikan ke teman-teman atau saudara-saudara saya yang lain.

    God Bless U.

  224. almek Says:

    Pertarungan yang gak imbang.
    Apalagi soal tetek bengek begini sampai main penjara2an segala. Menakutkan dong hukumnya. Kasihan rakyat kecil yang mencoba menuntut keadilan. jangan nulis komentar juga diancam dengan penjara dan denda milyaran.
    Masya Allah

  225. mey Says:

    Wah, gawat neh pengobatan di Indonesia…
    buat para dokter, klo meriksa pasien yg bnr donk…makanya klo kuliah dulu yg pintar, jgn ngandalin duit aja… hasilnya ga bs mendiagnosis…. takut juga neh klo mau berobat… hiiiiiiiiiiiiiiiiiii….sereeeeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmmm

  226. rini Says:

    ikut prihatin dengan kasus, ini semoga jadi pelajaran bagi kita semua. say no to RS OMNI International !!!!!!!

  227. Linda Says:

    YuPpzzz….saya Juga Anti RS buk..
    tdak RS OMNI saja yg sperti itu..
    tp RS2 laennya kbanyakan jg sperti ney_….
    jd mnding prcayain aj kesembuhan kpd Allah SWT..klw ga trlalu sakit kali mnding ga usah k RS….
    Syukurlah skarang buk Pritanya dah Bebas….

  228. Masyarakat Serpong Utara Says:

    RS Ommi sebagai lembaga pelayanan kesehatan masyarakat telah bertindak sembrono, bodoh dan pongah. Perusahaan/pabrik makanan (ajimoto, farmasi, snack) ada yang mendapatkan black kampanye isu babi, komplain dari kualitas produk, sampai keracunan makanan, tetapi mereka dengan elegan dan smart menangani semua hal itu dengan baik dengan kekeluargaan, sehingga mereka (perusahaan/pabrik) tetap mendapatkan simpati dari masyarakat/konsumen sehingga produknya tetap dibeli.

    Tetapi RS Ommi melakukan hal2 yang kontraproduktif… menggugat baik perdata maupun pidana… sebagai alih-alih melakukan komunikasi dan minta penjelasan dari ibu prita, mengenai duduk persoalan karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa. Terlepas tindakan rumah sakit yang salah dalam menangani diagnosa bu prita, ataupun keluhan bu prita berlebihan menurut RS Ommi, RS Ommi harusnya berterima kasih, dengan melakukan permohonan minta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang diterima bu prita selama di opname di RS tersebut, juga bisa diperlihatkan hasil test dan tindakan medis serta medikal rekor lainnya, sehinga bisa dimintakan second advis ke dokter lain, serta pernyataan akan memperbaiki servicenya di kemudian hari.

    ====> hal itu tidak dilakukan sama sekali, yang ada adalah kepongahan dan keangguhan RS Ommi dengan mengabaikan semua keluhan pasienya.

    =====>
    Tim pembela RS Ommi, berbicara bahwa semua keluhan bu Prita tidak benar dan bohong serta mengada2.

    Tetapi hari ini di detik.com muncul berita, RS Ommi akan cabut gugatan bila bu prita juga tidak akan minta lagi hasil test trombosit. Kenapa .. dan ADA APA?

    Bila crita bu prita bohong, kenapa ada permintaan agar test trombosit tidak diminta lagi. Artinya semua crita bu prita benar. Jadi yang bohong siapa?

    Subyek yang terkena pidana adalah dokter RS Ommi, kenapa selama ini sebelum muncul kasus ini, selalu berlindung di balik lembaga RS Ommi.

    Jadi yang terlihat sekarang adalah
    - Kesombongan, kepongahan dan keangguhan lembaga RS Ommi, yang dianggapnya sebagai RS bertarap Internasional padahal hanya sekedar RS Kabupaten dengan embel2 internasional tingkat RT. Yang mana investasinya mahal jadi harus cari cara untuk kejar2 setoran…dengan berbagai pemaksaan fdasilitas yang sebenarnya tidak perlu bagi pasien, diopname yang sebenarnya bisa rawat jalan, dengan berbagai tindakan medis yang berlebihan dan tidak perlu pula.
    - RS yang diisi dengan dokter2 kampungan, yang sebelumya mungkin kuliahnya saja ogah2an tidak serius, lulus dengan pas2an karena nyodok .. jadi mereka juga kejar setoran juga…

    -Pernyataan Menkes… jangan membangkrutkan RS Ommi karena banyak tenaga medis dan keluarganya… pernyataan absurd … dari seorang menteri…
    * Bila salah RSnya ya cabut. Bangkrut dan tutup, kan masih ada manajemen RS yang menyelesaikan masalah ketenaga kerjaan …
    * Biasanya bila suatu Lembaga/Perusahaan/RS bertindak angguh/pongah atau merasa di atas hukum… angoota2/karyawan/tenaga medis dari lembaga/perushaan/RS akan meniru dengan kesombongan dan keangguhannya.
    * Jadi semuanya perlu sebagai pembelajaran bagi RS dan para tenaga medis… untuk belajar menghargai nyawa pasien, belajar melayani dengan hati.

    Memang tidak semua RS bobrok seperti RS Ommi. Masih banyak yang baik dan bagus yang sejak semua tujuannya adalah Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Memang tidak semua dokter bobrok dan bodoh dan goblok seperti dokter2 RS Ommi, masih banyak yang berdedikasi dan serius sejak masih duduk kuliah.

    Kasus ini sebagai pembelajaran untuk kita semua :
    - pihak RS jangan seenaknya memaksakan fasilitas ke pasien hanya sekedar kejar setor. Gunakan bila memang perlu sesuai kesehatan pasien.
    - pihak Dokter, jangan menganggap remeh kebutaan dan ketidakpahaman pasien tentang hal2 medis. Sekarang jaman informasi, segala didapat dengan mudah. Jadilah dokter yang baik, mau mendengarkan keluhan pasien, memberikan penjelasan segala pertanyaan dan keluhan pasien. Pasien adalah manusia yang juga mau didengar keluahannya, bukan hewan. Anda aalah dokter manusia, bukan dokter hewan yang main potong, suntik dsb.
    - Untuk para calon pasien, carilah RS yang benar2 menutamakan pelayanan dan servis kesehatan demi kesehatan dan keselamatan nyawa manusia tidak semata2 karena uang. Jangan silau dengan kata Internasional di belakang RS, atau nama2 RS memakai nama asing atau nama2 yang berbau luarnegri tetapi kualitas RT kampungan.
    -Carilah dokter yang benar2 mau mendengarkan semua keluhan kita pasien. Bukan sekedar datang, ditanya sakit apa, tanpa periksa tanpa tanya, hanya sekedar periksa mulut, mata, denyut nadi, detak jantung, periksa perut… langusng keluar diagnosa dan resep obat.

    —-+++> Sebagai dukungan kepada BU Prita dan juga sebagai Bentuk protes dan sarana pembelajaran untuk Lembaga RS/ dokter2 lain2nya… marilah kita2 para warga Serpong atau lain daerah.. untuk tidak menggunakan fasilitas atau datang berobat baik rawat jalan/rawat inap di RS Ommi Internasional Alam Sutera. Bila sekarang sudah menjadi member, datang ke RS Ommi, lalu potong kartu keanggotaan itu di depan Humas RS ybs.
    RS Ommi mungkin tidak dapat atau tidak mungkin dicabut izinnya oleh pemerintah dengan berbagai hal, tetapi kita bisa membuat RS itu tidak punya pasien sama sekali.
    - Untuk dr HG dan dr G serta dokter2 lain yang berpraktek di RS Ommi yang terkait dengan masalah Bu Prita kita boikot juga, dimana pun mereka praktek di RS atau praktek pribadi. Mereka (dokter21 tersebut) meskipun kita ajukan ke Majelis Etika IDI karena Malpraktek, belum tentu kita menang, kebanyakan IDI justru membela mereka (sama2 dokter), tetapi kita para konsumen jasa kesehatan bisa melakukan protes dengan tidaklagi mendatangi ke tempat2 praktek para dokter tersebut, alias diblacklist oleh para pasiennya sendiri.

    Ayo dukung bu Prita dengan Boikoit untuk tidak menggunakan Jasa Kesehatan dari RS Ommi dan para dokter yang prakterk di RS itu dimanapun mereka praktek.

  229. tia Says:

    Terbukti, bahwa dokter dan manajemen OMNI-lah yg “sakit”..

  230. wawan Says:

    saya setuju banget dokter dan management omni diproses secara hukum yang benar…., bila perlu harus kita sadarkan temen2 kita agar tidak percaya dengan pelayanan omni. tx

  231. oneinbijis Says:

    dan sekarang kasus ini sedang ditangani oleh capres2 dan akan digunakan untuk mengumpulkan massa dari organisasi pro-prita

    salut untuk SBY yang sangat demokratis dan populis…

    salam,
    oneinbijis
    http:/gula-gula-lolipop.blogspot.com

  232. nono Says:

    payah yah, belon-belon langsung di penjara. Apa aparat penegak hukum bisanya menjara orang kecil. coba kalo berani para koruptor !!! langsung dipenjara tidak. indonesia …. indonesia. hebat yah

  233. anto Says:

    jika benar demikian kasusnya, saya kira mbak prita bisa tanya sama yang ngerti hukum, bisa nggak RS seperti itu dituntut. jika bisa dituntut aja. mbak prita sangat dirugikan tuh….

  234. chamay Says:

    LULUSAN MANA SEE dr. nya
    MALU-MALUIN AKADEMIS AJA

  235. b.yudo Says:

    Inilah salah satu contoh gambaran/kejadian pelayanan kesehatan, keamanan, hukum. kemanusiaan yang teramat jelek. Contoh arogansi lembaga. Contoh sesuatu yang tadinya kita anggap profesional… ternyata hanya bisa menunjukkan kepada kita sebagai ….. kelas comberan!, Naudzu billah…! Atas kejadian ini…Semoga Allah tetap melindungi dan tetap memberikan kekuatan, keselamatan kepada bu Prita, dalam mengahadapi semua ini. Karena saya yakin, kejadian seperti yang dialami bu prita, tidak hanya b. Prita sendiri yang mengalami. saya yakin masih banyak yang mengalami diwaktu dan tempat yang yang sama ataupun berbeda. Kejadian ini semoga menjadi perhatian kita semua.
    Adalah patut disayangkan RS yang bertaraf Internasional …dalam menyelesaikan komplain konsumennya hanya sebegitu kwalitasnya! ….amat sangat tidak pantas sekali! Ditambah,….sudah tak bisa nangani masalah, malah menyeret menuntut memenjarakan orang yang “wadul” kepada teman-temannya, yang sekedar mengingatkan ” berhati-hatilah kalo kesana”.
    Dan patut disayangngkan lagi, bila benar ada kolaborasi antara RS, polisi dan kejaksaan dalam kasus ini. akan dikemanakan orang -orang yang mencari keadilan kalo belum-belum sudah ada teror..penahanan. ah, Apa maunya….. kalo ada yang tidak beres … hanya didiamkan saja. terus mereka seenaknya berbuat “semau gue”. Masalah ini saya pikir harus jadi moment…. kalau perlu ke depan harus ada semacam razia terhadap dokter,…. razia terhadap penegak hukum yang seenaknya memainkan hukum… biar Indonesia ini menjadi lebih baik! usut terussss…,Lanjutkan! …. Merdeka!!!

  236. Prihatin Ibu Prita Says:

    Ibu prita adalah salah satu org yg di sayangi oleh Allah, di berikan cobaan dunia yg luar biasa tentunya akan mendapatkan balasan indah dr Allah SWT. Saya tinggal di luar indonesia, dan inilah sebenarnya negaraku yg tidah memiliki moral, pemimpin yg menggunakan uang rakyat utk kampanye, dokter yg menggunakan sejumlah rupiah utk membeli gelarnya. Saya tdk dapat membayangkan bagaimana keadaan beliau (ibu prita-red) skrg. Bukan RS OMNI saja yg memiliki dokter dan staff yg isi kepalanya adalah kotoran manusia. Pengalaman yg sama saya alami di Lampung yg jg salah satu RS swasta dan bonafit (katanya), ketika ibu saya harus di rawat, kami sengaja mengambil VIP room dgn harapan mendapatkan ruang yg layak dan dokter yg profesional, tp nyatanya yg kami dapatkan adalah VIP room yg busuk dilengkapi dgn dokter sampah. Kalau sudah begini, bagaimana nasib kita sebagai pasien? Mereka itu bukan dokter tp pengemis yg memakai baju dokter! RS OMNI akan mendapat azab beserta seluruh dokter dan staffnya. Mereka tentu mengetahui apa yg sebenarnya terjadi, tp sengaja menutup mata dan telinga atas kasus ini, karena mereka di bayar oleh manajemen. Walaupun mereka terlepas dari hukum dunia, tp mereka tidak ingat ada hukum yg menanti di akhirat! Kepada masyarakat, sebaiknya tidak berobat atau datang ke RS OMNI. Dengan begitu mereka tdk akan mendapat korban baru yg akan menjadi tikus percobaan mereka. Dan dgn sendirinya akan mengalami kerugian. Kalau masih tetap bersikeras, tentulah itu berarti anda memberikan nyawa anda sendiri sebagai mainan mereka!! Ibu prita tabahkan hati. Berdoa kepada Allah SWT. Seluruh Indonesia pun turut mendoakan utk kebebasan ibu..

  237. masprima Says:

    Sabar Bu Prita, maju terus pantang mundur, setiap kedzaliman akan mendapatkan balasan

  238. Ari W Says:

    Yang dilakukan RS Omni mengadukan ini adalah tindakan “BODOH dan NGGAK CERDAS”. Seharusnya cukup klarifikasi di Milist yang sama meminta maaf atas pelayanannya, maka nama baik OMNI tetap terpelihara. Tetapi dengan cara mengadukan pasien, justru akan menjadi bumerang !!!

    Saya yakin, masyarakat sekitar Alam Sutera PASTI berpikir 2 x kalau mau periksa kesehatan di RS OMNI

  239. jlaket Says:

    mari do’akan Allah segera menolongnya, amin

  240. Dhea Says:

    Sekali-sekali pemerintah bersikap yang tegas dong, tutup saja RS omni, biar bisa dipakai contoh bagi RS yang lain agar tidak semau udelnya sendiri dalam menangani pasien, dan dokter yang menangani bu Prita di hukum seberat-beratnya (nyawa orang dibuat main-main), Sekeluaraga dulu kalau sakit meski RS omni, tapi mulai detik ini nggak bakalan lagi keluargaku kesana habis takut ah sama dokter & managementnya yang jahat, serem & arogan.
    Moga2 bu Prita tambah menjalani sidang2 berikutnya !

  241. Winarto B Says:

    Jangan ada main antara aparat penegak hukum dengan RS OMNI ?

  242. Administrator Says:

    @Ari W, tepat sekali Pak, komunitas blogger menuntut hal yang sama yaitu cukup gunakan hak jawab untuk klarifikasi. Bila kita berpikir cerdas pasti kita tahu ada kemungkinan ada pihak2 yang mengkompori sehingga pihak RS terjebak melakukan tindakan yang tidak bijaksana ini.

  243. irma Says:

    Ass wr.wb. mba prita,

    jangan trauma dengan email ya. pahit yang diterima tapi untuk kebaikan orang banyak adalah sangat mulia mba. semoga banyak prita-prita lainnya. amin….

  244. tHalia Says:

    hiiii sadis banget, takut,serem, dech m brobat keomni,,
    tar lok kena mall praktek tuz komplen,,bisa2 masuk penjara lagi.
    ibarat masuk kekandang singa,,
    hiiiiii

  245. spsari. Says:

    Walaupun terlambat, ikut berdoa agar Ibu Prita yang informasinya ahari menghadiri sidang mendapatkan putusan yang adil … bebas..
    dan bagi calon pasien agar lebih selektif utk mencari tempat untuk berobat..

  246. arief Says:

    Yah mudah2an ada hikmahnya dalam kasus ini, karena kalau menurut saya gak mungkin ada asap kalau gak ada api, untuk kedepannya kita musti hati2 jika mau berobat kerumah sakit udah biaya mahal malah dapat penyakit baru, smoga cepat terselesaikan kasus ini dan bisa ditegakkan dengan benar secara hukum yang berlaku di negara ini mana yg benar dan mana yang salah jangan main hakim sendiri.

  247. Mas Fras Says:

    Kita orang kecil bisa saja jadi santapan orang-orang besar, banyak udah contohnya, maling ayam sama lamanya dipenjara dengan koruptor milyaran rupiah, begitu jg tentang kesehatan kita yang ngerasain bahwa sakit kita itu tidaklah begitu serius, begitu masuk rumah sakit dibuat seolah-olah itu berbahaya dan memerlukan penanganan khusus agar lebih lama kita mendekam di RS dan lebih banyak Setoran ke RS …. padahal kalo ke Mantri aja kita berobat bisa jadi hanya beberapa puluh ribu rupiah saja biayanya …. tp karena kita percaya bahwa RS yang besar apalagi yang bertaraf Internasional bisa menangani lebih detail lagi masalah penyakit maka kt merujuk ke RS itu yg ternyata RS bertaraf Internasional bukan jaminan bahwa pasien bisa sembuh ….. karena konsep awalnya bahwa RS itu seharusnya Rumah tempat menyembuhkan orang Sakit bukan Rumah Tempat Mengumpulin orang-orang yang disuruh sakit, tambah banyak orang yg datang dengan keluhan sakit, kalo bisa disuruh lama-lama aja sakitnya biar sekalian gak usah pulang-pulang yg tadinya cuma ngabisin gaji setengah bulan untuk biaya RS, karena terlalu lama di RS jadi semua harta dijual sampe ludes untuk bayar RS …. yang pada akhirnya RS-lah yang menang … diatas kesengsaraan Pasiennya, hanya Gara-gara 1 RS yang berkelakuan begitu, dampaknya RS-RS yang lain yang termasuk kategori baikpun mendapat tamparan pedas dengan adanya kejadian ini ….. ini sangat tidak masuk akal, pasien yang minta disembuhin sakitnya ….. koq malah dipenjara dan dibuat sakit hatinya karena Mbak Prita hanya mengungkapkan apa yang dialaminya …….. RS apa tuch …. terlalu … gak punya perasaan terhadap pasiennya ….. tutup aja udah RS-nya pelayanan Ke Masyarakat koq sampe segitu kejam ….. Tuhan lebih tahu mana yang benar ….. kita liat aja akhir ceritanya baik di dunia …. maupun diakhirat ya … Salam salut buat Mbak Prita ….. semoga Allah beserta Anda …..

  248. Wagiso Says:

    Wahai Masyarakat …. jangan Mau Berobat ke RS OMNI International …. nanti kita malah masuk penjara …. spt Ibu Prita ..

  249. s kamtari Says:

    Saya baru tahu kasus Ibu Prita ini setelah muncul di media. Saya ikut senang Ibu Prita sudah bisa berkumpul kembali dengan putra-putranya. Namun saya juga masih prihatin, karena status Ibu Prita yang hanya berubah dari tahanan di “rumah tahanan/ rutan” ke tahanan kota. Oleh karena itu, saya ikut mendoakan semoga ada uluran tangan Tuhan, sehingga kasus ini tidak dilanjutkan ke pengadilan, atau paling tidak kalau toh masuk pengadilan – dapat bebas dari segala tuntutan. Amin. Saya pernah mendengar informasi dari radio, bahwa sebenarnya secara kode etik, seorang dokter harus menjelaskan diagnosanya kepada pasiennya. Demikian juga semua tindakan terhadap pasien, termasuk obat-obatan yang diberikan, kegunaannya apa, ada efek samping tidak dll. Memang benar tidak semua dokter pinter. Saya ada pengalaman di masa lalu, dimana waktu itu anak bayi saya sakit bertepatan dengan hari libur, sehingga dokter langganan tutup. Satu-satunya dokter yang buka praktek adalah tetangga, yang sudah dikenal masyarakat setempat kurang pinter. Waktu itu saya sudah ancang-ancang dari rumah bahwa anak saya tidak boleh disuntik, saya cukup minta resep saja. Apa yang terjadi dengan resepnya? Esok harinya anak saya tidur seharian dan begitu dibangunkan malah step. Apa jadinya seandainya disuntik? Ada pengalaman lain tentang menantu saya. Dia di diagnosa dokter di Jakarta, katanya terkena sakit usus buntu dan harus dioperasi. Waktu itu saya sarankan untuk mencari second opinion ke dokter lain. Belum sempat ada hasil yang jelas, menantu saya keburu berangkat ke Jerman menyusul suaminya. Pemeriksaan kesehatannya dilanjutkan di Jerman, dan ternyata sakitnya bukan usus buntu, tetapi ada “myom” di rahim. Tindakan dokter adalah mengambil myom tersebut dengan alat (tanpa bedah) dan tidak perlu mondok di rumah sakit, cukup obat jalan. Dua bulan setelah itu alhamdulillah menantu saya hamil, setelah hampir 3 tahun menikah.
    Sekali lagi saya ikut mendoakan, semoga Ibu Prita sekeluarga selalu dalam lindungan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.

  250. akusedih Says:

    koq manusia bejiwa lebih jahat dari hewan siih, tega banget menjarain orang yang mau berobat, kalau gak becus ngobatin… ya jangan bikin tambah susah orang doong… say no to omni…

  251. arei Says:

    Bila memang bgitu..tuh RS suruh buka rumah bordir aja klo cuman mo dapetin yg rawat inap..sama2 dosa..tp gk bikin org terbunuh..setidaknya sama2 senang..

    smoga di beri ganjaran yg setimpal…amin.

  252. Pengguna Jasa Kesehatan Says:

    Nyata yang ada main adalah jaksa dan RS Ommi.

    Sejak awal pemeriksaan oleh penyidik karena laporan RS Ommi, polisi menggunakan pasal KUHP. Dan biasanya untuk pasal ini tersangka tidak ditahan, apalagi bila ada pertimbangan kemanusiaan.

    Tidak puas dengan cara polisi tersebut, RS Ommi main mata dengan jaksa, apalagi berkas sudah mulai diberikan dari Polisi ke Jaksa. Mulai lah mafia peradilan dijalankan antara RS Ommi, tim Pembela RS Ommi (Calo mafia peradilan) dan pihak kejaksaaan.

    Karena hal ini, muncul kepentingan jaksa yang sudah disogok dengan lembaran biru, kepentingan pembela agar kasusnya menang dan kepentingan RS Ommi agar egonya terpuaskan (ego dokter2 bodoh dan tolol).
    Bukanlah dalam wawancara di TV kemarin malam, tim pembela RS Ommi dengan bersemangat sekali keliatan bahwa dengan bangga mengatakan bahwa timnya telah melakukan dakwaan pencemaran nama baik kepada bu Prita dengan pasal2 berlapis dari KUHP dan UU ITE.
    Bukankah hal suatu kebetulan yang sangat2 kebetulan. Bila di tingkat Polisi, hal ini tidak bisa dipaksakan, maka merekapun maen mata dengan jaksa.
    Maka dengan alasan koordinasi dengan penyidik, pihak jaksa ibu Rahmawati Utami yang terlihat aktif meng-approved pihak polisi agar ada pasal tambahan dari UU ITE yaitu pasal titipan/pesanan dari pembela RS Ommi. Maksudnya mungkin awalnya hanya sekedar gertakan untuk menakut-nakuti bu Prita. tetapi sekarang sudah kadung banjir bandang, tinggal RS Ommi yang bakal kukutan dan cuci2 piring karena pesta sudah bubar dengan kerugiaan yang lebih mahal yang mesti dibayar oleh RS Ommi. Ya bayar pembela butut, dokter geblek, karyawan CS yang kelas kambing, pasien yang minta cepat2 minta keluar ganti RS laen, serat ditinggal pergi pasien2 nya, sehingga RS Ommi yang bergedung mewah hanya berisikan para dokter dan perawat doang untuk merawat para anggota keluaerga mereka sendiri. Karena pasien dari masyarakat sudah ogah dan memblacklist RS ini. Mungkin juga para dokternya akan banyak nanggur dan cari pekerjaan lain karena juga ditinggal pergi para pasien yang tidak datang lagi ke tempat2 praktek para dokter tersebut.

    Suatu hukuman moral dan sosial yang berat dibandingkan sanksi hukum yang ditimpakan ke bu Prita.

    Sebaiknya RS Ommi dan para dokter nya dengan besar hati mengakui kesalahan-kesalahan secara terbuka dan tertulis di depan media massa nasional. Memberikan ganti rugi kepada bu Prita. Mungkin dengan cara2 seperti ini dan PR lainnya, citra RS Ommi bisa diperbaiki lagi.

    Boro2 lakuin itu eh… malah memenjarakan pasiennya sendiri… aneh.. emang dokter/RS tidak butuh pasien. Bila demikian tidak butuh pasien, sekalian saja para calon pasien jangan datang2 berobat ke RS Ommi atau para dokernya.

    Karena adanya pasal dari UU ITE itulah bu Prita ditahan karena dalam UU itu sanksinya diatas 5 tahun, dan untuk sanksi diatas 5 tahun, tersangka harus di rutankan.

  253. andre suripto Says:

    Saya sangat menyayangkan sikap2 yang sangat tidak profesional di indonesia terus terang saja kalo saya sakit dari pada di rawat dii RS di indonesia mending periksa ke singpore aja di sana sangat profesional dan para tenaga medisnya sangat bagus sekali tidak seperti di indonesia nasib manusia seperti kelinci percobaan.Dan masalah hukum di indonesia jelas sekali jika ada duit semuanya pasti beres tanpa ada masalah itulah lemahnya negara ini.Semoga prita di beri ketabahan dan kekuatan oleh TUHAN YME dan semoga mereka yang tidak tahu akan tindakannya yang merugikan orang lain semoga mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat.

  254. admin Says:

    sy mendukung sepenuhnya kepada ibu prita……..beliau adalah korban dan bukan pelaku kejahatan sprt yg dituduhkn……

  255. Iblis Says:

    Rumah Sakit Omni Rumah Sakit *****yang mana Pengelolanya *****, Iblis jahanam meraka taunya hanya uang dan uang, kepalanya penuh dengan kotoran neraka semoga pelalu dokter disana mendapatkan azab dan kutukan dari yang Maha Esa hidup ibu Prita dukung terus ibu Prita tutup segera rumah sakit omni

  256. Iblis Says:

    Tutup saja rumah sakit itu

  257. peluang usaha Says:

    Bebaskan Prita Mulyasari segera!!!

  258. Lim Says:

    HUKUM YANG TIDAK MENGEDEPANKAN HATI NURANI

  259. Abdul rahman Says:

    Maju terus pantang mundur. Jangan menyerah doa seorang ibu yg teraniaya niscaya akan dikabulkan YME.

  260. jojon Says:

    RS OMNI ******!!!!!!

  261. Nour Says:

    Sangat memprihatinkan! Harusnya pihak OMNI berterima kasih dengan adanya milis dari Bu Prita. Bukan malah menjebloskannya ke penjara. Karena itu merupakan masukan buat kemajuan RS OMNI. Buat Bu Prita, sabarlah, Allah akan selalu bersama hambanya yang sabar. Amin

  262. Enjoy Aja Says:

    RS OMNI INTERNASIONAL, sekarang harus mikir bahwa tindakan hukum yang dilakukannya terhadap Prita sampai masuk penjara, justru telah mencemarkan nama rumah sakit tsb habis-habisan.

    Kalo udah jadi berita seperti ini siapa yang mau berobat ke RS tsb ? Mendingan koreksi diri, karena complaint ibu berita menunjukkan ada yg tidak beres dengan dokter2 yang memberikan perawatan kepadanya.

  263. omg Says:

    Fenomena yang dialami oleh mbak Prita menjadi sangat menarik dan banyak mendapat respon dari masyarakat karena adanya kesadaran bahwa hal ini pun dapat menimpa diri kita juga. Bayangkan, suatu saat kita sakit dan perlu berobat, apakah tidak mungkin bahwa terjadi mal praktek kepada kita? Lalu apabila terjadi mal praktek, apakah kita tidak boleh mengkomplain? Nyata2 nya dari kasus mbak Prita ini mengkonfirmasi bahwa lembaga2 bagi masyarakat yang ada di Indonesia merupakan pajangan belaka. Pihak hukum yang sudah kehilangan integritas nya di mata masyarakat juga turut ambil bagian dalam permainan kotor yang membuat citra hukum nasional semakin terpuruk. Jadi, seakan-akan ada pernyataan yang pahit dalam pikiran kita : apakah kita tidak boleh sakit? Karena hal yang dialami oleh mbak Prita bisa juga terjadi pada kita semua. Kesimpulannya, dengan mendukung mbak Prita berarti kita juga mendukung kebebasan kita dalam mendapat hak berobat dengan layak. Semoga peristiwa ini semakin meluas dan jadi cerminan bagi kaum elite untuk lebih memikirkan orang kecil

  264. aththar Says:

    saya tidak akan mengatakan PENIPU kpd RS OMNI yg jelas2 menipu. sy tdk akan mengatakan BAHLUL pd RS yg mmg BAHLUL
    takut di-PRITA-kan juga… BOIKOT aja, teriring do’a smg lekas BANGKRUT.

  265. solider Says:

    kebaikan dan keburukkan tidak akan pernah tertukar begitu juga kebenaran dan kejahatan tidak akan pernah tertukar juga maka dari itu yang berbuat salah akan mendapatkan balasan atas perbuatannya dan yang berbuat benar akan mendapat ganjaran atas kebaikannya semoga hati nurani yang berbicara bukan nafsu jahat.

  266. devil Says:

    ckckck….masa gara2 ni ibu Prita masuk penjara…..
    Gila benar Negara kita ga da keadilan.pantesan uda merdka 60an tahun ga maju2…pemerintah kyk gt…kata nya bebas berpendapat,klu gara2 ini masuk penjara mending kembali aja ke zaman pak harto..
    semua pada diam aman ga masuk penjara.

  267. erf Says:

    ada pelajaran dan rumus baru :

    SAKIT ? RS OMNI ? KOMPLIKASI ? MASUK PENJARA

    HI….. TAKUUUUUUT…………………

  268. angel Says:

    bener bener memperhatikan pengobatan di indo…..karna ini bukan kejadian pertama….seringkali RS di Indo mengobati orang hidup menjadi orang MATI….jadi berwaspadalah dalam memilih rumah sakit..klo emang berkemampuan saya sarankan berobat ke luar negeri aja…yg plg reasonable price itu di MALAYSIA….bukannya ga mendukung negara sendiri…tp nyawa org lebih penting……

  269. devil Says:

    lo kok komen g ga da lagi?
    napa emank ga ble komen pemerintah?
    kenyataan nya kan?

  270. Rieka Yuliana Says:

    Sabar ya Bu Prita,semoga hukum bisa bertindak adil…

  271. taufan Says:

    kalo salah ngaku aja salah,, gak usah ditutup tutupin gak usah dibela belain pake pengacara segala,, buang energi dan uang saja,,, lebih baik pihak omni dengan berjiwa besar minta maaf kepada semua pihak yang dirugikan terutama ibu prita,,, tentu dengan konsekuensi,, disamping minta maaf juga akan ada ganti rugi baik materil maupun imateril kepada ibu prita,,, bukan malah sebaliknya pihak omni yang minta gati rugi kepada ibu prita yang sudah korban segalanya

    sekian semoga pihak omni lebih arif dan bijaksana

  272. dokter cabul Says:

    Jangan – jangan ada Mal pratek yang lainnya selain mbak prita M?? gimana coment menteri Kesehatannya??? kok yang dapat ijin juga RSnya..

  273. harianto Says:

    say no omni
    hukum negri kita lemah

    apa bisa menyampaikan pendapat kok mlah di jebloskan ke penjara…bgaimana ini??

    bkankah negri kita ,negri demokrasi?

  274. dokter H Says:

    SAY NO OMNI!!!

    cabut izin omni di indonesia

  275. suka-suka Says:

    1. Kok menteri kesehatannya diam aja? sampe JK bilang minta di bebasin? Diem diem JK juga dokter kalee.
    2. Kalo liat dari penuluran cerita prita, jelas itu mal praktek. Telusuri lagi berkas berkasnya. Kalau terbukti mal praktek, Cabut izin praktek dokter yang bermasalah, jeblosin ke penjara, cukup 2 minggu aja, biar kapok.
    3. Pengelola rumah sakit juga harus bertanggung jawab atas kasus ini

  276. rq Says:

    DENGAN MELIHAT KEJADIAN SAUDARA KITA PRITA TERHADAPA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN JUGA PERHATIAN DALAM LAYANAN SEBAGAI KONSUMEN SADAR AKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DALAM PELAYANAN DAN MELAYANI BAGI KONSUMEN OLEH INSTITUSI YANG BERBASIS LAYANAN KEMASYARAKATAN TERMASUK RUMAH SAKIT
    DENGAN DEMIKIAN SAYA PRIBADI MENGAJAK REKAN REKAN MENDUKUNG PERJUANGAN PRITA SEBAGAI KONSUMEN YANG PATUT DI LINDUNGI (SEBAGAI USER) DAN MENUNTUT KEADILAN SEADIL ADILNYA KE LAYANAN MASYARAKAT YAITU RS OMNI INTERNASIONAL,DAN SAYA PRIBADI MENGAJAK REKAN REKAN YANG/MAU AKAN UNTUK TIDAK BEROBAT KE RUMAH SAKIT TERSEBUT DI KARENAKAN AKAN MENYULUT PRITA PRITA BARU YANG TIDAK DIPERLAKUKAN SEBAGAIMANA MESTINYA.
    BAGI YANG SUDAH TERLANJUR DI HARAPKAN UNTUK EKSODUS KE TEMPAT “YANG BENAR BENAR” RUMAH SAKIT LAYANAN PRIMA KE MASYARAKAT…TERIMA KASIH.

    RICKY FABIANO
    CIREBON
    081933343020

  277. andrey Says:

    Istilah jawanya ini yang namanya “Asu gedhe menang kerahe’ suatu bentuk perilaku arogan yang memberhalakan kuasa dan uang tanpa mempedulikan rasa keadilan orang lain.

    Semestinya yang namanya rumah sakit itu identik dengan pelayanan yang melayani para pasiennya dg hati, jika seperti ini kejadiannya benar-benar sangat memprihatinkan…

    Sudah saatnya dibentuk sebuah lembaga resmi yg tugasnya membuat daftar blacklist bagi rumah sakit dan dokter2 nakal di negara ini yang selanjutnya dipublikasikan dengan luas,

    Suara menteri kesehatannya kemana ya, kok sampai saat ini masih belum kedengaran, bukankah ini juga masuk wilayahnya yg perlu mendapatkan perhatian dan penanganannya juga???…

  278. Qta2 Says:

    mohon maaf.. tp OMNI yang sangat menyedihkan.. semoga cuma satu2nya RS yang pernah ada di dunia..

  279. Jujur Says:

    Baca semua di atas banyak dukungan ke bu Prita yaaaa… mana ke Omm nya ?, kalau ini perhitungan suara pemilihan capres, bu Prita menang…. banyak suara pendukungnya, bu Prita menang???,,,,,, heheheheh….

  280. Zion Says:

    Bu prita tabhkn hati bu prita,smoga bu prita memenangkn di meja hijou nanti,smoga allah s.w.t,membls ktbhn ibu prita.amin,dn tuk pihak rumah skt sadarlah akn kelakuan yg bisa mrgikn pasien2 anda krna akn fatl bagi rmh skt anda,dn ku srnkn bagi pihk yg tersuap insflh anda2 smua,orng lain tidk tau tpi olloh swt pasti tau,bu prita smgg ibu tbh menghdpi cobaan ini,salm dri kota ranggalawe

  281. Rosul Says:

    Hidup dimasa apakah kita sekarang ? Mengapa korban kejahatan menjadi narapidana sedang pelaku kejahatan menjadi pahlawan kebenaran. Sedangkan penegak hukum lebih berpihak pada pelaku kejahatan dengan memenjarakan ibu Prita. Wahai calon-calon pemimpin negeri buktikan bahwa anda harapan kami dengan menghukum seberat2nya para jaksa yang memasukkan ibu Prita dalam penjara dan buka kebusukan RS OMNI Internasional. Jika anda tak mampu lebih baik anda tak usah menjadi pemimpin negeri ini, kami semua muak dengan omong kosong.

  282. ibnu Says:

    Ini mah RS yang tidak punya hati nurani sudah diporotin sekarang dimasukkan ke penjara. Benar-benar biadab

  283. Jati Says:

    Wah…..wah….wah…..!!!!

    kalau begitu caranya, bisa-bisa RS Omni bakal di serang rakyat yg kaga’ suka sama kelakuan dokter” Jahaaaaaaat……

    Ihhh…takut dech masuk RS Omni….
    Ups’ bisa di penjara neh gue gara” kirim coment seperti ini……..sereeeeem……….

  284. andre Says:

    ATAS MUSIBAH YG MENIMPA IBU PRITA MULYASARI SAYA SGT PRIHATIN, BELIAU BERHAK MENDAPAT KEADILAN DARI NEGARA.

    SDRI. MENTERI KESEHATAN ….!!!

    PERINTAHKAN DIRJEN SEGERA EVALUASI IZIN OPERASIONAL OMMI INTERNATIONAL HOSPITAL AGAR KASUS YG MEMALUKAN INI TDK JADI BAHAN TERTAWAAN NEGARA TETANGGA DAN CITRA BURUK PELAYANAN KESEHATAN SERTA PELAYANAN HUKUM NEGARA KEPADA RAKYAT.

  285. Dukung_Prita Says:

  286. tonius nay Says:

    inilah Indonesia….

    dan SBY??? dia mah mendingan kampanye,,,

    apa keadaan ini yang akan kita LANJUTKAN ????

  287. Andi Anto Says:

    kebebasan berpendapat sangat memprihatinkan di negara ini, Prita Mulyasari sudah sakit di penjara lagi cuma gara-gara mengirim e-mail ke teman-temannya, betul-betul tidak punya perasaan

  288. maruji Says:

    Menteri kesehatan RI segera menyelesaikan masalah ini. Karena banyak RS Seperti ini
    terima kasih

  289. Wizzy Elizabeth Says:

    Ga’ nyangka ya- RS Seterkenal itu dg dokternya yg terkenal itu dan fasilitasnya yg terkenal itu…benar2 terkenal “DANGER” coz perbuatannya yg seperti itu. Mana bisa RS Indonesia jd saingan RS Singapura klo’ky gni carax…yg tabah ya Jeng Prita.

  290. Biadab Says:

    Satu kata Buat RS OMNI INTERNATIONAL dan para Dr MAL PRAKTEK Ibu Prita serta Pihak2 yg membuat Ibu Prita ditahan….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….BIADABBBBB>>>!!!!!….

  291. wizzy Elizabeth Says:

    Maph ya kalow kta2 eke kagak enak didenger-secara ni luapan keikutsedihan thdp musibah yg menimpa Jeng Prita. Sekali lgi…jgn bkin manusia Trauma sending e-mail gr2 dikit2 lapor tanpa mau introspeksi diri. kan malyuuu…geto loch!
    Hargai HAM..Hyuuks.
    Thatha…

  292. ht Says:

    Ini adalah imbas dari mahalnya dunia pendidikan dan lain2nya, orangnya makin pintar tapi nurani malah sebaliknya. Jadi hidup di Indonesia ini enaknya harus gimana ya???

    Kayaknya kita harus ngumpulin ide untuk membangun komunitas bangsa Indonesia baru yang betul2 menggunakan akal sehat dan nurani untuk bermasyarakat secara wajar, mau tolong menolong, saling menghormati dan penuh kesantunan, biar semua bisa sejahtera dan tidak tergantung dengan kapitalis.

  293. Fadlil Says:

    Saya do’akan bu Prita selalu dalam rahmat Allah. Amiin

    Siaap LANJUTKAN . LANJUTKAN . Apa ?
    PENDERITAAN RAKYAT

  294. DR. MENDEZ Says:

    BUAT MBAK PRITA….

    APA YG ANDA LAKUKAN BENAR, MENUNTUT HAK ANDA. ITU BUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK.
    SAYA JADI GREGETAN DENGAN DOKTER2 YG ADA DI OMNI : DAN SAYA CURIGA DOKTER RS. OMNI YG MENANGANI MBAK PRITA SEWAKTU KULIAH SAAT UJIAN NYONTEK…KALAU TIDAK SO PASTI IJASAHNYA BELI ALIAS PALSU.
    DASAR DOKTER BRENGSEK….
    BUAT PEMERINTAH : BUKA TUUU MATA KAMU HAI PENGUASA….RAKYAT YG JADI KORBAN MALAH MASUK PENJARA…
    MEMANG NEGARA INI MILIK NENEK MOYANG LOE….
    LAIN KALI PERGI KE DUKUN AJA MBAK YG MURAH DAN NGGAK REWEL….
    SEMOGA TUHAN MELINDUNGI MBAK PRITA DAN KELUARGA…
    SALAM

  295. menawan Says:

    buat mbak prita sabar….moga Allah mengganti musibah mbak ini dengan kenikmatan yang berlimpah. amin..
    buat pihak yang memang seharusnya bertanggung jawab..mbok ya bersikap ksatria..

  296. dendam Says:

    Ko Menkes malah mendukung RS Omni sich…….?????? Jahat Bgt, Mungkin dapat duit juga kali ya??????

  297. koi Says:

    Say no to omni…………………
    Bubarkan.
    LENIH CEPAT LEBIH BAIK…untuk itu . LANJTKAN……. demi mencapai EKONOMI KERAKYATAN

  298. mkelana Says:

    kasus Prita merupakan contoh Pembukaman Suara Konsumen ….Bebaskan prita !!!! :D

  299. Awam gals Says:

    Nasi sudah menjadi bubur..
    Bu Prita sudah keburu dpenjara..
    Nah skg kita mesti mikir bgmn buat bubur itu jadi bubur ayam..
    Saya menyarankan agar Bu Prita menuntut balik RS OMNI tsb, dengan syarat Bu Prita kumpulkan sgala bukti dan saksi atas semua keluhan yg Bu Prita tulis di e-mail..
    kalau bukti dan saksi sudah komplit,sgera tuntut balik..
    Jangan takut akan RS tsb,tidak akan ada penindasan atau pnyelewengan hukum lagi KARENA SEKARANG BERITA INI SUDAH GENCAR2NYA DI EKSPOS OLEH MEDIA..

    PERAN MEDIA DSNI SANGAT BESAR,jadi bila terjadi kejanggalan media pun pasti akan ekspos jadi pasti akan ketahuan kalau ada penyimpangan2..
    JAdi TUNTUT SAJA..!
    SEMANGAT..

  300. Dudy Says:

    Ingat jangan sampai kejadian seperti ini menggertak kita semua sebagai konsumen untuk mengungkapkan komplain dan kritikan terhadap “semua produsen”.
    Jangan takut bicara kalau benar….
    Untuk Ibu Prita tetap tegakan kebenaran Bu..Jangan takut…!!

  301. redline Says:

    G’ JELAS BGT NE BARITA…MASA SAMPE APARAT PEMERINTAHAN PUN SALAH MENERAPKAN UU…MENTRI KESEHATAN KEMANA?????BUKTIIN DONK…SAMPE SEKARANG GUE MASIH NGACUNGIN JEMPOL MA PEMERINTAHAN SEKARANG INI..JGN SAMPE GR2 NILA SETITIK SEMUANYA JD BERABE…..RS OMNI DITUTUP PUN MASIH BISA BEROBAT KETEMPAT LAEN KOQ….NE G’ BISA DIBIARIN….SEMUA TERFOKUS KE MASALAH NE SAKARANG!!!!!!JGN MAEN2…TLG BERI KEJELASAN…….SEKARANG G’ ADA LAGI DI TANGAN BESI!!!ENAK-ENAK AJA MENJARAIN ORG….UNTUK PARA-PARA DOKTER OMNI…”ANDA JANGAN MIKIR MENANG.SEBENARNYA BUKAN ANDA YANG DI BELA,CUMA RUMAH SAKIT KOQ…ANDA BISA SAJA DIBUANG SETELAH SEMUA INI……..”MAJU TERUS MBAK PRITA….

  302. Portal blink Says:

    Hai bu dokter dan pak dokter omni….
    gw aja nyuci baju di laundry bisa komplain koq…..koq lo mainin nyawa orang seenak lo aja????!!….Trus Pake g’ ngaku lagi….lo harusnya belajar ama dokter hewan!!!!mereka aja ama binatang masih pakke perasaan…kalu g; percaya lo cobain aja!!!!! INGAT!!!!!!!!!!ne BANTEN COY…

  303. igo Says:

    menkes aja takut dan tidak membela orang kecil malah bela yang besar yang kurang profesional,,buktinya ga berani beri sanksi alasannya rs swasta,malah balik menyalahkan ibu prita,,saya harap kepada SBY tidak memilih menkes dengan mental ningrat. tidak prorakyat yang tertindas

  304. anto Says:

    weleh…weleh……ternyata duit masih bisa mengalahkan kebenaran….tapi saya yakin bahwa Tuhan tidak tidur dan akan menolong mereka yang di nista…..dan akan mengingatkan pada umat Nya yang telah menyimpang dari aturan Nya…..semoga cepet sembuh Mbak Prita dan cepet selesai juga masalah yang anda hadapi ini………..

  305. puspita Says:

    Salut buat keberanian Ibu Prita…mudah-an menjadi pelajaran buat RS lain bahwa bagaimanapun pasien punya hak mendapat pelayanan yang baik dan berkualitas dan untuk aparat penegak hukum : tegakkan keadilan karena keadilan seharusnya tdk pandang status lemah/kuat status seseorang….Ibu Prita,banyak yang mendukung/suport Ibu & mudah-an Ibu selalu di beri kekuatan/lindungan-NYA…Amien

  306. kiki Says:

    ass…
    pihak rumah sakit jangan semena-mena terhadap rakyat kecil…dasar tidak punya hati nurani dan perasaan..ulaa ika kal an’am bal hum adhallu.. mereka itu sama saja seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat dari pada itu…
    semoga allah membalas dengan apa yang telah dilakukan oleh RS OMNI internasional..

  307. aday Says:

    ya panteslah dokternya dongo bin tolol, mungkin waktu nyeleseain kuliah skripsinya yang bikin tukang rentalan skripsi,….jadi taunya cuman makan dongo sama tolol….. Indonesia memang negeri khusus buat orang gede dan terhormat… orang gede yang salah malah orang kecil yang dijeblosin ke penjara….. RS OMNI emang bertaraf internasional tapi internasional dalam menipu dan memberikan analisis yang bego….

  308. ToMa Tgr Says:

    denger denger ada kasus suap RUMAH, tolong SELIDIKI dulu jangan jangan PANCINGAN, hati hati para penyidik jangan sampai mereka ada main dibelakang, bila benar benar terbukti ada kasus suapan langsung saja mereka jeblosin ke penjara termasuk dokternya… (dari Sengkon Karta, ToMa Tgr)

  309. jhondi Says:

    saya sngat terharu sekali dg kasus sdri prita,mmg demikian lah adanya doktor.rumah sakit dimana mana sama saja.tdk bisa pasien bertanya lebih.komplien ataupun apa bentuk nya,sehingga masyarakat selalu di bodoh bodohi,entash sampai kapan keadaan ini dapat berubah.dokter melakukan mal praktek pun jarang dapat dituntut atau di komplien.mereka akan selaslu mengastakasn sudah melalui prosudur,dan dokter punya kode etik.hanya itulah yg merekas dengungkan,apaskah dokter sama seperti malaikat yang tidak bisa disalahkan??? inilah yang perlu di perhatikan pemerintah,jangan disaat ini saja,nanti di politisasi lagi…. aduh g mana coba?? apakah gak tau pem,erintah kalau masyarakat sudah selalu pergi keluar negri hanya utk berobat yg mesti nya bisa di dalam negri..?ini kan akibat dari ketidak percayaan masyarakat sebagian kepada dokter kita.ya itu tadi seperti yang di alami prita. menyakitkan memang semua ini.tapi apakah tidak bisa merubah ini semua?? saya yakin pemerintah akan bijak bertindak dalam kasus ini.berikan hak pasien utk bertanya,komplien atas pelayanan yang diberikan pihak rmh sakit di seluruh indonesia.lepaskan prita dari jeratan hukum.

  310. tav Says:

    Bagi pihak R.S yang melaporkan kasus ini,,anda berarti tidak menghargai demokrasi di Indonesia,, segala kritik dan saran yang masuk ke pihak R.S oleh ny.prita seharusnya dijadikan introspeksi buat meningkatkan pelayanan R.S ini, bukan dijadikan sebagai “Pencemaran Nama Baik”. R.S boleh bagus & bertahap Internasional, tapi kelakuan dan adat-nya NDESO banget,, gg ngerti tentang etika Kritik & Saran.. Bagi Jaksa Rahmawati dkk,, anda tidak layak menjadi seorang jaksa, apa anda Kongkalikong dengan Pihak R.S untuk menahan ny.prita??? yang seharusnya ditahan di sel bukan ny.Prita, namun JAKSA RAHMAWATI dkk yang seenaknya dengkulnya memvonis orang!!

  311. bond2 Says:

    jika saja RS ini bersikap baik dari awal dan memperbaiki /menjelaskan kesalahannya dari awalnya seharusnya case ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. namun karna tidak demikian wajar saja prita curhat sampe dunia maya. kalo sudah gini ya mungkin RS ini Merasa menang tapi siapapun bisa menilai mana yang baik mana yg jahat…
    pisss…

  312. Fakhri Anhar Says:

    YLKI dan seluruh masyarakat supaya dapat digerakkan untuk menekan menkes, IDI supaya dapat memperbaiki kinerja serta perilaku anggotanya (dokter), karena saya sangat yakin bahwa prita-prita yang lain masih banyak. Dokter dan rumah sakit hanya berfikir uang dan bisnis, sudah kehilangan jiwa sosialnya

  313. tony Says:

    KEBEBASAN BERPENDAPAT KHUSUSNYA SARAN KRITIK UNTUK LEMBAGA PELAYAN MASYARAKAT APALABI BIDANG KEMANUSIAAN….SANGAT PANTAS DAN PATUT SEKALI UTK DIPUBLIKASIKAN, ….SAYA KIRA MASIH BANYAK PRITA-PRITA LAIN DI BUMI INDONESIA YANG BERNASIB SAMA, PENDAPAT SAYA….OMNI INT’ TDK AKAN HANCUR BILA PINTER2 DLM MENDALAMI MASALAH INI, TANPA MENYERET KE RANAH PIDANA

    UNTUK APARAT HUKUM, TOLONG JGN DIPLINTIR PASAL-PASAL KARET, KARENA ADA KEPENTINGAN DIDALAMNYA, KASIHAN PIMPINAN SAUDARA SUDAH MATI-MATIAN UTK BERKOMITMEN PROFESIONAL, TAPI APARAT DIBAWAHNYA LIHAI MENGULUR DAN MENGKERET HUKUM

    BAGI PARA CAPRES YANG TERHORMAT, KAMI WARGA INDONESIA BUTUH TRANSPARANNYA PROSEDUR DAN INFORMASI DI SEGALA BIDANG, JGN HANYA SLOGAN-SLOGAN SAJA YANG DICEKOKKAN KEPADA KAMI, KAMI PERCAYA CAPRES-CAPRES INI BISA……!

  314. sesama manusia Says:

    terkutuklah dokter2 dan aparat yang kurang ajar…..

    maju terus bu prita…… Bangkrut Kau OMNI

  315. TIMOTIUS SIAGIAN Says:

    MISALKAN SAYA SENDIRI YANG NMENGHADAPI MASALAH INI, SAYA AKAN GUBUKIN ITU DOKER.
    KETERLALUAN ITU RUMAH SAKIT, DASAR MANUSIA MATA DUITAN.
    KALAU BISA DOKTER YANG BERSANGKUTAN TANGKAP ……

  316. raka Says:

    tuh yg nangkep bego tuh
    aku aja pernah jd korban

  317. abeth Says:

    wah… kacau tuh… omni international oon… bukanna minta maaf tp malah nekat nuntut konsumen… habislah omni….
    gue dukung kebebasan berpendapat sbg konsumen

  318. dhimas Says:

    para penegak hukum aja tuh yg sok tau, lha wong orang lagi curhat kok di penjara gimana sih, koruptor aja masih banyak yg keliaran, mending tuh tangkap para koruptor dari pada nangkep orang curhat.
    lagian UU lum disosialisasi dah di palu, kalo buat UU kaya gitu harusnya ngundang pakarnya jug dong, kaya bung roy surya yg lebih masternya, kalo buat UU ‘ngak disertai ahlinya tu kaya mo bikin tempe nanyaya ma tukang batu bata

  319. reformasi hukum Says:

    BUAT UNDANG-2 YANG TEGAS MENGATUR SANKSI BUAT POLISI,JAKSA,HAKIM DAN PENGACARA KARENA SELAMA INI MEREKA YANG TERLIBAT LANGSUNG DENGAN MASALAH MASYARAKAT JADI JIKA ORANG YANG TIDAK BERSALAH SAMPAI TERANIAYA KARENA PERBUATAN MEREKA….MEREKA JUGA HARUS KENA SANKSI BAIK PERDATA MAUPUN PIDANA…..TIDAK BOLEH ADA PEKERJAAN YANG DILINDUNGI OLEH NEGARA KARENA KELALAIAN,ATAU NIAT UNTUK BERBUAT JAHAT…….

  320. nella Says:

    Kasus ini agar menjadi pelajaran bagi rumah sakit lain .. jangan emosional dalam menanggapi masalah…. berkonsultasilah terlebih dahulu dengan Penasehat Hukum Kesehatan, bukankah … sudah banyak ahli hukum kesehatan, yang memahami betul apa yang menjadi hak & kewajiban pasien dan dokter dalam praktik kedokteran !!!!

  321. antok Says:

    SOLIDARITAS UNTUK PRITA MULYASARI
    SOLIDARITAS UNTUK INDONESIA SEHAT
    Maka
    “BOIKOT RUMAH SAKIT OMNI”

    Solodaritas yang dapat kami tawarkan adalah: “mengajak kepada segenap warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang sedang tinggal di Indonesia untuk melakukan tindakan boikot, dengan jalan tidak mempercayakan masalah kesehatan kita kepada Rumah Sakit Omni International, Jakarta. Sampai pada batas waktu selesainya perkara hukum yang dialami Ibu Prita Mulyasari”. Ini baru adil bagi pihak rumah sakit, pihak Ibu Prita Mulayari, dan Pihak Masyarakat penerima layanan kesehatan”.

    Kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari adalah sebuah kasus yang dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Yakni sebuah fenomena yang dipermukaan terlihat sedikit secara kuantitas namun pada realitas dimasyarakat adalah jauh lebih besar. Dimana pada dunia industri medis, nyaris menjadi tak terkontrol. Padahal dunia medis adalah sebuah kumpulan profesi yang memiliki ranah bobot kemanusiaan lebih tinggi dibanding dengan kepentingan bisnis, namun di Indonesia sudah menjadi hal yang maklum bahwa bisnis medis adalah sebuah bisnis yang sangat profitable. Bebas krisis ekonomi dan bebas krisis politik. Dalam kondisi apapun bahwa bisnis medis tak bakalan bangkrut, hal inilah yang menjadikan profesi medis menjadi idola di Masyarakat. Bagi penyandang profesinya, tidak memiliki kekhawatiran akan kegagalan profesi bahkan kegagalan bisnis.
    Salah satu alasan mengapa orang memilih profesi medis, adalah bahwa dalam keadaan apapun, dan berada pada komunitas apapun, keberadaan pelayan medis akan tetap diperlukan.
    Sifat kehawatiran manusia adalah sesuatu yang manusiawi, sehingga manusia akan bersikap prudence (hati-hati) menjalankan berbagai aktifitasnya. Karena aktifitas manusia adalah senantiasa berkorelasi dengan kehidupan dan kepentingan manusia lainnya, baik langsung maupun tidak. Tak aneh bila persoalan Mal-praktek kedokteran menjadi masalah yang siring muncul. Dan jelas siapa yang dirugikan dari sikap kekurang hati-hatian profesi medis.
    Uniknya bahwa sampai hari ini tak ada penyandang profesi medis yang mendapat ganjaran hukuman. Hal ini adalah suatu fakta yang amat tidak masuk akal. Ditengah-tengah sikap rendah ketidak hati-hatian (less-prudence) tapi nyaris tak pernah mengalami kesalahan. Ini merupakan kejanggalan alam terbesar di jagad raya ini.
    Semakin kurang berhati-hati berlalulintas di jalan raya maka resiko terjadi kecelakaan semakin besar, namun tidak terjadi di dunia medis.Bahkan ketidak hati-hatian dokter pemberi layanan medis berakibat makin buruknya kesehatan pasien, bahkan jika pasien macam-macam segalanya bisa disiasati sampai pada akhirnya pasien korban mal praktek menjadi pelaku criminal.
    Tak banyak yang menyadari betapa kuatnya dunia profesi medis. Ibarat kuatnya sebuah rezim yang otoriter dan fasis. Dalam bahasa jawa timuran dikatakan “kalah menang nyirik” (kalah – menang, beruntung-namun beruntungnya dg curang. Nyirik – sulit menemukan terjemahan yang pas). Sudah saatnya “REZIM” Medis perlu mendapatkan control social yang memadai, bahkan sampai pada ranah delik pidana.
    Undang-undang kesehatan pun, sebenarnya masih jauh dari unsur memenuhi rasa kadilan masyarakat. Diamana bila terjadi keluhan pada pasien atas dugaan mal praktek hendaknya diselesaikan pada dewan kehormatan profesi. Ini artinya penyelesaian perselisihan anatara dokter pasien hendaknya diselesaikan oleh kalangan pihak medis, apakah ini dapat memenuhi rasa keadilan. Seharusnya hal ini dapat dilakukan dasar pro justisia. Dan penyelesaiannya harus masuk pada ranah hukum. Hal ini dapat menggambarkan bahwa betapa kuatnya Rezim Medis di Indonesia. Belum lagi mahalnya obat-obatan, yang nota bene, obat diproduksi secara masal, keunikan produksi masal adalah nilai jual hasil produksinya dapat ditekan serendah mungkin. Maka logikanya pasien sebagai konsumen produk medis berupa obat-obatan akan menikmati harga rendah. Lagi-lagi hukum logika pasar bebas (supply-demand) nggak mampu menggoyahkan arogansi Rezim Medis.
    Sudah mafhum dimasyarakat kita bahwa, terdapat kecemasan apakah biaya medis yang dikeluarkan akan sebanding dengan layanan kesehatan yang diterima. Puas-nggak puas – suka nggak suka, pasien harus menerimanya. Karena tidak memiliki alternative lainnya, kecuali layanan pengobatan alternative. Seolah kita mengalami regresi social jauh mendur kebelakang sampai pada tahun tujuh puluhan. Saya masih ingat bahwa untuk memasyarakatkan layanan medis, di kampong-kampung dahulu, selalu dilakukan penyuluhan penyuluhan di desa-desa agar menjauhi para dukun dan berobat ke puskesmas. Namun apa lacur, fenomena dukun cilik Ponari adalah suatu keniscayaan yang tak dapat dihindari sebagai sikap protes terhadap rezim medis kita.
    Sudah saatnya rezim medis berbenah diri kembali pada profesi kemanusiaan dengan menjunjung tinggi aspek kemanusiaan (sense of humanity) dari pada mendahulukan profitable belaka. Kalau nggak mau berbenah diri ya harus rame-rame kita benahi.
    Melalui kasus Ibu Prita ini hendaknya kita bersyukur bahwa kini kita dapat membuka pikiran kita untuk makin peduli pada layanan public di negeri ini. Dengan memberikan tekanan kepada rezim medis agar khususnya juga pihak rumah sakit Omni International agar tidak bersikap arogan dan kembali menonjolkan sisi kemanusiaannya. Karena rezim medis ini adalah bentuk lembaga layanan kemanusiaan. Maaf, inilah salah satu dampak system ekonomi neo liberalisme, lembaga kemanusiaampum dibisnis oriented-kan pula. Apa askeskin dapat juga dilayani di Omni ini ya…..?
    Kembali ke masalah Ibu Prita, saya mengajak kepada segenap warga Negara Indonesia maupun warga Negara asing yang tinggal di Indonesia dan masih memiliki hati nurani, ayo kita sadarkan pihak rezim medis ini dengan cara melakukan BOIKOT. Yakni melakukan tindakan untuk tidak berobat ke Rumah Sakit omni international dalam waktu sama sebagaimana Ibu Prita menerima hukuman penjara. Kalau perlu selama enam tahun sebagaimana tuntutan yang diterima ibu Prita.
    INI BARU ADIL. Keadilan versi masyarakat. Jangan sampai terjadi kesewenang-wenangan lagi dari pihak yang merasa lebih kuat/powerful kepada yang lemah, tidak hanya lemah secara financial aja lho menilainya.
    Rezim medis menurut saya masih memiliki power cukup kuat untuk melindungi kepentingan, dan keuntungan profesinya dari tindak keteledorannya dalam menjalankan profesinya. Dan hal ini pun mereka mampu mempengaruhi undang-undang medis yang di buat DPR, bahwa sangsi hukumnya pun masih sangat lemah, lain kali kita akan mendiskusikannya.
    Pada saat ini kita hendaknya secara bersama-sama untuk peduli dan tidak melakukan hubungan dengan pihak rumah sakit, Satu kata BOIKOT rumah sakit omni. Dan perhatikan apa yang terjadi.

    ANTOK AFIANTO , pasuruan jawa timur.

  322. Bocah Says:

    NEGARA TAMBAH GA KARUAN!!!!!
    bikin hukum semaunya sendiri…….dilanggar sendiri ama yang bikin….dimainin sendiri ama petugas nya……HOEI SBY!!!!! BISA APA KLO KAYA GINI…..ibu prita dah jadi korban malpraktek…sekarang jadi korban hukum…..mau indonesia dibinasain TUHAN seperti kisah para nabi gara2 pemimpinnya bikin aturan yang dilanggar sendiri…..ayo SBY jangan diem dong!!!!! sibuk ama kampanye terus ga tau malu!!!!! LANJUTKAN perjuangan bela yang benar!!!!!!!!!!!!!!!!

  323. Bahang Says:

    Untuk semua masyarakat konsumen kesehatan di Indonesia, berhati-hatilah dalam memilih Rumah Sakit / Klinik pelayanan Kesehatan, jangan sampai seperti Prita Mulyasari (Rakyat Kecil). Prita Mulyasari adalah salah satu korban pelayanan kesehatan swasta dan korban ketidak adilan hukum di Indonesia.
    Waspadalah terhadap praktek RS Swasta yang sangat komersial………
    Bravo Prita Mulyasari!!!

  324. Deri Says:

    RS Omni yang katanya internasional ternyata berpikir primordiall. Pepatah yang tepat untik RS Omni adalah buruk muka cermin dibelah

  325. Risha Says:

    katanya negara kita itu negara demokrasi,,,masa hak untuk berpendapat saja smpai dipenjara

  326. aburgydeegreE Says:

    Hi, Congratulations to the site owner for this marvelous work you’ve done. It has lots of useful and interesting data.

  327. cheeza Says:

    dughh .. semoga cepat kelarr ya masalahnya.. kasihan anaknya..
    masighh kecill

  328. Otis Says:

    Ya.. memang jamannya sudah Edan… gak ada lagi keadilan… yang ada hanya hukum Rimba.. SIAPA YANG ADA UANG, DIA YANG MENANG… Keadilan milik mereka yang berduit… Ingat lah wahai Manusia … kalian diberikan Ilmu oleh ALLAH SWT utk diamalkan di jalan Allah, bukan untuk menindas kaum yang lemah.
    Ingatlah….DOA orang yg teraniaya / di zholimi akan didengar oleh ALLAH SWT. Segera tobat sebelum ajal menjemput, krn malaikat tidak bisa disuap dengan uang.

  329. cheeza Says:

    prita yang sabar saja..

  330. benardi Says:

    Sudahlah, cukup sekian.
    Penjarakan saja: PENGELOLA RS OMNI!
    Bu Menteri, kami setuju LANJUTKAN kezaliman? TIDAK!!!!

  331. kentut Says:

    selamat ibu prita,,,selamat berkumpul kembali bersama suami dan anak2,,,,saran kami maju terus pantang mundurr,,jangan takut ,,,, semua mendukung ibu,,,perjuangkan hak ibu yg telah dirampas oleh penjahat2 yg ada di rs.omni,,,,,

  332. pruu Says:

    manstabh..hajar beehh!!

  333. malya Says:

    kalo RS itu ga ada salah kenapa sih ga kasih klarifikasi yang jelas aja sama pasien, biasanya juga perusahaan kalo nerima surat pembaca ato complain pasti ngejelasin terus nge-clearin masalah lewat PR-nya, rumah sakit kan banyak orang pinternya tuh, kan enak di dua2nya,, nah sekarang kan malah jadi ganjil deh, banyak yg ga masuk akalnya, malah mangkin banyak pertanyaan dari masyarakat
    kalo yg ngalamin orang lain yg kondisi badannya ga sekuat itu kan bisa fatal,,

  334. Akbar Says:

    saya sudah muak dengan hukum yang ada diIndonesia………….

  335. Anandika Nevada Says:

    Saya bukan orang dari hukum…

    Tapi kalau tidak salah, saya pernah membaca ini di rumah sakit.

    “…Pasien berhak untuk mengetahui penyakit yang diteritanya serta tindakan medis yang akan dijalani oleh pasien bersangkutan…”

    “…Pasien berhak untuk mendapatkan penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang tindakan medis yang akan dijalani oleh pasien bersangkutan…”

    Masih ada lagi UU Pasal 47 UU no.29/2004 menyatakan dengan sangat tegas dan jelas, bahwa dokumen rekam medis adalah MILIK sarana kesehatan, sedangkan isinya adalah MILIK PASIEN.

    UU no.29/2004 dan permenkes 269/2008 sudah dicantumkan dengan sangat jelas bahwa rekam medis dibuat setelah pasien menjalani atau menerima pelayanan kesehatan.

    Kalau dilihat keseluruhan intinya, rekam medis dari pelayanan kesehatan yang dijalani Bu. Prita WAJIB DIBUAT oleh RS Omni dan DIKETAHUI oleh Bu. Prita (Karena isi rekam media milik pasien).

    Disini kalau dilihat dari ceritanya Bu. Prita, RS Omni tidak melakukan seperti yang tercantum dengan Memberikan isi rekam medis kepada Bu. Prita sebagai pasien.

    Kalau dilihat dari kacamata orang awam, RS Omni berusaha menutupi misdiagnosa dan mistreatment. Sehingga terkesan oleh Bu. Prita membuat laporan rekam medis fiktif dan berbagai kebohongan, entah itu disengaja atau tidak untuk mendapatkan asuransi Bu. Prita.

    Kalau suami Bu. Prita yang meminta rekam medis, jelas rumah saki sendiri (Asumpsi)t TIDAK BOLEH MEMBERIKANnya. Karena catatan rekam medis hanya sarana kesehatan dan Pasien yang boleh tahu. Keluarnya rekam medis untuk pihak ketiga (Termasuk keluarga pasien) hanya boleh dilakukan bila ada (surat) kuasa dari pasien.

    Kalau mau berkata, sebenarnya pihak Rumah Sakit omnilah yang patut dituntut. Karena banyak melanggar hak pasien dan merugikan pasien. Hal ini dapat dilihat dari serangkaian tindakan medis yang dilalui oleh Bu. Prita, semua tidak mungkin dilakukan tanpa pembuatan rekam medis.

    Dalam KUHP tercantum bahwa tidak membuat rekam medis adalah tindakan pidana yang dapat dikenakan sanksi hukum berupa penjara maks 1 tahun ATAU denda 50 juta rupiah.

    Jadi dalam kasus ini sebenarnya banyak yang harus ditinjau ulang oleh Bu. Prita sebagai konsumen pelayanan kesehatan dari RS. Omni

    Tentang pencemaran nama baik, sepertinya undang-undang dan peraturan ini perlu ditinjau ulang, dengan UU dan atau peraturan tentang konsumen.

    Seharusnya Konsumen TIDAK dapat digganggu gugat. Disini jelas bahwa Konsumen menjadi pihak tergugat karena tidak kuatnya UU dan atau peraturan konsumen, atau tidak jelinya lembaga peradilan yang menangani kasus Bu. Prita akan UU dan atau peraturan Konsumen.

    Pencemaran nama baik yang seharusnya terjadi, hanya dapat dilakukan oleh 2 pihak yang tidak memiliki hubungan penyedia jasa dan konsumen.

    Penyedia jasa tidak mungkin mencemarkan nama konsumen dan tindakan konsumen TIDAK DAPAT disebut sebagai tindakan pencemarkan nama penyedia jasa. Karena konsumen memiliki hak untuk menyuarakan tentang jasa yang diterimakan padanya.

    Bila dilihat dari sisi HAM maka tindakan pengaduan penyedia jasa tentang pencemaran nama, seharusnya tidak dibenarkan karena konsumen berhak untuk bersuara. Disini terjadi pelanggaran HAM, yaitu kebebasan untuk bersuara.

    Saya hanya orang teknik mesin, dan bukan orang Hukum, tapi kalau dipikir-pikir seharusnya kuasa hukum RS. Omni memahami hal ini lebih dalam dari saya.

    Kuasa hukum seharusnya bekerja untuk kebenaran suatu hukum, tapi disini saya tidak merasakannya. Dan seorang petugas kesehatan seharusnya bekerja untuk meningkatkan kesehatan umat manusia dengan kode etik profesi.disini saya tidak melihat juga adanya itikat seperti itu.

    Dan yang terakhir, seharusnya ada permintaan maaf DAN ganti rugi akibat misdiagnosis dan atau mistreatmen, tapi disini yang saya lihat hanya ucapan maaf tanpa adanya usaha untuk mengganti rugi.

    Sekian…

  336. FoxJudsf Says:

    Good, interesting article, but where took information?

  337. Erwin Says:

    Beresin, lurusin, benerin semuanya ……pussssssing negara ini!

  338. TUNGE Says:

    Lihat substansinya donk…

    Prita itu mengeluhkan Rumah Sakit. Bukannya mengajukan ‘tuntutan hak’ tapi bikin surat terbuka, bukan cuma di media publik. Tapi dia bikin juga email perorangan dan di FB dengan tuduhan… OMNI BERBOHONG. Mengeluarkan pernyataan berbohong ini jangan dikira semudah nge-klik ’send’ email. Kata berbohong ini ada konsekuensi hukumnya.

    Hal tudingan kebohongan itu yg tidak diterima OMNI. Makanya, bukannya nulis email kemana-mana, dia mengajukan tuntutan hak melalui Laporan Polisi, dan gugatan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad).

    Kalau Prita merasa haknya telah dilanggar, kan ngga sulit mengadukan persoalannya ke YLBHI atau YLBK konsumen??? Tapi Prita bukannya melakukan langkah hukum, justru dia asyik melakukan ‘agitasi’.

    Refleksinya apa??? BANYAK ORANG INDONESIA YANG MASIH BUTA HUKUM. JANGANKAN HUKUM PIDANA. UUD ‘45 BANYAK YG NGGA TAU APA MAKSUD DAN IMPLEMENTASINYA….. SUPAYA KALIAN MENGERTI, JANGAN LEBIH MENGERTI KITAB SUCI, TAPI NGGA NGERTI ‘AGAMANYA’ SEBAGAI BANGSA YAITU KONSTITUSI.

    KALIAN PUN SEBENARNYA TIDAK MAWAS DIRI JIKA TERUS MEM-BLOW UP PERSOALAN DARI SUDUT PRITA DAN OMNI…. YANG JADI TITIK PERSOALAN DAN MASALAH ITU JAKSANYA… GUOOBBLOOOOOOOGGG!!!!!!!!

  339. TUNGE Says:

    Gua tambahin nih….

    YANG PUNYA SENGKETA ITU CUMA PRITA DAN OMNI. SETIAP ORANG DI BUMI LAKNAT INI PUNYA SENGKETA DENGAN ORANG LAIN. JADI KALAU ADA PELANGGARAN HAK, MAKA AJUKANLAH TUNTUTAN HUKUM.

    INI PERKARA ASLINYA ADALAH URUSAN MEREKA BERDUA.

    INI PERKARA JADI URUSAN PUBLIK SEJAK ADANYA INFORMASI BAHWA PRITA TELAH DITAHAN KEJAKSAAN DENGAN ALASAN UNDANG-UNDANG TEKNOLOGI INFORMASI.

    PADAHAL KALAU DITUNTUT PENCEMARAN NAMA BAIK, SANKSI PIDANANYA CUMA 9 BULAN PENJARA, DAN TERSANGKA NGGA HARUS DILAKUKAN PENAHANAN. KALAU PUN PRITA DITUNTUT ATAS DASAR PENCEMARAN NAMA BAIK, PROSES PERSIDANGANNYA KAN MASIH JALAN DAN DIA TETAP BISA BOLAK-BALIK PENGADILAN – RUMAH.

    TAPI SI JAKSA ANJING MENAMBAHKAN SUATU PASAL YANG PEMIDANAANNYA ADALAH MINIMUM 5 TAHUN PENJARA, YANG BERDASARKAN KETENTUAN HUKUM ACARA PIDANA DAPAT DIKENAKAN PENAHANAN.

    MENGENAKAN PASAL YANG PIDANANYA 5 TAHUN ITULAH YANG SEBENARNYA SUDAH MELANGGAR KUHAP. KARENA TIDAK HANYA DIA SEENAK PANTATNYA MENAMBAHKAN PASAL DAKWAAN. JAKSA ITU TIDAK MENGEMBALIKAN BERKAS PERKARA KE POLISI UNTUK DILENGKAPI. BAHKAN DIA LANGSUNG P.21 (PADA NGGA TAU KAN ELU ARTI P-21 ITU!!!!????) DAN LANGSUNG MASUK KE RENTUT (RENCANA PENUNTUTAN).

    JADI SI JAKSA SEBENARNYA YANG MENGACAU YANG DIANGGAP TELAH MENYALAHGUNAKAN WEWENANG DAN BERLAKU TIDAK ADIL…. KALAU NGGA KARENA ITU. MAU SAMPAI MAMPUS PRITA DAN OMNI BERSENGKETA……KALIAN NGGA AKAN PERNAH TAU DAN NGGA PERDULI!!!!!!!!

  340. SNIPER Says:

    Siapa sih yg mencemarkan nama baik kalau dilihat dari awal Rs tersubut mencemarkan namanya sendiri. dengan menjarakan mba prita semua rakyat indonesia tahu sepert apa Rs tersebut yg bener malah dipenjara, masalahnya simple beliau hanya minta hasil dianogsa apa susanya sih, untuk para komentar dokter memang dokter juga manusia tapi ini masalahnya nyawa manusia seandainya salah diagnosa taruhannya nyawa loh, seharusya para dokter memberitahukan hasil diagnosanya kepada Pasiennya tanpa perlu diminta. Apa mereka takut salah diagnosa kan ada test lab, memang tidak rumah sakit kaya gitu, saya pernah dirawat diRS (Skt DB).. Hasil diagnosanya dikasih kok, Tapi sebelum masuk RS tsbt saya periksa di lab sendiri dan demikian anak saya jg hasilnya dikasih tanpa perlu diminta dan dikasih tau sakitnya apa, seharusnya RS tsbt jangan enngunakan jalur hukum dl tapi pendekatan kekeluargaan kalau begini mah pasti pasiennya berkurang deh wal hasil bisa tutup. maju terus mba prita kalau bisa maafkan yg berbuat Zalim kpd mba karena balasan Allah lebih Baik dari pada balasan mana pun, Amin

  341. Andrew Bee Says:

    maklum rumah sakit omni cuman kejar duit doang dan rs omni internatinal ga tahu maklum masih baya baru merangkak belum pengalam sekali wajarlah rumah sakit omni cuma bisa nyuntik nyutik aja makanya milih rumah sakit omni cari aja yang lain masih banyak tuh.
    buat kalian hati hati dengan rumah sakit omni internatinal aneh belegeneh…

  342. plin_plan Says:

    saya tidak habis pikir apa yang dilakukan RS Omni terlalu sekali??mbak prita hanya mengeluh dan mengelurkan komen,tapi apa RS Omni itu hanya bisa ngadu n nyuap doank??
    dan tu penegak hukum juga plin plan masalah sepele kayak gitu aja masuk penjara langsung kurung 6tahon denda 300 jt paan tu….

  343. ikhsan Says:

    alhamdulillah sekarang sudah bebas

  344. QQ Maruki Says:

    SELAMATKAN IBU PRITA!!!!!!!
    MERDEKA!!!!!!!

  345. tuti Says:

    Mudah2an ibu mendapatkan yang terbaik dari Tuhan , dan Tuhan mengampuni dosa2 mereka .

  346. mandor Says:

    Terlihat jelas bahwa hukum di negara kita masih carut marut dan masih belum profesional… wong cilik selalu kalah… padahal mereka yang kaya2 itu bisa kaya karena adanya wong cilik… Kita berdoa semoga RS OMNI Internasional Alam Sutra diberi kesadaran oleh yang Kuasa dan menyesali kekurangannya… dan tidak arogan lagi…. namun kalo memang tetap tidak sadar ya ada baiknya dicek / diteliti kembali perijinan RS-nya, layak atau tidak?
    Bu Prita, terima kasih krn engkaulah semua ini menjadi terbuka dan betapa pentingnya informasi via internet… salam sukses selalu… MERDEKA !!!

  347. wiwin Says:

    Duch OMNI kasihan sich.
    Lebel Internasional kok nyelesaiin masalah gak bijak gitu.
    baik buruknya citra OMNI Hospital tidak bergantung pada keluhan pasien tapi bergantung kepada baik/buruknya OMNI menanggapi keluhan pasien atau yang disebut konsumen yang memakai jasa OMNI.
    Citra OMNI tuh dengan kejadian Bu Prita ya boleh dibilang jelek.
    Ini semua peringatan tuk semua dalam penyelesaiaan masalah.
    emank gak ada jalan terbaik diantara yang baik??????????

  348. ana Says:

    rumah sakit lebihhhh mementingkan sisi commercial dari pada sisi social..

    padahal kan rumah sakit tempat buat berobat biar lekas sembuh bukan bahan eksperimen…..

  349. dyah Says:

    Ubah aja RS OMNI menjadi RS Jiwa dengan pasien para pengelolanya, pengacaranya, oknum polisi dan oknum jaksanya… Soalnya saraf-saraf mereka dah kendor deh kayaknya!

  350. dokter pedalaman Says:

    saya sngt terharu dgn kasus bu Prita..saya yakin dokter selama pendidikan telah di ajar etika hubungan dgn pasien maupun sejawatnya tapi ini berpulang kembali ke pribadi dokter tsb..apakh dokternya sdh mata duitan sehingga mengabaikan hak2 dan kewajiban pasien yg biasanya sdh terpampang di rumah2 sakit(apalagi ini berlabel internasional) karena tuntutan pengembalian duit selama sekolah atau pesanan dari perusahaan rumah sakit dan farmasi…jd wahai TS insaflah karena pada akhirnya raga kita akan kembali seperti mayat2 di kamar anatomi yang tanpa status lagi dan nyawa kita akan kembali ke pencipta untuk diadili…kembalilah bekerja sesuai hati nurani karena pekerjaan kita sebenarnya mulia..mudah2an kasus yang menimpa bu Prita tidak terulang lagi…

  351. palsbats Says:

    Sebuah kisah fenomena kesombongan yang telah terjadi, dari kesombongan berbuah kebodohan. RS.OMNI International dengan kesombongan, tidak ingin terusik reputasinya dan punya banyak UANG, mempunyai koneksi di kalangan DUNIA HUKUM, yakin bisa membeli HUKUM dengan UANG nya.

    Kenyataan menjadi peristiwa TRAGIS yang menghancurkan reputasinya sendiri. Jadi menurut saya RS.OMNI International bersiap-siap untuk tutup dan tamat riwayatnya kemudian akan menjadi tonggak sejarah sebuah KESOMBONGAN MENJADI MALAPETAKA., kaaasssiiiaaannn deh LOE

  352. Hendra L Says:

    Yang paling penting Jaksa dan Polisi yang tersangkut harus diusut secara tuntas, kalau tidak demokrasi kita ada di ujung tanduk.

  353. Grey Says:

    Sebagai seorang Blogger, saya sedih dengan adanya kasus ini. Kok bisa-bisanya karena hanya ingin melampaiskan rasa kesal & marah karena di telah permainakan, sesorang bisa masuk penjaran. DIMANA kebebasan berpendapat di negeri Indonesia kita ini????

    Tanpa penyelidikan selengkap-lengkapnya, seseorang sudah mendapatkan vonis penjara 5 tahun, DIMANA keadilan di negeri Indonesia ini????

    Saya berdoa semoga kasus ini segera bisa di selesaikan. Dan keadilan bisa terungkap.

  354. suara hati Says:

    mungkin ini sudah tanda tanda akhir jaman dimana dunia sudah terbalik, yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah, kata pepatah “sudah jatuh ketimpa tangga pula”, sudah sakit salah pengobatan lantas dipenjara pula..weleh weleh….

  355. Ainun Says:

    Ibu Men Kes koq suaranya ngga kaya di B4M ? ngebela rakyat kecil, sekarang koq suaranya condong ke pihak OMNI ? Takut ngga ke pilih lagi jadi menteri yah ! SUARA RAKYAT, ADALAH SUARA HUKUM, jangan ada yg datang ke rs omni Internatiotal ! Kalau dia kebal hukum negara, rakyat yg akan menghukum mereka !

  356. rhanu Says:

    Mau ngumpat masalah RS OMNI sudah diwakili teman -teman … hehehe,
    Saya sangat – sangat setuju dengan gerakan teman-teman blogger mendukung wong alit, Kita semarakkan Blogger dengan masalah -masalah yang memang harus kita angkat, kasihan saudara-saudara kita yang selama ini suaranya tidak pernah sampai ketelinga orang -orang atas, banyak sekali saudara kita yang sudah sering kali mengadu berkasnya cuman ditumpuk di tempat sampah.

    Saya kaget juga dengan komentar siapa tuh yang di TV, menteri atau apa saya lupa, dia bilang mestinya pengaduan itu tidak disampaikan di Blogger.

    Eh … orang itu memang gagap apa bodoh ya.., kok kayak gitu duduk dipemerintahan… apa kagak salah…,

    ya orang kayak gini ini yang membuat kita menderita …., moga aja jangan ada orang bodoh dan dungu lagi …,

    mbak PRita… saya salut perjuangan sampean, Kita semua blogger mendukung kok, biar monyet atau kadal seklipun yang mau membuat undang -undang untuk menutup kebebasan blogger, selama kita berada dijalur benar , acuh kan saja … Saya yakin teman -teman blogger setuju kok …
    OK SEMUA KHAN …

  357. otong62 Says:

    giliran gw ngomong deh,dr td nunggu giliran:1.RS Omni kasian lo terjebak sindikat besar yg akan menghancurkan anda.Lo terlalu PD dgn kesombongan lo,akhirnya lo skarang tinggal tungu wkt menunggu kehancuran lo.2.Prita itu orang kecil, knp lo lempar?orang kcl itu sll dilindungi Tuhan,artinya lo sama saja melempari Tuhan.Kualat lo!! 3. di kampung otong, dktr puskesmasnya baek2 meski dbayar rata cap jigow tp pasen dibikin puas atas pelayanannya:ramah,peduli,sabar,cerdas,dan rata-rata agamis.Jadi bagi dkter2 Omni n dktr rs mewah laennya bercerminlah dgn dktr2 yang ada di kmpung otong biar slamt dunya aherat msk surga dan di dunya dpat rizki yang melimpah dan berkah,okay my friend?hehe…(nyantei aja bos biar g ada yang nangkap!)

  358. Sherly Says:

    Ah… kalo kayak gini OMNI bakalan sepi nih, siap2 gulung tikar deh, pak satpam, para perawat, dokter, pegawainya dll. segeralah mencari lapangan pekerjaan di tempat lain sebelum RS itu dinyatakan bangkrut. Ini yg mungkin dinamakan “maksudnya ke atas malah jatuh ke bawah.” (pepatah bikinin sendiri).

  359. Jodipati Says:

    Welah dalah…kok segitunya. Gila bener…Bener kata pakar yang coment di TV, aneh, pencemaran nama baik. Apa benar nie RS Punya nama baik??
    Kalo di cemarkan lewat Dunia maya, ya silahkan di urus di dunia maya…atau lapor sama luna maya…xi..xi..xi…
    Yach paling tidak jika memang mencemarkan nama baik, gantian dunk buat tulisan buat menanggapi bu.prita…bener apa enggak, kasih bukti dan fakta…jangan penjarakan bu.prita apalagi minta ganti rugi uang…waduh…mau membersihkan nam baik apa kejar setoran nieh??

  360. Cileuh Says:

    Bom aja tu rumah sakitnya….
    tapi semua pasennya disuruh keluar dulu…………….

  361. nikoboy46.blogspot.com Says:

    saya mendukung penuh prita
    smoga dia cepat dibebaskan

  362. Bagiyo MH Says:

    Rmh sakit tuh yg internasional labelnya doang, tenaganya gadungan n ga profesional.

  363. Yuli Says:

    Emang gak salah kalo orang yg punya duit berobatnya ke SINGAPURA..en kalo yg gak punya duit berobat nya ke PONARI…..
    Pokoknya carut marut dehh rata2 RS di Indonesia..Bravo Prita Mulyasari anda adalah PAHLAWAN krn anda menjadi potret keberadaan rata2 konsumen di Indonesia yg sering pd posisi yg teraniaya dimata Hukum & kekuasaan….

  364. eka Says:

    liat berita ky genee..aq jadi ngeri ma dokter…jd ngeri ke rumah sakit..nyawa kan ga ada cadangannya..!!

  365. nancy Says:

    kenapa ga nuntut balik mba? bawa surat pemeriksaan dr rumah sakit lain, dan nota pembayaran OMNI yg salah itu.??????????

  366. kurang ajar Says:

    PERIKSA IZIN PRAKTEK SEMUA DOKTER RS. OMNI INTERNASIONAL DAN PERIKSA IZIN OPERASIONAL RS.OMNI INTERNASINAL. MEREKA YANG SALAH JADIKAN PASIEN SBG KELINCI PERCOBAAN, MAEN-MAEN DGN NYAWA ORANG, SEHARUSNYA MEREKA SEMUA JEBLOSKAN KE PENJARA…..

  367. maulana Says:

    no comment.. bisnya udh byk yg ngomong. intinya sy sebagai paramedis merasa kesal dgn perlakuan Dokter di RS tsbt.

  368. nancy Says:

    mba…. harusnya “RS aneh” itu ganti rugi donk mba… kan mba uda dimasukkin penjara gara2 masalah yang mereka buat… kalow ga mau dicemarkan nama baiknya yahhh… jangan kotor2an donkzzzzzz

  369. adre Says:

    klo ada bukti proses aja secara hukum ! heee mudahkan…,klo g ada mundur aja deh..,tapi gimana klo hanya email yang jadi BB kyk aneh banget…,gimana klo email sdh dimodifikasi.. hacker…,heeeeeeee,

  370. Bastaman Ibrahim Says:

    BEGITULAH KALAU UANG SUDAH MENJADI SE GALA2 NYA,,,,,

    PERIKSA PIHAK KEJAKSAAN
    & PERIKSA MANAGEMENT RS OMNI INTERNATIONAL

  371. nandar sunandar Says:

    tetap bersabar ya…, di balik ini pasti ada hikmah yang didapat, tetep kuat ya…

  372. tigor ht-galung Says:

    Pelayanan RS di Indonesia :
    Sekarang banyak pasien yang secara finansial mampu yang lebih tertarik untuk berobat dan dirawat di S’pore, di Malaysia atau di tempat lain di LN. Mereka merasa lebih nyaman dalam pelayanan kesehatan.
    Saya pikir dokter-dokter kita juga sudah memadai pendidikannya.
    Masalahnya terletak pada “pelayanan”.
    Kalau di LN, di RS selalu ada dokter-dokter yang standby 24 jam untuk menangani pasien bila diperlukan. Setiap saat kita dapat segera ditangani dan dapat berkonsultasi dengan Dokter RS sesuai dengan keahliannya.

    Sebaiknya izin RS di Indonesia diperketat dengan syarat akan tersedianya dokter-dokter tetap ( standby ).
    Bayangkan saja, di RS yang katanya bertaraf Int’l, RS VIP, RS kelas I saja susah untuk bertemu dengan dokter bersangkutan yang berkompeten. Dapat bertemu dokter hanya pada jadwal visit dokter.

    Hak dan kewajiban :
    Harus jelas peraturan perudang-undangan kesehatan tentang hak dan kewajiban pasien dan dokter / RS, dan harus dimasyarakatkan kepada keluarga atau pasien / calon pasien.

    Perselisihan :
    Harus dimasyarakatkan pula kepada siapa dan bagaimana menyelesaikan perselisihan antara pasien dengan dokter / RS.

    Asuransi :
    Setiap dokter praktek, RS dan klinik kesehatan harus di cover dengan Asuransi menghadapi tuntutan malpraktek.
    Di USA, umumnya para dokter praktek mengasuransikan dirinya dari tuntutan malpraktek karena hak pasien di jamin undang-undang dengan jelas.

    Pencemaran Nama Baik.
    Penyidik, Penuntut dan Pengadilan harus berdiri ditengah-tengah dan tidak berpihak.
    Jangan hanya berdasarkan Laporan Pencemaran Nama Baik kemudian terlapor dianggap sudah terhukum.
    Bila seseorang menulis akan ketidak puasannya dengan ber-alasan, biar pengadilan-lah yang menimbang dan memutuskan kebenarannya.
    Kalau pencemaran Nama Baik itu dilakukan tanpa beralasan yang jelas dan cenderung karena persaingan dan ini terbukti, wajarlah terjadi tuntut menuntut dan bilamana perlu dan telah memenuhi persyaratan, barulah seseorang dapat di tahan.

    Saya tidak yakin bilamana RS ( penanggung-jawabnya ) atau dokter yang bersangkutan dilaporkan terlebih dahulu oleh Prita Mulyasari kepada POLRI, segera akan di tahan oleh POLRI / Kejaksaan di rumah tahanan.

    Jiwa manusia sangat berharga dan tidak dapat dibayar dengan apapun.
    Pernyataan yang selalu keluar dari mulut pejabat ( pemberi ijin ) dan pengusaha, bahwa Perusahaan ( dalam hal ini RS ) tidak dapat ditutup / dicabut izin usahanya karena menyangkut banyaknya tenaga kerja yang bergantung untuk mendapatkan nafkahnya di situ. Jiwa manusia di kalahkan.
    Seolah-olah seperti “buah simalakama”.
    Sebetulnya tidak demikian kalau sebuah RS terkena Sanksi, di cabut izinnya, maka harus ada peraturan bahwa Pemerintah mempunyai Hak Sementara untuk meneruskan menjalankan usaha RS tersebut dengan membentuk / menunjuk sebuah team kesehatan baru.

    IDI.
    Adalah suatu Organisasi Profesi.
    Dapat dimintakan pendapatnya ( tetapi bukan sebagai saksi akhli ) dan bukan sebagai penentu salah atau benarnya “tindakan praktek” seorang anggotanya.
    Saksi akhli harus saksi akhli independen.

    Pendidikan Kedokteran :
    Syarat Fakultas Kedokteran diperketat, Harus dengan memilki sendiri “Rumah – Sakit Pendidikan”, seperti :
    UI dengan RSCM
    UKI dengan RS-UKI Cawang
    dll.

    “Pendidikan dan Kesehatan” adalah
    program utama pemerintah, maka untuk menunjang program ini harus ada tindakan nyata dengan meningkatkan daya tampung Fakultas Pendidikan Guru dan Fakultas Kedokteran / Kesehatan di setiap Universitas Negeri dan pemberian beasiswa khusus dengan mengikat dinaskan mereka 2 sampai 5 tahun tergantung penempatan dan kemudian setelah itu dibebaskan.
    Menghindari “kejar setoran” karena mahalnya kuliah Kedokteran.

    Pengawasan Perizinan Dokter Asing, sama diperlakukan seperti dokter WNI, harus juga mengikuti kompentensi dokter berkala, di batasi ruang geraknya sesuai dengan kompetensinya dan keahliannya yang sudah diuji oleh DEPKES atau Universitas Fakultas Kedokteran di Indonesia.
    Kita harus menjadi Tuan Rumah dalam hal Kesehatan di negeri sendiri.

  373. tigor ht-galung Says:

    Asuransi kesehatan penjamin Prita Mulyasari seharusnya tidak membayar biaya perawatan yang salah, yang menghambur-hamburkan uang nasabah asuransi.
    Asuransi harusnya mempertanyakan adanya kejanggalan diagnose yang berubah-ubah dan pemberian obat disis tinggi.
    Asuransi Kesehatan pasti juga mempunyai hasil diagnose ibu Prita Mulyasari.
    POLRI, Kejaksaan, Pengacara pihak Prita Mulyasari dapat memintanya dari Asuransi Penjamin.

  374. BAgus Permono Says:

    Shalom,
    Menurut saya isi Uu sdh gila dan tidak berdasar pd Pancasila dan rasa kemanusiaan, soalnya bisa jadi justru pihak RS Omni yg salah tapi kalau salah kok gak mengaku dan cenderung tuntut orang lain dan ini menyangkut nyawa bukan barang, contoh misal ada maling maka maling itu yg ditindak bukan malah maling yg menuntut spt RS Omni tng dan YESUS ajar kasih tapi mana orang Kristen apa sdh praktek kasih?? dan YESUS membela Wong cilik REk!!! dan bisa saja misal si A jualan obat busuk maka ada si b yg beli dan tahu lalu lapor dan curhat maasak si bisa dituntut?? Bukannya si A yg dituntut karena meracuni semua orang demikian juga RS Omni Tng yg harus diituntut oleh Prita, bukan Prita yg dituntut oleh RS Omni tng, Yesus mengasihimu KAWAN dan siap bela yg lemah , Hidup JOWO dan hancurkan malpraktek…..hehhe..hehh..hehh,Polisi jangan asal tuntut dong dan bela kaum lemah jagan asal berduit dan Anda langgar Sumpah Prajurit dan sapta marga dan ingat PolRi digaji oleh Rakyat bukan oleh RS Omni tng ,,,,hidup RAkyat dan Hidup Pancasila…. Thx Gbu.

  375. Tan3 Says:

    makacih yach buat smuanya yang ngedukung..

    Buat Bu’Prita,moga kasusnya cpet slesei yach. cayo mom..

  376. muchlis arief Says:

    Kita semua mari berdoa,semoga ibu prita bisa lolos dari jeratan hukum,dan pada pihak rs omni semoga dikasih hati yang lapang…untuk menyingkapi masalah ini,dan jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu.

    trims

  377. muhammad isa st Says:

    kelewatan tuh rumah sakitnya,pantas orang2 berobatnya ke luar negeri.abis rumah sakitnya abal abal.baiknya rumah sakit internasional itu dipindahkan ke IRAK aja,biar tau rasa mereka

  378. mengerikan Says:

    Itu sebenarnya menurut saya sebagai orang bodoh………….
    Yang jadi masalah hukumnya dipermainkan oleh orang hukum sendiri……dan uang juga yang menjadi sebab mba prita dihukum yahhh tidak kuat menghadapi pemodal kuat

  379. dokter pedalaman Says:

    bagi saya untuk apa mencetak dokter banyak2 kalau mutunya seperti di OMNI mendingan sedikit tapi berkualitas, syarat fakultas kedokteran memang harus diperketat jangan kayak longgar seperti sekarang di mana2 didirikan fak.kedokteran, asal banyak uang dikti langsung beri ijin padahal rumah sakit pendidikannya belum ada..lihat malaysia fakultas kedokteran sedikit tapi berkualitas..jdnya kedokteran sumber dana buat fak lain dan universitas karena masuk bayarnya mahal..yang otaknya biasa2 saja tapi berduit bisa masuk akhirnya skill dan kompetensinya dipertanyakan…karena itu lebih baik fak kedokteran yang sudah punya nama lebih ditingkatkan lagi..supaya lulusannya lebih berkualitas…tidak hanya mengejar setoran..bravo buat bu Prita

  380. fahmi Says:

    mau comment marah dan kecewa, tapi gak ah, ntar ditangkep kayak mbak Prita.. numpang ngasih semangat ama do’a aja ya mbak.. kalo pengadilan dunia gak bisa adil, pengadilan akhirat kelak pasti adil kok mbak…

  381. Yo Says:

    dapat dari mana tuh OMNI kata Internasional busyeeet … berapa kebohongan tuh terhadap publik, penipuan mentah-mentah ni…denger ini kata orang pinter nih … bahwa RS disebut berstandard internasional kalo dapat akreditasi dari badan bertaraf Internasional macam ISO atau sejenisnya, atau modalnya sebagaian ditanam oleh pihak asing. mana yang pantas dituntut nih OMNI musti betanggung jawab atas banyak keboongannya terhadap masyarakat luas, opini saya ni… bebaskan Ibu Prita Mulyasari tanpa syarat dari semua tuntutan, saya dukung 100% Cabut Izin RS OMNI. oyee

  382. artyan Says:

    kalau cuma e-mail dipenjara, kebebasan berpendapat di cekal pemerintah harus siap-2 buat LP baru soalnya pasti peminatnya akan banyak. RS OMNI pandai tapi tidak pintar.

  383. budirewang Says:

    RS Omni jelas telah melanggar hak azasi manusia, laporkan ke komnas HAM kalau hasil dari Komnas HAM tetap dicuekin, kita mengadu ke Presiden SBY agar RS OMNI dicabut ijinnya.Saya dukung maju terus mbak Prita untuk memperjuangkan kebebasan mengeluarkan pendapat, kita semua dibelakangmu…………….
    Untuk Pak Kapolri, Pak Jagung, ketua MA sekarang sedang diuji kredibilitasnya, Sikat habis aparat yg menyalah gunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, yg menerima sogokan, upeti, maupun segala fasilitas pribadi.

  384. Oman Says:

    Saya kira muara dari semuanya adalah masalah uang……jangan lupa bo…semua di negeri ini bisa di lakukan kalo ada uang…pengen masuk instansi gak ada duit gak bakal jadi,kalo udah jadi ya..pasti dwonk..gali-gali dah buat nutupin yang kemaren ongkos masuk….caranya ya…”NGARIIIIITTTTT”

  385. komandan Says:

    Aku bingung, berobat ke Ponari di Jombang yang murah meriah dibilang sesat, berobat ke OMNI INTENASIONAL yang mahal, malah masuk bui… oalah… sopo sing bener….

  386. achie Says:

    sabar ya bu Allah maha adil kok kita bantu doa dari Malang, Allah sedang menguji ibu semoga lebih tawakal dan lebih berserah diri, Insya allah Ibu mendapat ridloNya. Amien

  387. Ibrahim Says:

    kalau gitu, bahaya kalau dilanjutkan. bisa-bisa. yang kita-kita ini kalau komplain bisa masuk sel juga donk. semoga mba prita cepat sembuh.

  388. beni Says:

    okey,thanks moga pemerintah lebih arif menangani kasusmu

  389. wanita Says:

    wah tolong di tampilkan nama2nya mas bloger,jangan cuma initialnya,kan pada awal pertama ditampilin ga pake initial segala…ayoo beranii..

    GBU

  390. efianto Says:

    Pemerintah/instansi suka benar menerbitkan/mengajukan RUUke DPR. Mereka gak mikir UU adalah pembatasan2 yang mengandung ancaman tehadap yg bertentangan/yg tidak sesuai dg UU tersebut, padahal hanya buang2 duit pemerintah aja. Jaman pak Harto jarang sekali UU di buat krn hanya akan membelenggu RAKYAT INDONESIA aja. Lihatlah UU sekarang buka warung aja hrs ada UU Gangguan. Luar biasa negara RI yg dibuat kapitalis oleh petinggi2 kita, entah buat kepentingan SIAPA ? Lihat kasus Prita, ada apa dg UU tersebut. Jaksa/ polisi jadi manusia paling super di Indonesia.

  391. -vivi- Says:

    telat nih ngikutin kasus ini. hehe..
    tapi lucu banget ya.. RS bikin salah.. udah untung engga dituntut (pasti bu Prita udah males repotnya) cuma menuangkan kekesalan kok ditangkep.. gimana sih?? yang lucunya TINDAKAN OMNI nangkep2 itu malahan menghancurkan reputasinya sendiri duonk!!! jadi 99% orang indo tau deh kasus ini…

    hihi malingnya ngaku sendiri..

    yang saya heran ni.. hukum kita kok saling serang ya.. kata nya ada pasal apa tuh (gak ngerti deh) nah bukannya di UUD pasal 28 ya.. (klo gag salah) kebebasan berserikat berpendapat MENGELUARKAN PIKIRAN SECARA LISAN DAN TULISAN DILINDUNGI NEGARA??????????
    masih berlaku gag sih???bingung aye…
    dulu.. dulu banget.. waktu jaman pak Harto.. pernah kan engga boleh ngomongin (ngegosip) ttg pmrnth nya.. berpendapat kek jelek2in kek.. nah bukannya sejak reformasi 1998 tuh emang udah BEBAS???
    kembali lagi tulisan bu Prita itu MEWAKILI kita semua kok.. pasti pernah saling berurusan alias sebel ke satu instansi/perusahaan. Kalo perusahaan kecil ya biasanya lebih sedikit ERROR nya lah..

    di sini.. kalo misal saya baca email bu Prita (sebelumnya) ya saya akan hati2 ttg RS OMNI.. tapi kesannya gag akan SEPARAH sekarang… ini kan dia malah mencoreng nama sendiri..

    kok ada yah.. orang yang mencoreng muka sendiri.. masalahnya ini perusahaan lho.. bukan perorangan… harusnya kan management (yang harusnya terdiri dari banyak orang pinter bertitel) itu bisa memikirkan konsekuensinya…

    pelajaran untuk pribadi kita semua nih.. MAKANYA LAEN KALI KALAU BERTINDAK DIPIKIR DULU PLUS MINUS NYA… JANGAN SAMPAI EMOSI MENGHANCURKAN MASA DEPAN…. RUGIII coy…!!! :)

  392. garcia indra Says:

    jangan sampai uu TI disalahgunakan dari pihak2/ oknum yang mau mengambil situasi ini.. dan dari pihak oknum2 yang membantu klienya sehingga harus menanggung pihak yang disalahkan… tolong diselidiki lagi kasus ini. jangan sampai uang yang memegang kendali dari segalanya…sehingga seenaknya menjatuhkan rakyat yang ingin mengekspresikan keluh-kesah…. terim kasih

  393. syarif Says:

    wah..wah..wah..bukan sembuh yang didapat malah sekarat dengan tuntutan berlipat-lipat, kasihan bu prita, semuanya ga usah berobat kerumah sakit itu dech….rumah sakit macam apa yang ga mau dikritik

  394. P. Satire Says:

    astagafirullah, ratusan orang diatas kok
    menggerutu, ngomong, berteriak2 sendiri.
    Kasian deh lu, kafilah tetap berlalu ; gimana
    kalau diusahakan komunikasi dua arah kek
    supaya ada jalan keluarnya.Maap nih,
    takutnya kalau “ngomong2 sendiri” atau yg diajak ngomong “bengong melulu”, ntar bisa
    keterusan deh ; dan HAM bisa cape2 ngurusin ente krn situ masih manusia ‘kan ??

  395. bertanggungjawab Says:

    Kalau saya kasus prita hanyalah salah satu bukti keborokan aparat penegak hukum kita…polisi,jaksa,hakim, pengacara hampir tidak tersentuh hukum terhadap apa yang dikerjakannya….coba nanti kita lihat sanksi apa aja yang dikenakan terhadap jaksa penuntut umum untuk kasus prita……kita amati baik-baik…..kalau terbukti jaksa yang bersalah apakah ibu prita akan dapat ganti rugi yang layak …ataukah ganti jakasnya yang dipenjara 20 hari seperti ibu prita….

  396. chelo_cassia Says:

    ia bu pritaa,,

    maju tyuss,,

    aq juga uda khilangan adek gara2 mal praktek..

    setelah alatnya d pasang baru dokternya ngomong kalo alatnya sangat beresikoo..

    Stuju ama dokter pedalaman,,

    lebih baek sedikit dokter darepada banyak tapi g mutuu..

  397. ifa Says:

    salah tuh rumah sakitnya. mau cari sensasi eee malah rugi. direkturnnya lulusan TK mana ya…..?

  398. ifa Says:

    bu direktur, anda punya nurani nggak sih ? baca yang bener tulisan neng prita baru tahu duduk persoalannya. lha ini baru kali ini jasa layanan publik kok nuntut konsumen,.. bener nggak tuh. wong anda belanja di mol aja kalo pelayanan gak bagus anda pasti kecewa kok. Ingat rumah sakitmu itu membutuhkan pasien, jadi anda yang butuh orang sakit, ngerti nggak lo ? You perempuan tapi hatimu mati, perasaanmu hilang, bayangkan kalo lu di posisi neng prita ? Nyahok lu. Ini jaksa juga begitu. Kasak kusuk. Tahu hukum nggak sih ? Lulusan Fakultas Hukum mana itu. Doyannya cuma duwit. Sogok berapa juta sama omni he

  399. bunga dahlianty cengkareng Says:

    beginilah kalau kita menganut neo liberalisme… manusia akan lebih menghargai uang dari pada nyawa manusia !!!!, semua hanya keuntungan dan materi doang yang di harapkan dari profesi dan menghalalkan segala cara !!!!!

  400. tigor ht-galung Says:

    “Nama baik”

    itu tergantung bagaimana kita sebagai pemilik nama menjaganya agar tetap baik.

    ini ada dua pengalaman saya, bagaimana seseorang atau suatu badan usaha menjaga reputasi (nama baik)-nya terhadap para pelanggan.

    1. Sewaktu saya berkunjung ke LN (usa),
    saya diajak tuan rumah (juga orang indonesia) sekeluarga 5 orang pergi jalan-jalan berkendara sambil untuk membeli ayam goreng KFC dibawa pulang makan di rumah. Kami memesan 12 potong ayam dan kentang goreng.
    Setelah menunggu 5 menit, datanglah manager KFC yang bertugas untuk meminta maaf kepada kami, karena ternyata ayam goreng bagian tertentu yang kami pesan harus diambil dari deep freezer terlebih dahulu dan akan selesai memakan waktu
    5 – 10 menit lagi.

    Manager itu menawarkan kami suguhan KFC, untuk memesan minuman dan makanan sambil menunggu pesanan kami. Kami ber-5 memesan kopi dan makanan kecil berupa nugets.
    Tak berapa lama kemudian manager itu datang membawa ayam goreng pesanan kami.
    Kami dibebaskan membayar tanda maaf dari KFC ( nilai pesanan kami $35 belum termasuk kopi dan nugets ).
    Manager itu dengan sopannya mengantar kami sampai ke pintu keluar sambil meminta maaf sekali lagi.

    2. Suatu waktu di kota lainnya (usa), kami memesan 3 loyang Pizza pesan-hantar melalui telepon. Selang 10 menit, kami di telepon balik oleh Pizza, menyatakan maaf bahwa mereka akan terlambat 15 menit menghantar, karena petugas kurir penghantar Pizza belum kembali. Kami di bebaskan membayar pembelian kami senilai $45.
    Keponakan saya mengusulkan bahwa ia akan mengambil sendiri pesanan Pizza itu. Pihak Pizza sangat berterima-kasih untuk itu dan mohon maaf sekali lagi.

    Mereka memilki standar pelayanan
    (kenyamanan dan waktu tunggu pelanggan) dan selalu periksa diri mana-kala tidak dapat memenuhi standarnya untuk segera minta maaf kepada pelanggan sebelum di komplain dan bahkan memberi pelayanan ekstra khusus kepada pelanggan, dalam hal ini di gratiskan.

    Dalam kedua kejadian di atas, walaupun kami baru memesan secara lisan dan belum ada transaksi pembayaran yang mengikat di antar kami secara hukum sehingga pelanggan berhak komplain, tetapi mereka sudah menganggap kami sebagai pelanggan yang patut dilayani (pelanggan adalah RAJA).
    Mereka memberi penjelasan bila ada suatu masalah dan meminta maaf atas ketidak-nyamanan pelanggan, bukan sebaliknya.

    Ini terjadi di negara super liberalis dan kapitalis lho !

  401. Waria masa depan Says:

    Bu Menkes, plis deh Ibu, jangan membela RS Omnivora yang pemakan serangga itu, ibu kenpa sih koq ngebelain dese? ada afa bu??? jangan gitu ya Bu, entar rambur ibu yang mlungker kayak pemain film jadul saya rebonding lho bu, biar kayak sadako…
    kalo kayak sadako kan ibu menyeramkan kalo tampil di TV one bincang bareng bu menkes yang seyeeeemmmm!!

  402. ita Says:

    dari :
    1. Hukum KASIH
    2. UUD 1945
    3. KOVENSI HAM PBB

    Yang merupakan sumber hukum Spiritual, Nasional dan Internasional.

    JELAS OMNI MELANGGAR HUKUM2 ITU

  403. gwebeda Says:

    yg saya tahu, setiap tindakan ataupun pemeriksaan di RS memerlukan persetujuan (plus tanda tangan pasien) tercatat dalam rekam medik(RM).
    saya manusia yg mgkn tdk bs bersikap adil, tp selama ini saya hanya membaca keluhan dr Bu Prita dan comment2 dr bloggers, saya belum pernah melihat publikasi mengenai RM dr RSOI (memang sih RM itu bersifat rahasia, tp klo dpt izin dr pasien setahu saya tdk apa2)
    saya tidak bisa menilai sp yg benar sp yg salah
    karena kedua belah pihak tidak menunjukkan bukti otentik tersebut
    namun 1 hal yang pasti adalah KURANGNYA komunikasi antara pelaksana dari RS dengan konsumennya (Pasien)

  404. omni Says:

    RS Omni????

    itu diambil dari nama istrinya cak nur ya????

  405. adi wicono Says:

    yang sabar aja ya bu….banyk2 berdoa..

  406. cewekLampung Says:

    seharusnya kita sesama manusia itu, saling bantu, bukan menjerat..kalo takut rugi masuk sekolah dokter, jangan jadi dokter…jd ga maruk duit gitu jdnya….coba klo ngobatin dg ikhlas, semua jd cinta ma smua dokter…kyk dokter tetangga gue tuh,,baek bgt…klo pasiennya blm bs byr..byrnya kpn aja smpe punya uang…tp tetep dilayani dg baik…sampe sembuh…itu baru dokter baik,professional, menjunjung tinggi kemanusiaan…kyk Nabi muhammad,saw…menolong tanpa pamrih…buat mbk prita…semangat trus!!! junjung tinggi keadilan!!!

  407. Evan 576 Says:

    di negara tercinta ini memang yg namanya “perlindungan konsumen” masih kurang.

    ibu Prita menurut saya berhak menjelaskan pengalamannya. karena nyawanya hampir terenggut, hanya karena beliau memakai asuransi. maksudnya mungkin supaya orang lain tidak mengalami hal yang sama dengan beliau.

    untuk pihak-pihak yang bisa menolong ibu Prita dan kasus yg sama lainnya. saya mohon tolong turun tangan. agar nama lembaga-lembaga kesehatan lainnya tidak tercoreng namanya.

    Amin

  408. enggang Says:

    Assalamualaikum,wr.wb Buat mbak prita sabar ya,tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi orang yang baik,

  409. sukidi Says:

    dr.yg tidak beraklak baik akan lebih kejam melakukan mafia kedokteran, sangat setuju degan DPR RS itu dicabut izinnya, dari namanya sdh menipu publik, sabarlah prita Anda pasti mendapat pertolonganNya karena Anda di pihak yang teraniaya.

  410. Suka2Kamu Says:

    Ini Kasus Kedua untuk RS Omni, Karena Sebelumnya Juga Terdapat Berita dimana RS Omni Menolak untuk Memberikan Hasil Resume atas Penyakit yang di Derita Oleh si Pasien, Namun RS Omni Tetap Menagih Kekurangan Biaya Tersebut.

    Baca : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/05/03230421/menkes.lapor.ke.jalur.yang.benar

  411. damai Says:

    Pelayanan yang sangat memuaskan…
    Nikmatnya kolesterol….
    :)

  412. kucingbau Says:

    emang ada dokter di endonesah yg bagus ??
    hell no

  413. nartoe Says:

    assalamualaikum makanya pakai hukum allah jangan pake hukum yang di buat manuasia.kan jelas toh ………..^_^ assalamualaikum Wr.Wb

  414. MAMPUS lu OMNI Says:

    pada dasarnya ni RS ga ada nama baik,
    masalahnya, nama baik mana yg dicemari?

    PIKIR!!!!
    nyawa bu prita atau yg laen jauh lebih berharga daripada tujuan2 Gak Jelas lo(OMNI).

  415. ANgEl-(nama di-samarkan) aq sebenr-nya baru umur 11 tahun Says:

    ngapain sichh nge-belain rumah sakit jiwa omni yang kayak apaan tau!!!!!!!! aq pengalaman kesana karena aq kena flu kulit di-punggung, dokter-nya bilang klo udh mau sembuh kata-nya di-biarin aja yang pas aq sudah agak sembuh aq biarin aja tp yang pas aq liat lagi tiba-tiba muncul lagi tp lebih parah!!!!!!!!! T.T

  416. Belajar managemen dari kasus Prita « Mr Bas Says:

    [...] Prita tidak melanggar UU ITE? Saya sendiri tidak berani mengatakan Prita bersalah atau tidak. Jika saya baca emailnya, ada beberapa poin yang sepertinya memang berpotensi terjerat delik dalam UU ITE. Berikut ini di [...]

  417. RUHUT SITOMPEL Says:

    Maju terus bu Prita! lawan para kapitalis2 itu!

  418. jovie Says:

    wah..bener2 keterlaluan tuh RS omni, gak cuma sekali mempermainkan pasien….bikin citra buruk aja…
    aa jadinya kalo yang dirawat para turis? bisa dituntut nih negara indonesia…kelas internasional kok jadi sekelas rendahan….parah….

    moga ibu prita makin membaik kondisinya..
    Amin

  419. Zulkarnain Lubis Says:

    Yang salah dalam kasus ini adalah tentu RS OMNI Internasional dan Pengadilan Negeri Tangerang yang sudah pasti mendapat imbalan dari pihak RS OMNI Internasional….
    Wahai para pengadil dimana hati nurani-mu…
    Semoga kamu mendapat laknat dari perbuatanmu….Amin..!!

  420. one Says:

    omni…omni…. sdh tau salah kok msh nuntut hmmm…?

  421. ANgEl-(nama di-samarkan) aq sebenr-nya baru umur 11 tahun Says:

    dan aku juga kalau ke-sanan aku paling cuman beli cookes :D and makan di meckdonald :D

    sekarang aq dah gag mau ke-sana(RS omni) lagi

  422. wahyu ilahiii Says:

    begitulah…kalau hidup di negara ini,keadilan mahal harganya.uang yg bicara,tp bukan keadilan yg bicara…..

  423. Auri Adham Putro Says:

    Lain kali berobat di Puskesmas aja…

  424. MEGAWATU Says:

    Merdeka!!!
    Prita, sabar ya dik, nanti kalo Ibu terpilih jadi Presiden RI, RS Omni akan Ibu hukum

  425. kiky Says:

    weeeew ceritanya terlalu berlebihan..
    dibuat2..
    kayaknya layak nih mbak prita nginep gratis di hotel prodeo atas pencemaran nama baik..
    buat teman2 semua,,jangan menggeneralisasi sesuatu seenaknya dong..masih banyak dokter2 yg diluar sana yg pinter2 dan berdedikasi tinggi pada pasien..
    apalagi anda2 yang gak ngerti sama sekali tentang kesehatan dan prosedural rumah sakit sekonyong2 ngomong salah..
    weeew gak bisa gitu bung,,mbak..semua punya standard..apalagi empirical therapy masih dianut di dunia kedokteran..
    gak ada yg pasti di ilmu kedokteran,,yang pasti hanyalah dari Allah semata..

  426. janskolofsky derop Says:

    mudah mudahan bu prita diberi kesabaran yang lebih oleh allah, agar bu prita lebih kuat dalam menjalani hidup ini.

  427. Butik Online Says:

    Wah saya waktu pertama kali baca beritanya bahwa ibu prita di tahan karena menulis keluhan melalui email rasanya pingin ngamuk aja.

    Tapi gimana lagi mo ngamuk kesiapa? akhirnya yang bisa saya lakukan cuman mendukung melalui komunitas di facebook dan mendoakan semoga permasalahannya segera selesi.

  428. Alexx Says:

    Tolong kepada pengelola RS para Bapak/ibu dokter yang terhormat jika ada yang berobat kalau bisa dipermudah, ilmu kedokteran kalau tdak dipakai ibadah mau dipakai apa??????. Sumpah dan janji Anda akan ditanya YME…..

  429. purwadi sidoharjo wonogiri Says:

    Benggisss, angggkuh……sok pintar, rakusss…,serakah …….!!!!!! sok berkuasa…..!.., menghalalkan segala cara !!!

  430. kilong Says:

    Keadilan nggak jelas di negeri kit ini

  431. Mulan Jambulet Says:

    Bu Prita,
    Selamat kembali bekerja semoga kehidupan Ibu bisa kembali normal
    Buat Ibu Menkes, jangan dandan aja donk bu…, jangan ngebelain para mafia dan dokter-dokter yang tidak punya hati nurani

  432. revan pratama Says:

    Asslm.wr.wb.khususon bt mba prita,sbg sesama moslem sudah menjadi kewajiban kita untuk mengatakan yang benar walaupun berat,apalagi tujuanya adalah untuk mencegah orang lain mengalami hal yang merugikan.Balasan ALLAH pada anda adalah surga,insya ALLAH,PENJARA JUSTRU MENJADIKAN ANDA MAKIN BERIMAN SEPERTI NABI YUSUF AS.apapun yg di ktkan orang atau hukum dunia,tetaplah dengan keyakinan ajaran anda,syariah islam,buat rs OMNI,ini pelajaran buat anda yang didapat dari hamba Allah yang teraniaya.semoga rumah sakit ini sadar diri.

  433. adhimastra Says:

    Untung ada mbak prita yang berani menyampaikan isi hatinya, berani mengajukan keluhan hatinya dg apa adanya. Sehingga tahulah kita bgm sebenarnya RS Omni itu

  434. Nyonya RAAM PUNJAMBUL Says:

    Dik Prita, sabar ya dik, apa dik Prita mau kisahnya saya buat sinetron? manohara aj mau lho dik….
    temui Ibu ya di markas multivision India bul bul….., acha hachaaaa…, pahe paheeeee….
    menecelenenye mene behenye….

    tung ting tak ting dung!!!

  435. Selamat Says:

    Selamat bu Prita bebas… Alhamdullilah

  436. Inilah Harapan Blogger untuk menkes sekarang - Berita Top Indonesia Says:

    [...] maleakhi.com:maleakhi.com » Blog Archive » Mengenai Posting : Pengalaman Sdri …Blog Says: February 17th, 2009 at 4:31 pm. I believe … emang mahal, klian protes lah ke depkes ato menkes … Untuk kasus ini… 1. sekarang sudah ada media elektronik dan banyak yang … Related Videos : [...]

  437. vie Says:

    Saya sangat percaya 100000% apa yg ditulis oleh bu Prita . Saya sendiri mengalami kejadian yg sangat sangat sangat sangat…………………tttttttttttt.pahit dengan RS swasta di Jakarta . Saya harus kehilangan putri tercinta ( 4 tahun ) karena diagnosa yg salah dari dr dan staff ruang emergency. Ini membuat saya sangat sulit untuk percaya pada dr lagi. Saya trauma kalau lihat rumah sakit tsb. Syukur lah saya sudah tidak dekat lagi dengan rumah sakit tsb. Membaca isi surat bu Prita , langsung membawa saya ke saat yg sangat pahit itu .

  438. Prita , Sebuah Studi Kasus UU ITE « Dunia Kuliah Ferro Says:

    [...] Prita tidak melanggar UU ITE? Saya sendiri tidak berani mengatakan Prita bersalah atau tidak. Jika saya baca emailnya, ada beberapa poin yang sepertinya memang berpotensi terjerat delik dalam UU ITE. Berikut ini di [...]

  439. lukas ansellius Says:

    oh ini sy baru baca artikel ini lantaran sy sedang mencari info mengenai rumah sakit omni international hospital, tadinya saya pikir wah keren juga ternyata kita ada rumah sakit international, ternyata apa yang saya dapatkan di google malah BERITA PENJEBLOSAN PASIEN oleh rs omni int. hosp.
    saya turut prihatin kepada ibu Prita M.
    akan tetapi HUKUM KARMA memang adil.
    apa yang telah ditanam demikianlah buah yang ia petik. [what you did and what u get return]
    walaupun mereka menang diatas “KERTAS” hukum, akan tetapi Yang Kuasa tidaklah buta.
    dan bahwa hukum karma memang adil.
    kebajikan selalu menang! bahkan dengan setumpukan uang dari merekapun tidak dapat melawan satu kebenaran sekalipun.
    banyak kejadian seperti ini di rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat bersandar untuk yang sakit agar disembuhkan tapi malah untuk kejar komisi semata tanpa untuk memikirkan sisi kehidupan atau jiwa manusia.
    DAN YANG LEBIH DASYAT LAGI seperti pihak omni international hospital, malah membuat pasien dijebloskan kepenjara.
    akan ada banyak orang yang tidak akan perna simpatik terhadap kamu lagi.

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.